Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Ibu-ibu Tantang Bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


Jika Pasar Pabukoan Dipindahkan
Ratusan pedagang pabukoan yang sebagian besar terdiri dari kaum ibu, menyerbu Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran, Paluta, Jumat (29/7) pagi. Dalam aksi ini, mereka bersorak-sorak dan bernyanyi lagu batak.
Aksi protes pedagang ini dipicu pemindahan lokasi lapak pabokuan dari pelataran depan pusat pasar Gunung Tua ke Lapangan Merdeka Gunung Tua, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Gunung Tua. Kehadiran para pedagang diterima Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta, Drs Agussalim Simatupang, di ruangannya.
Salah seorang pedagang, Uma Jabalando, mengaku, kedatangan mereka ke Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta merupakan bentuk protes tentang pemindahan lapak pasar pabukoan.
“Aksi ini dipicu karena ada oknum tertentu yang menyebutkan kami selaku pedagang pabukoan yang biasa berjualan setiap tahunnya di depan los pasar Gunung Tua, sudah setuju dan sepakat pindah ke sana. Padahal, tidak ada satu pedagang pun yang setuju perpindahan lokasi lapak pabukoan ini,” ucapnya.
Katanya, para pedagang pabukoan akan tetap bertahan di lapak pasar Gunung Tua pada Senin (hari pertama Ramadan,red) mendatang. Mereka siap menghadang apabila ada tindakan dari aparat untuk memindahkan lapak mereka.
“Kami sangat kesal atas tindakan ini. Masalah macet dan keindahan kota pasti ada solusi yang terbaik. Kan bisa, setiap hari kecuali Sabtu dan Rabu pabukoan ditempatkan di gang Masjid Al Hilal dekat pasar Gunung Tua,” ungkapnya.
Dia berharap, Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap memikirkan nasib mereka dan menunda pemindahan lapak pasar dadakan Ramadan di Pasar Gunung Tua. “Jika pemindahan terus dilakukan maka kami akan lawan bupati dengan cara berdemo ke kantor bupati,” tegasnya.
Hindari Kemacetan
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Paluta, Drs Agussalim Simatupang, yang dikonfirmasi melalui Kabid Pasar dan Kebersihan Ali Ja’far, menyebutkan, pemindahan pusat pasar pabukoan tersebut terkait lokasi lama di pelataran Pusat Pasar Gunung Tua yang semakin padat, sehingga tidak mendukung lagi khusus menjual makanan berbuka pada Ramadan nanti.
“Pasar pabukoan selama ramadan dipindah ke los depan lapangan Merdeka Gunung Tua. Ini dilakukan untuk menghindari kemacetan jalan setiap hari,” ungkapnya.
Ja’far menambahkan, pihaknya tidak melakukan pengutipan terhadap sewa tempat, hanya dikutip retribusi kebersihan “Tidak ada kutipan dalam penyewaan tempat bagi para pedagang pabukoan kecuali retribusi sampah,” pungkasnya. (thg)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (2)

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Sistem Religi Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah […]

  • Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    Truk Terguling di Jembatan Manyabar

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu unit truk colt diesel terguling di dek abutmen jembatan Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Senin (23/1/2016). Truk yang membawa material krikil itu terguling yang diduga akibat tidak ada besi penahan pada bangunan dek, sementara ketinggian badan jalan cukup tinggi sehingga kondisinya curam. Tidak ada korban jiwa di peristiwa itu. Sejumlah […]

  • PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Askolani Nasution Muloi manyogoti, ranggo dope ari, namargoso ma barisan ni Anak Boru Dewan Rakyat (Sekretariat DPRD) mardahan di alaman. Alaima barisan namanorjak tu pudi juljul tu jolo, sitamba naurang siorus nalobi, na ganop ari sitastas nambur manjuljulkon morana. Di ari on ma nangkan dipatidahon abisukan ni halak Mandailing, songon sindok ni alak, […]

  • Sumur SMGP Bocor, Semburkan Lumpur dan Gas, Puluhan Warga Keracunan

    Sumur SMGP Bocor, Semburkan Lumpur dan Gas, Puluhan Warga Keracunan

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sumur bor milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Sibanggor, Mandailing Natal, Sumatera Utara diduga bocor mengeluarkan lumpur dan gas, Ahad (24/04/2022). Akibatnya, 21 orang warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat pusing dan mual. Salah satu warga, Lubis (39) mengaku gas dari pengeboran itu tercium sangat menyengat. Bahkan, bau itu […]

  • Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    Kapolda Sumut: PPKM Jangan Dijadikan Menakutkan

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra menekankan agar PPKM Level 4 Covid-19 jangan dijadikan menakutkan, tetapi dicari penyelesaiannya. Itu dikatakannya menjawab wartawan di aula kantor bupati Madina usai melakukan pertemuan dengan semua pihak, Jum’at (10/9/2021). Kapoldasu bersama Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanudin berada di Mandaling Natal (Madina) hari ini […]

  • Mualaf AS Menanti Ramadhan Untuk Berinteraksi

    Mualaf AS Menanti Ramadhan Untuk Berinteraksi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      CLEVELAND (Mandailing Online) – Sejak mengucapkan syahadat lebih dari lima tahun lalu, Paul K. DeMelto (40 tahun) baru merasakan menjadi seorang Muslim sejati ketika Ramadhan tiba. “Satu hal yang saya harapkan ketika memilih Islam sebagai keyakinan supaya dapat berinteraksi dalam sebuah komunitas,” urai DeMelto pada the Huffington Post yang dilansir Kamis (18/6). Seperti kebanyakan […]

expand_less