Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Kapolri Stop Kasus Rekening Gendut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


JAKARTA- Desakan publik agar rekening tak wajar pejabat kepolisian dituntaskan penyidikannya ternyata tak terwujud. Sebaliknya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan bahwa permasalahan itu sudah klir saat kepemimpinan Kapolri sebelumnya, yakni BHD. “Semua sudah dijelaskan oleh Pak Bambang, jadi tidak ada masalah lagi,” kata Kapolri menjawab pertanyaan wartawan dalam acara evaluasi kinerja Polri 2010 di Mabes Polri kemarin (29/12). Timur didampingi sejumlah pejabat utama di Korps Bhayangkara.

Timur menjelaskan, proses kasus itu sudah berjalan.”Sudah ada tindak lanjut, jadi sudah (selesai),” jawabnya. Saat ditanya, sejauh mana prosesnya, Timur meminta wartawan untuk ngecek ke Badan Reserse Kriminal Polri. “Cek saja ke Pak Kabareskrim,” katanya.

Dugaan rekening gendut pertama kali dibuka oleh Indonesian Corruption Watch yang melapor ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Aktivis dan peneliti ICW Tama Satrya Langkun bahkan dipukuli orang tak dikenal karena mengungkap kasus ini ke muka publik. Hingga saat ini pemukulan Tama masih ditangani Polda Metro Jaya dan belum tuntas.

Secara terpisah, peneliti ICW Tama Satrya Langkun mengaku heran dengan sikap Polri yang menutup kasus rekening gendut itu. “Kalau begitu, sekarang umumkan saja satu persatu mereka yang diduga punya rekening miliaran itu,” kata Tama yang saat dirawat di RS dijenguk presiden SBY itu.

Tama melanjutkan, hingga saat ini, publik menunggu penjelasan lengkap dan detail soal penanganan kasus ini. Selama ini, Polri berdalih, nama-nama perwira tinggi tak bisa diumumkan karena masih dalam penyidikan.”Nah, sekarang kan sudah selesai. Jadi umumkan saja siapa orang-orangnya,” katanya.

Dalam paparannya, Kapolri kemarin lebih banyak mengungkapkan data-data statistik. Menurut jenderal kelahiran Jombang itu, tren kejahatan di tahun 2010 menurun.”?Jumlah tindak pidana untuk tahun 2009 sebanyak 334.942 kasus, sementara pada 2010 sebanyak 274.999 kasus, sehingga terjadi penurunan sebesar 69.943 kasus,” katanya.
Selanjutnya untuk penyelesaian tindak pidana pada 2010 juga menurun dari 223.282 kasus pada 2009 menjadi 150.184 kasus, alami penurunan sebesar 32,74 persen, ujarnya. “Risiko penduduk terkena tindak pidana untuk tahun 2009 sebanyak 148 kasus dan pada tahun 2010 sebanyak 118 kasus, sehingga terjadi penurunan sebanyak 30 kasus,” kata Timur.

Kejahatan konvensional yang terjadi pada 2009 sebanyak 319.402 kasus, sedangkan pada 2010 sebanyak 252.566 kasus. “Sementara kejahatan trans nasional terjadi peningkatan, dimana pada 2009 ada 17.511 kasus dan pada 2010 naik menjadi 19.342 kasus,” kata mantan Kabaharkam itu.

Kemudian kejahatan terhadap kekayaan negara untuk tahun 2009 sebanyak 7.941 kasus dan tahun 2010 turun menjadi 2.992 kasus, kata Timur. “Untuk kejahatan berimplikasi kontijensi pada 2009 sebanyak 88 kasus dan tahun 2010 meningkat menjadi 99 kasus,” katanya. Gangguan keamanan yang terjadi pada 2010 alami penurunan sebesar 3.926 kasus dari 11.638 kasus pada 2009, turun jadi 7.716 kasus. (rdl/iro/jpnn)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dana Pilkada di Madina kali ini menjadi versus. Angka 37 milyar versus angka 40,3 milyar. Rasional vs regulatif. DPRD Madina ngotot di angka 37 milyar. KPU Madina ngotot di angka 40,3 milyar. Versus-versusan ini ronde kedua. Versus ronde pertama adalah antara KPU Madina versus Pemkab Madina. Antara angka 65 milyar yang diakukan KPU […]

  • POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

    POLISI MACAM PREMAN Di NAGA JUANG

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DI BINANGA 1 TEWAS, 6 LUKA-LUKA PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pola yang diperlihatkan polisi di Naga Juang, Mandailing Natal, mengarah pada gaya preman terhadap para penambang emas di bukit Sihayo, Jum’at (22/3) lalu. Ini bertolak belakang dengan pencanangan Kapolri di awal tahun 2013 yang bersemangat pemberantasan premanisme yang dimulai dari Jakarta terbukti dengan penangkapan Hercules […]

  • Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    Basmi korupsi, ketegasan Istana penting

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Negara dan masyarakat di era Presiden SBY harus berperang melawan korupsi secara tegas dan tandas. Karena itu, genderang perang terhadap tindak pidana korupsi yang telah ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Istana) sejak lama, harus digelorakan. Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi (CICAK), misalnya, menegaskan, belakangan ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak […]

  • RKLA Bagi Sembako kepada Peserta Vaksin

    RKLA Bagi Sembako kepada Peserta Vaksin

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya mendukung program pemerintah, Dewan Pengurus Cabang Rumah Komunikasi Lintas Agama (DPC RKLA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turut serta mendorong dan mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Selain itu, DPC RKLA Madina juga membagikan sembako kepada peserta vaksinasi massal yang dilaksanakan di lapangan Kantor Bupati Lama, Dalan Lidang, Jumat (18/3). Ketua […]

  • Presiden Jokowi Masih Keliling di Pasar Panyabungan

    Presiden Jokowi Masih Keliling di Pasar Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih sekadar blusukan di Pasar Lama Panyabungan, Jum’at (24/3/2017). Jokowi tiba di Panyabungan dari Barus, sekira pukul 15.20 WIB dengan helikopter mendarat di lapangan Kompi Mangga Dua. Selanjutnya menaiki mobil menuju hotel Rindang, tempat presiden menginap, yang  berjarak sekitar 2 Km […]

  • Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    Tak Laporkan LHKPN, Anggota DPRD Terpilih Terancam Tertunda Dilantik

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Dari 40 Orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Periode 2024 – 2029 Kabupaten Natal yang terpilih, hari ini Selasa, (16/07) baru 14 orang yang menyerahkan berkas Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Hal itu dikatakan Muhammad Yasir selaku Divisi Tekhnis Penyelenggara KPU Madina. “Sampai dengan hari […]

expand_less