Senin, 2 Mar 2026
light_mode

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Ruang Banggar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta:–Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan segera mengusut proyek pembangunan ruang rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan mengenai dugaan korupsi di balik proyek kontroversial itu kini berada di tangan KPK. “Kami segera melakukan penelusuran lebih jauh. Kami serius karena sudah ada laporan,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., di kantornya di Kuningan, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

Johan menuturkan, penelusuran dilakukan mulai pekan ini. Salah satu bentuknya adalah dengan menelaah lebih dalam laporan yang sudah diterima KPK. Pihak-pihak pelapor juga akan dimintai data tambahan untuk mendukung pengusutan. “Laporan kami terima pekan lalu dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR,” kata dia. Namun Johan menolak menyebutkan identitas para pelapor.

Ruang rapat Badan Anggaran dibangun dengan dana mencapai Rp 20,3 miliar. Ruangan yang sudah memasuki tahap akhir pembangunan itu diperkirakan berkapasitas 200 orang. Ruangan yang banyak dikritik pegiat antikorupsi maupun anggota DPR itu juga menggunakan perabot interior yang mahal. Bahkan harga salah satu lampu ruangan senilai dua mobil Daihatsu Xenia.

Johan menilai kasus ruang rapat ini bakal berkembang. Namun ia tak menjelaskan arah pengembangan kasus itu. “Ini bisa saja melebar,” ujar dia. Ia menambahkan, KPK bakal bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dalam menelusuri kasus ini. Tujuannya, memperkuat hasil penelusuran nantinya. “Kami segera berkoordinasi dengan BPK,” ujar dia. Namun Johan menolak mengungkapkan pihak-pihak yang bakal diperiksa dalam kasus ini.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menegaskan, penentuan spesifikasi ruang rapat Banggar dilakukan semua pihak terkait. “Dalam proses perjalanan, termasuk bagaimana proses untuk menentukan desain ruangan dan sebagainya, ini memang tiga pihak yang terlibat di dalamnya,” katanya di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Tiga pihak yang dimaksud adalah Badan Anggaran, Sekretariat Jenderal DPR, dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR. “Jadi, ini semakin jelas siapa yang meminta untuk diadakannya ruangan ini,” katanya. Pramono menganggap wajar jika ada permintaan dari Banggar untuk mendapatkan ruangan yang lebih representatif. “Tetapi menjadi tidak wajar ketika akhirnya kualitas dan persoalan materi yang terlalu mewah kemudian membuat masyarakat marah,” kata Pramono.

Ia juga menjelaskan apa yang kini dilakukan Badan Kehormatan DPR menjadi bukti adanya upaya untuk keluar dari masalah semacam itu. Pramono menyatakan sudah mendapatkan laporan lengkap dari Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh. “Saya sudah mendapatkan laporan lengkap,” katanya.

Menurut Pramono, memang ada permintaan dari Banggar yang disampaikan melalui surat pada Juli 2011. Soal adanya kemungkinan pimpinan Banggar yang menjadi pengusung spesifikasi materi ruangan rapat, Pramono mengakui ada dalam transkrip rekaman. Namun dia menyatakan hal itu masih menjadi bagian dari tugas BK untuk sepenuhnya melakukan penelusuran.(Tempo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Madina Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga, Tolak Presiden 3 Priode

    Mahasiswa Madina Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga, Tolak Presiden 3 Priode

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa yang tergabung dalam Dema STAIN Madina dan Cipayung Plus menuntut pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menolak 3 priode jabatan presiden RI. Tuntutan itu merupakan 2 dari 7 poin disuarakan dalam aksi unjuk rasa sekira 100 mahasiswa di gedung DPRD Madina, Selasa (12/4/2022). 7 Poin tuntutan itu: 1). Menolak Harga […]

  • Warga Tabagsel Bisa Daftar Memperoleh Bantuan Kaki dan Tangan Palsu

    Warga Tabagsel Bisa Daftar Memperoleh Bantuan Kaki dan Tangan Palsu

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penduduk Tapanuli Bagian Selatan yang kehilangan tangan dan kaki, tahun ini kembali memiliki peluang memperoleh kaki palsu dan tangan palsu secara gratis. Tim penggiat sosial di Mandailing Natal (Madina), Sumut membantu penduduk bekerjasama dengan satu yayasan di Jakarta sebagai donatur yang menyediakan kaki palsu dan tangan palsu. Tim ini sudah melakukan […]

  • Bayaran Tes Kesehatan Calhaj Madina Dinilai Terlalu Tinggi

    Bayaran Tes Kesehatan Calhaj Madina Dinilai Terlalu Tinggi

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– Calon Jamaah Haji ( Calhaj ) Mandailing Natal ( Madina ) merasa bayaran tes kesehatan yang dibebankan pada para Calhaj terlalu tinggi, pasalnya selain bayar di RSUD Panyabungan, para Calhaj juga harus bayar rujukan dari puskeamas. ” total yang harus kami keluarkan ada sekitar 900 ribu, bagi kami ya cukup […]

  • Ini Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2022

    Ini Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2022

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Capaian kinerja pemerintah Kabupaten Mandailing Natal tahun 2022 merupakan potret atas apa-apa saja yang sudah dilakukan selama tahun 2022 sehingga dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Secara moral pemerintah Kabupaten Mandailing Natal merasa perlu menyampaikan hal ini, agar seluruh masyarakat bisa mengetahui perbaikan yang dilakukan di berbagai sektor dengan cara yang […]

  • Teror 2 PNS: HP dan Dompet Korban Dirampok

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar pengakuan para korban aksi teror dua tersangka PNS Pemkab Madina, para korban ditodong dengan pistol lalu menyuruh menyerahkan dompet dan HP. Saat memberikan kesaksian di Mapolres Madina, tiga korban masing-masing Hoirul, Sakban dan Febri menceritakan pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2013 sekira pukul 00.00 Wib mereka sedang duduk menunggu […]

  • Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

    Pejabat Pemkab Madina Tembak Warga Pakai Pistol

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Seorang pejabat di Pemkab Mandailing Natal berinisial G dilaporkan ke polisi atas tuduhan menembak warga Desa Hutanamale menggunakan pistol. G dilaporkan menembak seorang warga Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa itu. Warga yang ditembak bernama […]

expand_less