Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Intelijen harus kupas konflik Aceh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Tjahjo Kumolo pertanyakan apakah hanya masalah kriminal atau ada ekses-ekses terkait, seperti ekses internasional, pilkada, atau masalah yang belum diselesaikan dengan baik. Menurut dia, pemerintah jangan cepat memberikan pernyataan bahwa peristiwa penembakan itu merupakan kriminal murni, namun perlu dicari latar belakang di balik peristiwa ini.

Berdasarkan hasil pencermatannya, konflik di Aceh ini terjadi karena ada rasa kekecewaan dari para tokoh di Aceh yang telah mendeklarasikan bersatunya Aceh dengan otsusnya. Rasa kecewa itu, baik menyangkut optimalisasi pembangunan yang belum optimal, menyangkut masalah pembelanjaan anggaran yang tidak bisa dinikmati masyarakat Aceh.

“Pemda dan DPRD Aceh harus mempertanggungjawabkan anggaran yang begitu besar di Aceh, termasuk bantuan dari negara sahabat yang ikut membangun Aceh,” kata Sekjen DPP PDIP itu.

Menurut dia, dengan dipilihnya langsung Gubernur khusus, otonomi khusus, syariah Islam adalah upaya meningkatkan ksejahteraan rakyat di Aceh, sehingga jangan sampai ada benih-benih perpecahan dan perlu ada “political will”. Perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik di Aceh. Akar masalahnya harus dituntaskan dengan baik. “Karena kalau tidak, ibarat sebuah luka yang tak sembuh akan muncul luka-luka baru. Ada tanggungjawab dari pemerintah, terutama aparat keamanan untuk menjaga stabilitas nasional,” papar Tjahjo.

Terkait peredaran senjata di daerah konflik seperti di Aceh, kata dia, masih cukup banyak, bahkan ada sejumlah senjata baru. Ini menunjukan ada sumber kekuatan yang masuk di Aceh dengan pola-pola senjata. “Intelijen jangan sampai kecolongan lagi,” katanya seraya menambahkan DPR sebagai fungsi pengawasan, ingin menegaskan pemerintah untuk lebih konsisten dalam menegakan hukum.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan beberapa insiden penambakan di Aceh ada hubungannya dengan momen pilkada di wilayah itu pada 16 Februari 2012. Namun, dia menambahkan, saat ini aparat kepolisian sedang menyelidiki berbagai peristiwa penembakan di Aceh yang mengarah ke warga pendatang.

“Kalau kemarin-kemarin kita melihat itu seolah-olah berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan pilkada. Tetapi dengan adanya tindak kekerasan yang terus berlangsung, kemudian perobohan tiang listrik, ini mengingatkan kita kembali pada masa-masa konflik yang lalu,” kata Djoko.

Djoko menambahkan pihaknya belum mengetahui apakah ini merupakan kejahatan yang terorganisasi atau tidak. “Nanti akan diadakan rapat khusus. Yang jelas kita sangat prihatin dengan tindak kekerasan di Aceh,” ujarnya.

Seperti diketahui, akhir 2011 hingga awal 2012, intensitas kekerasan di Aceh meningkat. Setidaknya ada lima warga terbunuh pada dua hari menjelang pergantian tahun. Paling baru adalah robohnya menara jaringan listrik PLN di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara pada Minggu (8/1) karena digergaji orang tak dikenal.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMGP Akui Sosialisasi Ada Meski Kurang Optimal

    SMGP Akui Sosialisasi Ada Meski Kurang Optimal

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)  – Pihak PT SMGP menyatakan bahwa sudah melakukan sosialisasi sebelum kegiatan pembukaan sumur SMP-T02. Itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM serta manajemen PT SMGP, Rabu (3/2/2021) di Jakarta terkait tewasnya 5 warga Sibanggor Julu, Mandailing Natal pada 25 Januari 2021 pada saat pembukaan […]

  • Rokok Dari Lintingan Daun Emas

    Rokok Dari Lintingan Daun Emas

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada-ada saja ulah orang kaya untuk memenuhi obsesinya terhadap emas. Setelah makanan mengandung emas, kini ada rokok yang terbalut emas 24 karat. Rokok bernama Shine Papers ini diklaim terbuat dari lintingan daun emas 24 karat yang aman dikonsumsi. Satu pack berisi 12 batang rokok dihargai USD 65 atau setara Rp752 ribu dan bisa dipesan online. […]

  • Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    Kuasa Hukum Minta RS Permata Madina Serahkan Rekam Medis

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nur Miswari dari Kantor Hukum Nur Miswari, SH & Rekan meminta RS Permata Madina menyerahkan rekam medis penanganan pasien RSH. Rekam medis yang diminta harus lengkap tanpa pengecualian. Permintaan itu tertuang di dalam somasi kedua terhadap Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan, Mandailing Natal, dikirim pada Kamis,m (9/4/2026). Kantor Hukum Nur […]

  • Bupati Madina Harap Masjid Jadi Kunci Pendidikan Akhlak

    Bupati Madina Harap Masjid Jadi Kunci Pendidikan Akhlak

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution berharap masjid menjadi kunci penting bagi pendidikan akhlak, pendalaman agama sehingga tercipta generasi yang tangguh. Itu dikatakan Sukhari di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan usai terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatra Utara, Sabtu malam (16/4/2022). Sukhairi menyebutkan DMI punya […]

  • Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    Atika : Pebukaan Jalan ke Perkebunan Rakyat Satu Solusi Penting

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perkebunan rakyat merupakan salah satu lapangan usaha rakyat yang terbesar dalam struktur ekonomi Madina di sektor pertanian. Bahkan, secara kalkulasi, perkebunan jauh lebih rill memakmurkan petani ketimbang sawah. Sebab, standar kepemilikan luas lahan sawah sejatinya adalah 2 hingga 3 hektar per kepala keluarga. Tetapi luas sawah itu tak bisa tercapai per […]

  • Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) tak pernah disentuh layanan medis. Itu karena puskesmas tak ada di desa yang berada di dalam hutan ini. Meski pemerintah daerah telah mengangkat tenaga bidan PTT (Pewagawai Tidak Tetap), pun layanan medis tak jua diperoleh warga, sebab petugas bidan PTT […]

expand_less