Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Goa Pastab Beraura Gaib

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
  • print Cetak

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak pesona wisata memukau. Banyak potensi-potensi wisata yang sebenarnya mempunyai nilai jual untuk dikembangkan. Mulai dari wisata bahari, pantai, pemandangan alam, tempat pemandian, wisata sejarah, hingga goa-goa unik dan bersejarah.

Goa Pastab merupakan salah satunya. Goa ini terletak di desa Pastab, Kecamatan Tambangan. Desa Pastab hanya berkisar 3 km dari jalan lintas Sumatera. Goa Pastab sendiri hanya berkisar 300 meter dari pemukiman warga, tepatnya di seberang sungai Aek Mais.

Penulis pun mencoba menjajaki goa Pastab. Perjalanan menuju Goa ini cukup mengesankan. Melewati titi gantung yang di bawahnya mengalir jenih sungai Aek Mais. Kemudian sawah-sawah bertingkat yang semakin menambah indah suasana. Sesaat kemudian, rombongan tiba di lokasi goa setelah melalui bukit kecil.

dinding goa pastap
Untuk bisa masuk ke dalam goa, pengunjung harus naik sekitar 1,5 meter menuju pintu masuk. Awalnya pintu masuk ini terlihat besar. Namun begitu ke dalam jalan menuju ruang utama goa semakin sempit. Tentunya pengunjung harus hati-hati.

Selang beberapa meter turun ke bawah, baru terlihat ruang utama goa ini. Luas ruang utama goa ini berkisar 5 x 6 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter. Di dalam goa cukup terang karena cahaya matahari bisa masuk melalui celah celah dinding goa, sehingga tidak memerlukan penerangan khusus di dalam. Goa ini berdinding batu yang berbuntu-buntu seperti jeruk purut. Demikian juga lantainya terbuat dari batu.

Di dalam goa juga terdapat beberapa lobang yang mungkin sebagai pintu masuk menuju ke tempat atau ruangan lain. Setelah ditelusuri salah satu lobang ini ternyata menuju ke atas bukit, tempat goa ini berada.

Berada dipuncak bukit ini memberikan kesan yang luar biasa. Di depan terpampang pemandangan sawah yang indah mengarah ke desa Pastab. Antara desa dan sawah mengalir sungai Aek Mais dengan sebuah titi gantung di atasnya.

Sementara lobang yang satu lagi terlihat sangat sempit sehingga penulis mengurungkan niat untuk memasukinya, terlebih lagi saat itu penulis hanya membawa perlengkapan seadanya sehingga tidak memungkinkan untuk menelusurinya.

Menurut, Bahrum Lubis (50) salah seorang warga di sana, lobang tersebut tembus ke Gonting Landuk yang berada sekitar 6 km dari Pastab, tepatnya diperbatasan antara Desa Muara Mais Tambangan dengan Kecamatan Kotanopan.

pintu keluar goa
Menurutnya, dahulu ada warga desa yang masuk ke dalam goa ini. Namun ia tidak mengetahui jalan keluar. Orang ini kemudian mencoba masuk ke dalam lubang ini, untuk mencari jalan keluar. Alhasil ia berhasil keluar setelah berjalan menyusuri lobang hingga ke Gonting Landuk.

“Kejadian itu sudah lama sekali. Saat itu masih jamam Belanda. Tapi sekarang saya pikir lobang itu sudah tertutup batu-batu karena longsor atau gempa. Tapi entahlah, samapi sekarang belum ada yang berani masuk ke dalam” tuturnya. (solah/makmur/dimuat pertama kali di surat kabar TONDINTA)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Gembira, Kurir Belanja Buka Lowongan Kerja Wilayah Panyabungan

    Kabar Gembira, Kurir Belanja Buka Lowongan Kerja Wilayah Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabar gembira bagi yang belum punya pekerjaan. Kurir Belanja yang berkantor di Panyabungan, Mandailing Natal membuka lowongan kerja bagi warga Panyabungan sebagai kurir pesan antar. “Masyarakat umum dan mahasiswa bisa memanfaatkan lowongan kurir ini sebagai lapangan kerja. Apalagi mahasiswa karena sifatnya paruh waktu,” ujar Irwansyah Nasution pimpiman manajemen Kurir Belanja kepada […]

  • HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    HES STAIN Madina Raih Akreditasi Unggul

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal, Sumut, berhasil meraih Akreditasi Unggul. Akreditasi Unggul tertuang dalam sertifikat nomor 6001/SK/BAN-PT/Ak/S/IX/2024 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini merupakan kali pertama bagi Program Studi di STAIN Mandailing Natal (Madina) meraih Akreditasi Unggul sejak STAIN Mandailing […]

  • DCS Dapil 5 PDIP Madina

    DCS Dapil 5 PDIP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PDIP Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    • calendar_month Selasa, 19 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Lasiak dari Lumban Dolok termasuk cabai yang populer. Terutama di kalangan pedagang. Keterkenalannya itu serupa dengan keterkenalan lasiak Sibanggor. Lasiak dalam bahasa Mandailig. Cabai bahasa Indonesia-nya. Desa Lumban Dolok berada di Kecamatan Siabu. Mandailing Natal. Sumatera Utara. Lasiak Lumban Dolok tak sepedas lasiak Sibanggor. Tapi, tak sepedas Sibanggor ini […]

  • Makna Kemenangan di Idul Fitri

    Makna Kemenangan di Idul Fitri

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mengapa Idul Fitri disebut-sebut sebagai ‘Hari Kemenangan’ ?: Pertama, dari kata idul fithri itu sendiri yang berarti kembali ke fitrah, yakni ‘asal kejadian’, atau ‘kesucian’, atau ‘agama yang benar’. Maka setiap orang yang merayakan idul fitri dianggap sebagai cara seseorang untuk kembali kepada ajaran yang benar, sehingga dia bisa memperoleh kemenangan. Kedua, dari kata ‘minal […]

  • Jeruk Brastagi Masih Andalan

    Jeruk Brastagi Masih Andalan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan jeruk manis ke Mandailing Natal (Madina) masih didominasi jeruk dari Kabupaten Karo ditengah naiknya harga buah impor. “Jeruk Maga yang khas Mandailing sudah lama raib, sementara jeruk impor itu mahal, makanya jeruk Brastagi jadi andalan kita,” ungkap Rudy Nasution penjual buah di pasar Panyabungan, Jum’at (19/7/2013). Dia menjelaskan, dagangan jeruk […]

expand_less