Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

KIOS DISEGEL BERTAMBAH Plus Pemutusan Aliran Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


Penyegelan kios di Pasar Sangkumpal Bonang terus berlanjut. Sebelumnya kios yang disegel hanya 11 unit, kemarin (27/5) jumlahnya bertambah menjadi 73 kios. Ironinya, penyegelan itu disertai pemutusan aliran listrik di masing-masing kios.
Menurut Penasehat Himpunan Pedagang Pasar Sangkumpal Bonang Erwin Saleh Nasution didampingi Wakil Ketua Lukman, Sekretaris Ashari Siregar, dan pedagang lainnya, jumlah itu sesuai laporan yang masuk kepada pihaknya pada Jumat (27/5).
Sejauh ini, kata Erwin, seluruh pedagang sepakat tidak mau membayar uang rekening listrik dan iuran jaga malam. Sebab, kenaikan iuran uang jaga malam tidak relevan sedangkan uang listrik tidak ada patokannya. Selama ini, meteran listrik tidak jadi acuan karena meterannya samasekali tidak berjalan.
“Kenapa kami bilang begitu, karena tidak ada kesamaan uang listrik yang kami bayarkan alias berbeda-beda untuk setiap pedagang. Padahal lampu yang digunakan sama. Lalu, ada yang memakai lampu hanya satu jauh lebih mahal bayarannya ketimbang yang menggunakan empat lampu. Jadi, bagaimana cara penghitungannya, kita perlu keterbukaan dari pengelola,” beber Erwin.
Erwin menambahkan, kenaikan uang rekening listrik dan iuran jaga malam tidak pernah dimusyawarahkan dengan pedagang. Selain itu, juga tidak pernah ada pemberitahuan resmi dari badan pengelola bahwa kios akan disegel dan aliran listriknya diputus.
“Bukan kita tidak mau bayar, maunya kita bayar. Tapi kenaikan ini tidak pernah dimusyawarahkan dengan pedagang. Selama pasar ini berdiri, kios ini sudah menjadi hak pakai kami karena sudah dilunasi,” ungkap Erwin.
Diterangkannya sebelum kenaikan, para pedagang membayar iuran jaga malam sebesar Rp10 ribu per bulan, namun setelah kenaikan menjadi Rp25 ribu. Sedangkan untuk uang rekening listrik, biasanya para pedagang hanya membayar Rp65 ribu per bulan, tapi setelah pihak pengelola menaikkannya, tagihan listrik menjadi Rp100 ribu per bulan.
Untuk itu, ia dan rekannya sesama pedagang meminta pemerintah agar mengambil alih sistem pengelolahan Pasar Sangkumpal Bonang. Alasannya, banyak kebijakan pihak pengelola yang merugikan para pedagang. “Kami meminta agar pasar ini diambilalih oleh pemerintah. Kami sudah tidak tahan lagi dengan sikap arogansi pengelola,” ujar mereka.
Apalagi mereka sama sekali tidak tahu keabsahan badan pengelola, karena entah siapa yang membentuk dan mengangkat badan pengelola, sedangkan sepengetahuan mereka PT ATC selaku pengelola utama sudah habis masa operasinya sejak Januari 2010 lalu.
“Kami sendiri tidak tahu siapa yang mengangkat badan pengelola ini. Sebab, masa operasi PT ATC sudah habis. Jadi, bagaimana bisa kami percaya dengan tindakan mereka,” sebut pedagang.
Jika badan pengelola masih juga melakukan aksi menyegel, maka seluruh pedagang akan mengadukan kejadian kepada aparat penegak hukum dan pemerintah agar ditindaklanjuti.
“Tapi kita masih menunggu hasil apa tindakan yang akan diambil oleh DPRD Psp beberapa hari ke depan ini,” tutur pedagang.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pasar Sangkumpal Bonang Bahder Harahap tidak berhasil dijumpai di kantornya di lantai III Pasar Sangkumpal Bonang. Saat ditelepon, seseorang yang mengaku asistennya bermarga Hasibuan menjawab bahwa Bahder Harahap sedang melakukan rapat pertemuan dengan manajemen PT ATC.
Ia juga mengaku tidak punya haka berkomentar terkait keluhan pedagang. “Kami tidak bisa memberikan komentar tentang itu. Soalnya pak Bahder Harahap sedang pertemuan dengan manejemen PT ATC,” ujarnya sambil menutup telepon. (phn)
Sumnber :” Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian tiga)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian tiga)

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Kampung kami di belah oleh sungai Batanggadis, airnya deras berbatu dan berkerikil. Masa itu kami bebas mencari ikan di sungai  dengan berbagai cara. Untuk mendapatkan ikan aporas dan sulum, kami cukup membawa jala dengan jaring kecil. Untuk mendapatkan ikan […]

  • Tim Onma Tabuyung Yakin Target Suara Untuk Harun Ichwan Tercapai

    Tim Onma Tabuyung Yakin Target Suara Untuk Harun Ichwan Tercapai

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Tabuyung ( Mandailing Online ):  Rapat Perdana untuk pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1 di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis targetkan 2100 suara dari 3505 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Rapat Tim pemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang berjulukan “Onma” itu dipimpin langsung Ketua DPC Partai PDIP. […]

  • Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Sulangaling (Mandailing Online) – Dua korban hanyut di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Mandailing Natal (Madina) pada Senin (20/12) kemarin kembali ditemukan tim gabungan Polda Sumatra Utara (Poldasu), Polres Madina, dan Basarnas Sumut. Adapun korban yang ditemukan pada hari ini, Kamis (23/12) berjenis kelamin perempuan. Sebelumnya pada Rabu (22/12) kemarin telah ditemukan satu […]

  • Ini Konsep Polri Hadapi Situasi Rawan Saat Pilpres

    Ini Konsep Polri Hadapi Situasi Rawan Saat Pilpres

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut Provinsi Jawa Timur merupakan satu dari 10 provinsi dengan indeks kerawanan tertinggi terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Meski demikian, Polri tidak akan memberi perhatian lebih pada provinsi itu.   Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol. Arif Wachyunadi, Sabtu 5 Juli 2014, mengatakan dengan kekuatan optimal dan maksimal, anggota Polri bakal […]

  • Koperasi di Madina Mati Suri

    Koperasi di Madina Mati Suri

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pasar dan UKM Drs Ansyari Nasution, menyebutkan, koperasi di Madina berjumlah sekitar 450 unit dengan berbagai jenis usaha. Namun, hampir setengahnya mati suri. Sebab, bila ditinjau dari keberadaannya masih banyak koperasi yang tak berjalan sesuai mekanisme. “Jumlahnya banyak, sekitar 450 unit, tetapi pelaksanaannya belum tahu seperti apa. Apakah koperasi itu […]

  • Atika Minta Gubernur Bantu Peremajaan Karet Rakyat di Madina

    Atika Minta Gubernur Bantu Peremajaan Karet Rakyat di Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meremajakan karet rakyat di Madina. Permintaan itu disampaikan Atika di hadapan Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi di Bangkelang, Batang Natal, Mandailing Natal, Selasa (11/10/2022) pada pertemuan dengan rakyat setempat. Atika menyatakan, peremajaan perkebunan karet rakyat menjadi sangat penting […]

expand_less