Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Mahfud MD Resmi Dilapor ke KPK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN, – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan rekannya Akil Mochtar yang baru-baru ini ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) karena kasus dugaan suap Pemilukada resmi dilaporkan mantan Calon Bupati Madina, Irwan H.Daulay, Senin (7/10/2013) siang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Laporan ini menyusul atas dugaan suap penerbitan surat perintah pemilu ulang yang dikeluarkan oleh MK saat dijabat Mahfud ketika menjadi Ketua.

“Tadi siang sudah kita laporkan secara resmi ke KPK. Laporan itu kita buat menyusul atas surat perintah pemilu ulang yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi,” kata Irwan selaku pelapor ketika dihubungi wartawan via selularnya.

Menurut Irwan, tidak sepatutnya MK mengeluarkan surat pemilihan ulang tersebut sebelum melakukan diskualifikasi terhadap pasangan calon yang diduga melakukan politik uang, sebagaimana Bupati terpilih Hidayat Batubara dan pasangannya.

“Di dalam Undang-Undang itu (dugaan politik uang-red) sudah diatur. Apabila setiap calon terbukti melakukan politik uang, maka pasangan calon itu harus di diskualifikasi sebelumnya. Namun kenyataannya, pasangan Hidayat tidak di diskualifikasi,” terang Dosen Fakultas Tekhnik Elektro UNIMED ini.

Dijelaskannya lagi, pendiskualifikasin pasangan calon tersebut sesuai dengan UU No.32 Tahun 2009 Jo PP No.17 tahun 2005.

“Tapi kenyataannya pihak MK tidak melakukan itu. Malah mereka langsung mengeluarkan surat yang isinya menyebut pemungutan suara Madina harus diulang kembali. Dan ini jelas melanggar prinsip Demokrasi,” urainya melalui sambungan telfon. Akibat hal tersebut, kata Irwan, pemilukada di Madina tidak berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

Dalam laporannya dengan nomor register 90/SEK-DPP IMA MADINA/D/X-2013 itu, Irwan juga mengaku telah melengkapi bukti-bukti dugaan suap yang dilakukan oleh Mahfud MD beserta Akil Mochtar. Kata dia, untuk melakukan pemilu ulang di tahun 2010 tersebut, pihak Hidayat Batubara yang kini menjadi tersangka suap proyek pembangunan Rumah Sakit Panyabungan senilai Rp1 miliar itu disinyalir telah memberikan sejumlah uang kepada mantan Ketua MK Mahfud dan Akil.

“Ada dugaan kita ke sana (suap-red). Sebab ada pengakuan dari sumber orang dekat Bupati Hidayat yang mengaku telah memberikan uang kepada Mahfud melalui Akil,” kata dia. Irwan pun berharap, setelah laporan ini disampaikan kepada KPK, lembaga super body itu diharap bisa secepatnya memanggil dan memeriksa Mahfud dan Akil.

“Kronologis juga telah kita sampaikan kepada KPK. Dan kita minta KPK secepatnya memeriksa yang bersangkutan,” tandasnya.(tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses Sobir di Manyabar, dari Infra hingga Ekonomi

    Reses Sobir di Manyabar, dari Infra hingga Ekonomi

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Lanjutan pambangunan jalan usaha tani sepanjang sekitar 850 meter menjadi salah satu ajuan Desa Manyabar, Panyabungan saat reses anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Sobir Lubis,SH melakukan reses di Desa itu, Senin (23/12/2019). Sepanjang 30 meter telah dibangun menggunakan Dana Desa. Sehingga sekitar 800 meter lagi membutuhkan dukungan dana dari APBD Madina. Menurut Kepala […]

  • Jembatan Batang Batahan Rawan Kecelakaan

    Jembatan Batang Batahan Rawan Kecelakaan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – lantai jembatan Batang Batahan menghubungkan Kecamatan Sinunukan dengan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah rapuh menyebabkan situasinya rawan kecelakaan. Dedi Saputra seorang sopir truk kepada wartawan Rabu (2/10/2013) mengungkapkan setiap melewati jembatan itu karnet harus turun mengarahkan agar jangan sampai ban mobil terperosok. “Lantai jembatan sudah mulai berlobang. Satu orang […]

  • Satu Rumah Terbakar di Natal

    Satu Rumah Terbakar di Natal

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Satu rumah di Desa Setia Karya Pasar IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal musnah terbakar, (Madina), Minggu (15/1/2016). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.20 WIB diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah itu bernama Yus (40) dan anak-anaknya sedang di kebun ketika kebakaran terjadi. Warga setempat mengungkapkan, kejadian diketahui […]

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • Nelayan bakal punya rumah

    Nelayan bakal punya rumah

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 10/2001 tentang Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) akan menyiapkan rumah murah untuk nelayan mulai tahun 2012. “Sebagai nakhoda program PKN, pemerintah telah menyiapkan Rp3 triliun pada tahun ini,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, dalam siaran persnya, hari ini. Menurut dia, anggaran sebesar itu untuk pembangunan […]

expand_less