Senin, 21 Sep 2026
light_mode

KIOS DISEGEL BERTAMBAH Plus Pemutusan Aliran Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


Penyegelan kios di Pasar Sangkumpal Bonang terus berlanjut. Sebelumnya kios yang disegel hanya 11 unit, kemarin (27/5) jumlahnya bertambah menjadi 73 kios. Ironinya, penyegelan itu disertai pemutusan aliran listrik di masing-masing kios.
Menurut Penasehat Himpunan Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang Erwin Saleh Nasution didampingi Wakil Ketua Lukman, Sekretaris Ashari Siregar, dan pedagang lainnya, jumlah itu sesuai laporan yang masuk kepada pihaknya pada Jumat (27/5).
Sejauh ini, kata Erwin, seluruh pedagang sepakat tidak mau membayar uang rekening listrik dan iuran jaga malam. Sebab, kenaikan iuran uang jaga malam tidak relevan sedangkan uang listrik tidak ada patokannya. Selama ini, meteran listrik tidak jadi acuan karena meterannya samasekali tidak berjalan.
“Kenapa kami bilang begitu, karena tidak ada kesamaan uang listrik yang kami bayarkan alias berbeda-beda untuk setiap pedagang. Padahal lampu yang digunakan sama. Lalu, ada yang memakai lampu hanya satu jauh lebih mahal bayarannya ketimbang yang menggunakan empat lampu. Jadi, bagaimana cara penghitungannya, kita perlu keterbukaan dari pengelola,” beber Erwin.
Erwin menambahkan, kenaikan uang rekening listrik dan iuran jaga malam tidak pernah dimusyawarahkan dengan pedagang. Selain itu, juga tidak pernah ada pemberitahuan resmi dari badan pengelola bahwa kios akan disegel dan aliran listriknya diputus.
“Bukan kita tidak mau bayar, maunya kita bayar. Tapi kenaikan ini tidak pernah dimusyawarahkan dengan pedagang. Selama pasar ini berdiri, kios ini sudah menjadi hak pakai kami karena sudah dilunasi,” ungkap Erwin.
Diterangkannya sebelum kenaikan, para pedagang membayar iuran jaga malam sebesar Rp10 ribu per bulan, namun setelah kenaikan menjadi Rp25 ribu. Sedangkan untuk uang rekening listrik, biasanya para pedagang hanya membayar Rp65 ribu per bulan, tapi setelah pihak pengelola menaikkannya, tagihan listrik menjadi Rp100 ribu per bulan.
Untuk itu, ia dan rekannya sesama pedagang meminta pemerintah agar mengambil alih sistem pengelolahan Pasar Sangkumpal Bonang. Alasannya, banyak kebijakan pihak pengelola yang merugikan para pedagang. “Kami meminta agar pasar ini diambilalih oleh pemerintah. Kami sudah tidak tahan lagi dengan sikap arogansi pengelola,” ujar mereka.
Apalagi mereka sama sekali tidak tahu keabsahan badan pengelola, karena entah siapa yang membentuk dan mengangkat badan pengelola, sedangkan sepengetahuan mereka PT ATC selaku pengelola utama sudah habis masa operasinya sejak Januari 2010 lalu.
“Kami sendiri tidak tahu siapa yang mengangkat badan pengelola ini. Sebab, masa operasi PT ATC sudah habis. Jadi, bagaimana bisa kami percaya dengan tindakan mereka,” sebut pedagang.
Jika badan pengelola masih juga melakukan aksi menyegel, maka seluruh pedagang akan mengadukan kejadian kepada aparat penegak hukum dan pemerintah agar ditindaklanjuti.
“Tapi kita masih menunggu hasil apa tindakan yang akan diambil oleh DPRD Psp beberapa hari ke depan ini,” tutur pedagang.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pasar Sangkumpal Bonang Bahder Harahap tidak berhasil dijumpai di kantornya di lantai III Pasar Sangkumpal Bonang. Saat ditelepon, seseorang yang mengaku asistennya bermarga Hasibuan menjawab bahwa Bahder Harahap sedang melakukan rapat pertemuan dengan manajemen PT ATC.
Ia juga mengaku tidak punya haka berkomentar terkait keluhan pedagang. “Kami tidak bisa memberikan komentar tentang itu. Soalnya pak Bahder Harahap sedang pertemuan dengan manejemen PT ATC,” ujarnya sambil menutup telepon. (phn)
Sumnber :” Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

    Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Labuhanbatu. Puluhan batang tanaman kelapa sawit milik PT Smart Tbk Padang Halaban berlokasi di Desa Kampung Baru Sidomukti, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditebang ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS), Minggu (5/2). Aksi penebangan pohon kelapa sawit ini merupakan bentuk protes warga terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu […]

  • Pemkab Harus Jago Lobi Dana Pusat

    Pemkab Harus Jago Lobi Dana Pusat

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangun Jalan dan Bandara MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj Riadoh Rangkuti menilai, banyak pembangunan di kabupaten tersebut terkendala oleh ketiadaan anggaran. Oleh sebab itu Pemkab Madina diimbau untuk terus melobi dana ke pemerintah pusat. ”Kalau dilihat kondisi Jalinsum terutama di Bukit Malintang, itu sangat memprihatinkan. Lihat saja, jalan […]

  • Ribuan Siswa SMA di Sumut Tak Lulus UN

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 4.564 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sumatera Utara dinyatakan tidak lulus ujian nasional (UN) tahun 2013. Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar merinci dari 4.564 peserta UN yang tidak lulus tersebut, 1.616 orang (1,96%) merupakan siswa Sekolah Menengah Kejuruan dan 2.948 orang (2,51%) adalah siswa SMA dan Madrasah Aliyah. Peserta […]

  • Alih Status Pegawai KPK Menjadi ASN : Apakah KPK Masih Independen?

    Alih Status Pegawai KPK Menjadi ASN : Apakah KPK Masih Independen?

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahma Hayati, M.Pd   Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diterbitkan. Perturan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Juli 2020 dan diundangkan pada 27 Juli 2020. Dengan terbitnya aturan ini, maka pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi […]

  • Kunker di Aek Nangali, Bupati Madina Terima Keluhan Warga

    Kunker di Aek Nangali, Bupati Madina Terima Keluhan Warga

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    AEK NANGALI( Mandailing Online ) Warga Aek Nangali, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal ( Madina ) mengajukan sejumlah usulan pembangunan pada Bupati H.M.Ja’far Sukhairi Nasution saat kunjungan kerjanya Selasa 12/9/2023. Dihadapan Bupati, Ramlan Nasution selaku tokoh masyarakat mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangatlah butuh sentuhan Pemerintah. banyak sumber pendapatan warga dari perkebunan, namun karena […]

  • Pembangunan Pola Gotong-royong di Desa Pangkat

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lembah Sorik Marapi (Mandailing Online) – Pemkab Madiling Natal (Madina) menerapkan pembangunan pola gotong-royong di Desa Pangkat Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (28/5). Proyek yang digotong-royongkan adalah pembangunan rabat beton sepanjang 200 meter. “Pemerintah menyiapkan material yang dibutuhkan. Sementara itu, warga melaksanakan kegiatannya,” ungkap Asisten I Pemkab Madina, Musaddad Daulay. Pola ini diharapkan memiliki tiga […]

expand_less