Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Kekerasan di Mana-Mana, Nyawa Seakan Tak Berharga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Hadi Kartini

Aksi penganiayaan terhadap bayi kembali terjadi, kali ini menimpa seorang bayi berusia 4 bulan di desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bayi tersebut meninggal setelah dianiaya dengan dibanting ke lantai oleh seorang pria, Sabtu (22/10/22) pukul 04.00 Wita. Akibat bantingan tersebut, sang bayi mengalami luka parah di bagian kepala. (Tribunnews.com, 23/10/22)

Di kota Medan juga terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh seorang suami. Pasangan suami istri di kota Medan diduga cekcok hingga sang istri tewas bersimbah darah di pinggir Jalan Mandala By pass, Kecamatan Medan Tembung,  kota Medan, Sumatera Utara pada hari Sabtu (22/10/22) sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut informasi yang didapat TV One news.com, sang istri tewas dibunuh suaminya di pinggir Jalan Mandala By pass dengan menggorok leher bagian belakang. (Tvonenews.com, 23/10/22)

Dan berita paling menghebohkan, seorang mantan pendeta muda Christian Rudolf Tobing dalam kasus pembunuhan terhadap temannya yang berinisial AYR alias Icha. Dia sempat belajar dari internet tentang cara membunuh secara senyap. Kasubdit Jatanras  Polda Metro Jaya, AKBP Indriwienny Panjiyoga mengatakan, pelaku belajar bagaimana membunuh senyap tanpa suara agar tak ketahuan orang. Sebelumnya diberitakan, Cristian Rudolf Tobing membuat siasat sebelum akhirnya membunuh wanita yang jasadnya dibuang di kolong Tol Becakkayu, Bekasi. Berinisial AYR alias Icha (36). Pembunuhan dilakukan pada senin (17/10/22).  (Tribunnews.com, 23/10/22)

Berbagai macam kekerasan yang terjadi di masyarakat yang berujung pada pembunuhan, membuat kita harus ekstra hati-hati dalam menjaga keamanan diri pribadi. Tidak saja orang asing yang bisa melakukan kekerasan pada kita, orang-orang terdekat terkadang malah menjadi musuh dalam selimut. Yang kita sangka orang-orang yang ada di sekitar kita yang akan melindungi dan menjaga keamanan serta keselamatan kita, ternyata malah orang terdekat kita yang melakukan berbagai macam kekerasan terhadap diri kita.

Saat ini kita tidak bisa percaya sepenuhnya terhadap anggota keluarga, teman dan kerabat, yang biasanya kita bercengkrama dengan mereka. Terbukti pada fakta-fakta di atas, banyak orang tua memperlakukan anak-anak mereka secara tidak manusiawi, istri atau suami tega membunuh pasangan mereka karena hal-hal yang sepele, teman-teman kita yang biasa kita pergi kemana-mana bersama dengan mereka ternyata bisa merencanakan pembunuhan terhadap diri kita, karena tidak sepaham dengan kita. Dan masalah-masalah lain yang mengancam keselamatan diri kita.

Dalam sistem kapitalisme saat ini, rasa manusiawi manusia sangat tergerus oleh keadaan. Beratnya beban hidup, membuat manusia saat ini berpikiran sempit. Akal sehat tidak dipakai lagi, tidak adanya kesadaran dalam melakukan suatu perbuatan. Melenyapkan atau membunuh seseorang adalah hal biasa bagi mereka. Nyawa manusia seakan tidak ada harganya. Ini terjadi karena tidak adanya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT di dada manusia. Iman dan takwa kepada Allah SWT  menjadikan manusia itu menjadi manusia sesungguhnya. Segala permasalahan yang terjadi saat ini tidak akan terjadi, termasuk masalah kekerasan yang berujung kepada kematian dan masalah keamanan, karena apabila manusia telah beriman dan  bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala maka mereka dalam melakukan perbuatan atau tindakan akan memakai standar dari Allah SWT. Apakah tindakan atau perbuatan mereka sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan Allah atau tidak, apakah perbuatan mereka telah sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW atau tidak.

Keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT tidak akan bisa dicapai dalam sistem kapitalisme ini. Asas liberalisme (kebebasan) dan asas sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan) yang dipakai dalam sistem ini menjadikan manusia hanya mementingkan dan memikirkan kebahagiaan diri pribadi saja. Apabila ada yang menghalangi kebahagiaan pribadinya dia bisa menyingkirkannya tak terkecuali orang-orang terdekatnya. Norma agama hanya berlaku untuk ibadah ritual saja, untuk kehidupan duniawinya mereka membuat aturan-aturan sendiri yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Padahal sang pencipta telah memberikan aturan-aturan kepada manusia untuk menjalani kehidupan di dunia agar manusia hidup dengan damai dan sejahtera. Akan tetapi manusia malah bersikap sombong dengan membuat aturan sendiri untuk mengatur hidupnya, mereka mengandalkan akal yang terbatas ini untuk membuat peraturan. Sehingga terjadi berbagai masalah dalam kehidupan termasuk masalah kekerasan dan Keamanan saat ini.

Rasa aman saat ini sangat sulit kita dapatkan, baik dalam keluarga, dalam masyarakat bahkan dalam bernegara. Di manapun kita berada kita merasa was-was atas keselamatan diri kita. Hukuman yang diberikan kepada seseorang yang melakukan kekerasan atau pembunuhan tidak sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Para pelaku kejahatan tidak merasa takut melakukan aksinya berulangkali karena hukuman-hukuman yang ada tidak membuat mereka trauma untuk mengulangi perbuatan keji tersebut.

Islam sebagai agama yang paripurna sangat menjamin rasa aman masyarakatnya. Dengan diterapkannya sistem Islam dalam naungan khilafah Islamiyah, seorang khalifah bertanggung jawab penuh untuk melindungi rakyatnya. Negara sebagai tameng yang berfungsi sebagai penghadang dan menghalau segala hal yang dapat merusak negerinya dan setiap orang yang ada di dalamnya. Khilafah juga bertanggung jawab menciptakan suasana aman dan tentram bagi seluruh warga negaranya. Abai dan lengahnya negara dalam melakukan kontrol terhadap rakyat dapat mengakibatkan kerusakan di mana-mana.

Penjagaan dilakukan negara dengan menerapkan hukum-hukum Islam. Peluang terjadinya tindakan kekerasan, pembunuhan dan tindakan brutal dapat dicegah dan ditindak tegas oleh Khalifah. Khilafah telah memberikan jaminan harta, darah dan kehormatannya bagi setiap warga negara. Jaminan ini adalah visi politik kewarganegaraan dalam Islam yang memberikan ruang hidup bagi manusia dengan jaminan yang paripurna. Rasulullah SAW bersabda, “hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim”  (HR. An-Nasa’i).

Hadist tersebut terealisasi dalam syariat Islam tentang sanksi, dimana pelaku pembunuhan di dalam Islam mendapat hukuman yang keras. Ada tiga sanksi pidana Syariah bagi pelaku pembunuhan, tergantung pada pilihan yang diambil keluarga. Yang pertama, hukuman mati (Qhisash), yang kedua, membayar diyat (tebusan atau uang darah), yang ketiga, memaafkan.

Abdurrahman Al-Maliki dalam kitab Nizham Al-Uqubat (hal. 91 dan 109), sanksi yang tegas yang berfungsi sebagai jawabir (penghapus dosa) dan zawajir (pembuat efek Jera). Dengan begitu masyarakat tidak akan mau melakukan kejahatan serupa. Disamping sanksi yang tegas, Khilafah juga membangun suasana ketaatan di masyarakat. Hal ini didukung oleh sistem pendidikan Islam dan sistem-sistem Islam lainnya. Sehingga individu masyarakat terbentuk menjadi pribadi bertakwa yang takut akan kemaksiatan. Sementara masyarakat terbentuk menjadi masyarakat yang Islami yang senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Demikianlah, hanya Khilafah yang mampu menjamin rasa aman bagi setiap warga negaranya (Muslimah News, 27/10/22).

Wallahua’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Madina Belum Terima Surat Baleg

    Ketua DPRD Madina Belum Terima Surat Baleg

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), As Imran Khaitamy Daulay SH menyatakan sejauh ini belum menerima surat dari Badan Legslasi (Baleg) DPRD Madina terkait penundaan pembahasan 11 Ranperda. Penundaan 11 Ranperda itu terkait kengototan pihak Baleg melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi memperdalam peraturan daerah ditengah telah habisnya dana perjalanan dinas DPRD […]

  • Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    Pilkada akan dikembalikan ke DPRD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang selama ini telah dilakukan secara langsung terancam kembali ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Bocoran draft RUU (Rancangan Undang-Undang) Pilkada yang telah disiapkan Kementerian Dalam Negeri ada wacana Pilkada akan dikembalikan ke DPR. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Joehermansyah Johan juga mengakui sinyalemen tersebut. Pemilihan gubernur yang […]

  • Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) siap melaksanakan apapun keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu. Hal ini dikarenakan keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu adalah mutlak dan harus dilaksanakan oleh KPU. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Madina, M. Ikhsan Matondang melalui telepon, Jum’at (15/11/2024). Pernyataan Ikhsan ini disampaikan menanggapi […]

  • Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    Pemkab Madina Hentikan Tanggap Darurat Banjir

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan, (MO) – Pemkab Madina menghentikan program tanggap darurat penanganan banjir bandang yang melanda Kecamatan Panyabungan dan Kecamatan Nagajuang belum lama ini.  “Sesuai surat Bupati Madina tertanggal 14 Februari lalu, waktu tanggap darurat berakhir 27 Februari. Semua aktivitas di posko akan kita tarik mulai hari ini,” kata Risfan Juliardy Hutasuhut ST Kepala Badan Penanggulangan […]

  • Pemuda Pancasila Kecam Pernyataan Evaline Sago

    Pemuda Pancasila Kecam Pernyataan Evaline Sago

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Mandailing Natal, Sahriwan Nasution mengecam pernyataan anggota DPRD Madina, Evaline Sago. “Kami semua di Madina ini bersaudara. Jangan ada yang coba memecah belah kami,” kata Sahriwan Nasution kepada Mandailing Online di Panyabungan, Sabtu (16/11/2019). Sikap Ketua PP Madina ini merujuk pernyataan Eveline Sago di […]

  • Soal Konflik di Sukamakmur

    Soal Konflik di Sukamakmur

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keberadaan DPO Tedeteksi MADINA- Polisi dari Resort Madina sudah mengetahui dan mengejar keberadaan dua orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas konflik antara warga Desa Sukamakmur dengan PT Anugerah Langkat Makmur (ALM) Dalam konflik tersebut telah terjadi peristiwa pembakaran camp dan alat berat milik PT ALM. Namun, warga mengatakan pembakaran terjadi karena spontanitas warga […]

expand_less