Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Kemasan Plastik Daur Ulang, Halalkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
  • print Cetak

Akhir-akhir ini banyak pesan broadcast yang tersebar secara berantai mengenai dampak pemakaian plastik daur ulang kemasan berwarna hitam yang membahayakan tubuh. Selain bahaya terhadap kesehatan perlu diperhatikan juga kehalalan bahan pembuatnya.

Dr Roy Sparringa, Deputi Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) mengatakan, plastik hitam atau yang sering disebut sebagai plastik kresek adalah plastik produk daur ulang. Produk ini tidak diproduksi untuk mengemas makanan.

Hal itu karena umumnya sumber plastik daur ulang yang digunakan tidak dapat ditelusuri penggunaan asalnya. Sehingga tidak dapat dijamin keamanannya untuk menjadi kemasan langsung bersentuhan dengan makanan. “Jika digunakan mengemas pangan yang masih terbungkus dengan kemasan primer lain yang sesuai, maka penggunaan plastik hitam tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Senada hal yang sama Auditor LPPOM Dr Chilwan Pandji mengatakan kemasan plastik berwarna hitam dipandang dari kehalalannya tergolong halal, tetapi tidak Thayib. Artinya, plastik kresek itu mengandung bahan kimia yang membahayakan hasil daur ulang.

Karena itu, disarankan pada masyarakat tidak boleh menggunakan plastik tersebut untuk mengemas makanan secara langsung. “Saat ini banyak sekali masyarakat yang membeli gorengan yang dibungkus langsung oleh plastik hitam,” ujarnya. Memang belum ada fatwa yang mengharamkan plastik kemasan tersebut.

Sementara itu dikutip dari chipstoru @halal corner, Auditor LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan plastik sebagai pembungkus makanan memiliki titik kritis kehalalan. Hal itu dilihat dari proses pembuatan plastik.

Plastik menggunakan bahan aditif, yaitu slip agent atau rubricant oil. Bahan aditif tersebut bisa didapatkan dengan bahan dasar tumbuhan atau hewani. “Biasanya lemak dari tumbuhan memiliki harga yan cukup mahal dibanding hewani,” ujarnya. Sehingga perusahaan lebih banyak memilih lemak yang berbahan dasar hewani.

Bahan tersebut biasanya diambil dari lemak sapi dan babi. Sebagai umat Islam perlu diperhatikan bahan dasar pembuatan plastik tersebut baik yang daur ulang maupun plastik yang masih baru. Plastik dengan zat aditif berbahan lemak babi jelas haram hukumnya untuk digunakan. Masyarakat perlu teliti memperhatikan kemasan plastik dengan label halal.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa KPU Madina Berubah-ubah?

    Mengapa KPU Madina Berubah-ubah?

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Pada tanggal 28 April 2021 KPU Madina menyatakan menunda penetapan pemenang Pilkada Madina. Padahal sejatinya jadwal Penetapan Calon Terpilih adalah tanggal 30 April 2021 sampai dengan 3 Mei 2021. Tetapi, pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 Ketua KPU Madina, Fadillah Syarif berbalik arah. Kepada media massa Fadillah […]

  • Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sapma Pemuda Pancasila melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada para keluarga senior PP yang sudah meninggal tetapi kurang mampu di Desa Sigalapang Julu. Kegiatan itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda sekaligus HUT Pemuda Pancasila ke-60 dan Sapma Pemuda Pancasila ke-31. Salah satu keluarga yang disantuni adalah keluarga […]

  • OTK Edarkan Jawaban Melalui SMS

    OTK Edarkan Jawaban Melalui SMS

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kunci Jawaban UN Sesat, Banyak Siswa Terjebak SIANTAR- Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Selasa (19/4) diduga curang. Para siswa ditengarai membawa ponsel (HP) ke lokasi ujian dan menerima kunci jawaban melalui nomor tak dikenal. Namun, kunci jawaban yang diberi diduga palsu, sehingga banyak siswa menjadi korban. Pengakuan itu disampaikan […]

  • Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak kurang suara lantang DPR RI telah ikut mendesak keangkuhan PT Freeport Indonesia mematuhi regulasi yang ada di Indonesia. Hal ini terkait desakan pemerintah agar perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu bersedia melakukan renegosiasi kontrak karya. Parlemen menilai Kontribusi dan manfaat kontrak karya dengan Freeport selama ini sangat kecil. Hasil dari perusahaan asing itu, […]

  • Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    Ahmad Patra Keluar Ponpes Tanpa Izin

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejak 16 Nopember 2010 lalu, Ahmad Patra Hutagalung (14), santri kelas IV Pondok Pesantren (Ponpes) KH Ahmad Dahlan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan meninggalkan ponpes dengan alasan tidak jelas. Bahkan, Ahmad Patra tidak mengantongi izin keluar dari wilayah ponpes. Direktur Ponpes KH Ahmad Dahlan Sipirok, Jalaluddin Pane SH melalui Wakil Direktur Bidang Kesiswaan, Kemis SPd […]

  • Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Berawal dari rasa iba melihat kampung halamnnya Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) tertinggal dari desa lain yang ada disekitarnya, Sarmadi Hasibun nekat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Alhasil pada 21/8/2023 kemaren, Sarmadi Hasibuan berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa Aek Nabara. Pada Mandailing Online Kamis […]

expand_less