Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
  • print Cetak

Kuburan Godang di Desa Pidoli Lombang. Ali Gusti Siregar (kaos biru). M.Yusuf (kaos putih). Foto : Dahlan Batubara

 

Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi.

Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar).

Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari jalan raya Lintas Sumatera.

Saya mengunjungi makam ini, Selasa (9/4/2019) lalu bersama Ali Gusti Siregar setelah sebelumya berdiskusi dengan Budayawan Mandailing, Askolani Nasution tentang kordinat makam.

Kuburan Godang ini berada di lahan kering yang luas. Kiri kanannya sawah. Lahan kering itu memanjang hingga ke badan jalan raya Lintas Sumatera.

Berkordinat N 0050’ 15.7” and E 9933’ 31.0” makam ini berukuran panjang sekira 3 meter. Lebar sekira 2 meter. Tinggi sekira 1,5 meter. Makam ini berupa gundukan tanah dilapisi susunan bata.

Berdasar amatan kami, susunan bata makam ini serupa degan bata yang digunakan untuk material Candi Biara yang berlokasi di kawasan Saba Biara.

Lokasi Candi Biara sekira 300 meter ke arah utara Kuburan Godang.

Para arkeolog memperkirakan Candi Biara dibangun abad 8 masehi. Seusia dengan Candi Siwa di Simangambat, Siabu, Mandailing Natal.

Kuburan Godang ini tidak sendiri. Ada sekitar 4 kuburan serupa yang berada di lokasi itu. Hanya saja makam-makam itu tak memiliki susunan bata, melainkan gundukan tanah saja. Belum diketahui faktor-faktor pembedanya.

Salah satu gundukan tanah itu sudah pernah menjadi korban galian. Dari orang-orang yang mencari emas. Mungkin dikira ada emas.

“Tapi saya tak memperoleh kabar, apakah mereka dapat emas atau tidak,” kata Muhammad Yusuf, warga Pidoli. Dialah saat ini yang menjaga lokasi Kuburan Godang.

Kuburan sejenis yang tak bersusun bata juga ditemukan tak jauh dari lokasi itu. Yakni, sekiar 200 meter ke arah timur. Berada di bawah pohon ara yang besar. Ukuran kuburan ini nyaris serupa dengan Kuburan Godang.

 

Diganggu Malam Hari

 

Kuburan Godang itu relatif terpelihara dari gangguan pengrusakan. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan. Sebab sudah ada penjaganya. Muhammad Yusuf.

Yusuf menjaga lokasi makam itu atas permintaan Efendi Nasution, raja Pidoli Lombang.

Sebelum Yusuf, yang menjaga kuburan ini dulunya adalah ayahandanya, Muhammad Salamah. Setelah sang ayah wafat, Yusuf yang meneruskan menjaga makam.

Di sisi utara makam, berdiri gubuk bertingkat. Di situlah Yusuf tidur malam hari. Selain bersawah di sekitar utara lokasi makam, dia juga memelihara bebek sebagai penambah pendapatan finansial.

Jenis bata di Kuburan Godang ini mirip dengan bata di candi Biara. (foto : Dahlan Batubara)

“Dulunya, gubuk ini letaknya di sini,” katanya seraya menunjuk tempat berdiri kami. Titik berdiri kami itu berjarak sekitar 3 meter dari posisi berdirinya gubuk yang sekarang.

Setelah diamati, titik bekas pertapakan gubuk lama itu sepertinya berada di bekas jalur  “jalan”. Jalur itu terlihat memanjang arah timur-barat yang berada persis di pinggir tebing yang memisahkan lokasi makam yang daratan dengan hamparan sawah yang berair.

Yusuf menceritakan, dulunya, saat gubuk itu berada di pertapakan lama, dia selalu diganggu pada malam hari oleh mahluk dari dunia gaib.

“Gangguannnya banyak ragam. Kadang badan saya terasa ditindi tubuh yang berat,” kisahnya.

Itu makanya, gubuk itu dipindah geser sekitar 3 meter ke arah selatan.

Setelah gubuk itu dipindah, gangguan tak datang lagi. Mungkin itu sebagai peringatan kepadanya. Karena  mungkin “menghalangi” sesuatu. Atau di atas titik itu ada “sesuatu”.

Apakah “sesuatu” itu? Butuh penelitian. Juga penelitian sejarah Kuburan Godang. Kita membutuhkan arkeolog. (Catatan : Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Defile Mewarnai HUT RI di Madina

    Defile Mewarnai HUT RI di Madina

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kegiatan defile mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 di Mandailing Natal (Madina), Sumut, Minggu (17/8/2025). Berlangsung di sepanjang Jl. Willem Iskander, Panyabungan. Panggung kehormatan berada di depan kantor Cabang Bank Sumut. Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution serta jajaran Forkopimda […]

  • Pendataan Pasar Selesai, Mahasiswa Peroleh Piagam Penghargaan dari Bupati Madina

    Pendataan Pasar Selesai, Mahasiswa Peroleh Piagam Penghargaan dari Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sepuluh mahasiswa dari dua perguruan tinggi memperoleh piagam penghargaan dari bupati Mandailing Natal (Madina) atas partisipasi mereka melakukan pendataan pluktuasi jumlah pedagang di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat yang ada di Madina. Piagam penghargaan diserahkan para pejabat Dinas Perdagangan Madina usai buka puasa bersama yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Madina di […]

  • Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    Aturan Syariat Terhadap Perempuan Kembali Dipropogandakan Negatif!

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Semenjak Taliban menguasai Afganistan, isu miring terhadap perempuan dan syariat kembali dihembuskan. Siapa lagi kalau bukan sekelompok pemikir liberal yang mengatasnamakn perjuangan hak-hak perempuan. Merekalah kaum feminis yang diracuni pemikirannya jauh dari nilai-nilai Islam dan mendewakan budaya kebebasan Barat liberal. Implementasi sebagian syariat Islam bagi kaum perempuan […]

  • Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    Walbup Sampaikan LKPJ Bupati 2012

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Bupati tahun 2012 pada paripurna DPRD Madina, Selasa (1/10/2013). Dalam nota pengantar disebutkan, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp.791.409.493.295. Angka melenceng dari rencana pendepatan yang ditarget sebesar Rp.820.534.052.297 atau hanya tercapai 96,45 persen. Pendapatan itu terdiri dari PAD (Pendapatan […]

  • Selama 17 tahun Persoalan PTPN IV Dengan Warga Batu Sondat Madina Tak Tuntas 

    Selama 17 tahun Persoalan PTPN IV Dengan Warga Batu Sondat Madina Tak Tuntas 

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online : Setelah 17 Tahun diabaikan, akhirnya perseteruan Masyarakat Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN) dilimpahkan pada Direktur Utama PTPN. Bupati Madina mengatakan, Pemkab tengah melakukan Mediasi terkait tuntuttan lantaran belum dipenuhinya kekurangan lahan warga desa Batu sondat yang tergabung dalam KUD Setia Karya, Desa […]

  • Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : sejak minggu malam sampai senin pagi ini 15/7, jalan utama truk pengangkut CPO milik PTPN IV gang beroperasi di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) masih di tutup warga. Aksi penutupan jala truk CPO ini dilakukan warga sebagai bentuk kekecewaan belum dipenuhinya tuntutan terkait kekurangan lahan […]

expand_less