Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Ke Medan, Prabowo Bantah Antietnis Tionghoa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (MAndailing Online) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk menghadiri dialog kebangsaan. Kehadirannya dalam dialog mengenai tantangan masalah bangsa menuju Indonesia Raya itu atas undangan Komunitas Tionghoa Medan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menjawab berbagai isu-isu miring terkait sikapnya terhadap etnis Tionghoa. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya seorang yang antietnis Tionghoa.

Tuduhan ini mencuat di masa-masa awal runtuhnya Orde Baru saat Prabowo masih menjadi petinggi TNI AD. Prabowo disebut-sebut akan melakukan kudeta dan mengusir seluruh warga beretnis Tionghoa dari Indonesia.

“Saya waktu itu Pangkostrad dengan 33 batalyon, nyatanya apakah saya kudeta? Itu tidak akan saya lakukan karena sebagai prajurit sapta marga saya takut terhadap konstitusi UUD 1945. Saya lebih memilih diam menanggapi fitnah itu, biarlah waktu dan sejarah yang akan membuktikan. ‘Becik ketitik ala ketara’,” kata Prabowo melalui siaran pers, Minggu (20/10).

Prabowo mengaku sudah terbiasa menghadapi fitnah-fitnah semacam ini. Hal tersebut dianggapnya sebagai ujian untuk menggembleng seorang calon pemimpin.

Mantan Danjen Kopassus TNI itu pun menceritakan kisah tentang pemimpin reformis RRC, Deng Xiao Ping. Deng, ujar Prabowo, juga pernah difitnah 3 kali, dipecat 3 kali dan dipenjara 3 kali sebelum akhirnya memimpin kebangkitan China menjadi salah satu negara paling kuat di dunia.

Prabowo pun ingin menjadi Deng Xiao Ping Indonesia yang meski dituduh dan difitnah, tetapi bisa membawa kebangkitan rakyat Indonesia.
“Kalau saya kan hanya 1 kali dipecat, alhamdulillah,” candanya.

Dalam dialog yang dihadiri oleh ribuan masyarakat Medan, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia dengan kekayaan alamnya bisa sejajar dengan negara-negara adidaya dunia. Namun, sambungnya, hal itu hanya bisa terjadi jika adanya perdamaian

“Oleh karena itu inti dari semuanya adalah bagaimana bangsa ini menyelesaikan masalah kemiskinan ditengah-tengah melimpahnya kekayaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Pada acara dialog, Prabowo didampingi oleh orang-orang dekatnya. Diantaranya Winson Pola, warga keturunan Tionghoa asal Medan yang menjabat direktur utama di salah satu perusahaan Prabowo. Hadir pula Abu Hermanto yang merupakan sahabat dekat bos Partai Gerindra tersebut.

Selama di Sumut, Prabowo juga melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional Panglima Raja Sisingamangaraja XII di Balige, Kabupaten Toba Samosir. Saat ziarah, ia didampingi salah satu keturunan Raja Sisimangajara XII yang bermarga Sinambela. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.167 KK di Madina tanpa listrik

    3.167 KK di Madina tanpa listrik

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sungguh memprihatinkan nasib 3.167 kepala keluarga (KK) di 20 desa di Kabupaten Mandailing Natal hingga kini belum menikamti listrik baik jaringan PT PLN maupun pembangkit tenaga diesel (PLTD). Sehingga warga terpaksa menggunakan lampu teplok dan bagi yang warga yang mampu membeli mesin genset untuk menerangi rumahnya. Desa-desa yang belum teraliri listrik ini rata-rata […]

  • Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

    Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Seorang pejabat di Pemkab Mandailing Natal berinisial G dilaporkan ke polisi atas tuduhan menembak warga Desa Hutanamale menggunakan pistol. G dilaporkan menembak seorang warga Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa itu. Warga yang ditembak bernama […]

  • TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Saya takut, tidak punya pilihan kecuali melayani ketiga polisi itu.” Seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKI perempuan berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. New Strait Times, Sabtu 10 November 2012, memberitakan, TKI itu mengaku sebelum diperkosa tengah berjalan-jalan di wilayah […]

  • Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus di HUT Madina

    Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus di HUT Madina

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan dilangsungkan di Taman Raja Batu, Panyabungan, Mandailing Natal, Senin (9/3/2020). Kegiatan presentasi ini bagian dari berbagai agenda peringatan HUT ke21 Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Peserta presentasi antara lain : matan Gubernur Sumut, Tengku Eri Nuradi; Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara; Komjen Pol Saud Usman; […]

  • Muslim Hui Kekurangan Ulama Perempuan

    Muslim Hui Kekurangan Ulama Perempuan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    NINGXIA – Bagi etnis Hui, etnis Cina beragama Islam keberadaan ulama perempuan sangat penting. Itu sebabnya, kebutuhan akan ulama perempuan di wilayah itu sangat tinggi. Sejak dahulu, etnis Hui lebih memilih ulama perempuan, meski keberadaan ulama dari kalangan pria juga penting. Melihat dari pentingnya posisi ulama perempuan, sejak dahulu sudah dibuat satu mekanisme dimana para […]

  • Amrun Daulay Ditahan KPK

    Amrun Daulay Ditahan KPK

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Satu lagi kader Partai Demokrat (PD) tersandung kasus hukum. Pada Selasa, (5/7), Amrun Daulay resmi ditahan KPK. Menanggapi hal ini, Wasekjen PD, Saan Mustopa mengatakan menghormati dan menghargai mekanisme di KPK. “Kita menghormati dan menghargai mekanisme yang ada di KPK. Itu merupakan bagian dari komitmen kita terhadap upaya pemberantasan korupsi, kita tidak menghalang-halangi […]

expand_less