Kamis, 5 Nov 2026
light_mode

Merdeka, akan tetapi…

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
  • print Cetak

Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang amat istimewa dan bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia dengan suka cita memeriahkan peringatan HUT RI yang kini memasuki usia 66 tahun itu. Keistimewaan tanggal 17 Agustus tidak hanya karena menyimpan sejarah yang tinggi, namun juga amat sakral bagi seluruh bangsa Indonesia. Karena pada tanggal itulah Bung Karno didampingi Bung Hatta 66 tahun yang lalu dengan gagah berani memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia dari segala bentuk penjajahan oleh bangsa asing. Seluruh rakyat Indonesia kala itu menyambut pembacaan teks proklamasi yang dibacakan Bung Karno dengan sujud syukur serta berteriak, ALLAHU AKBAR…MERDEKA

Bangsa ini patut bangga dan berterimakasih kepada para pejuang dan pahlawan yang dengan darah mereka-lah Indonesia berhasil meraih kemerdekaan dan berdiri kokoh hingga sekarang ini. Kita juga harus sadari bahwa kemerdekaan yang berhasil diraih para pejuang dan pahlawan kemerdekaan kala itu tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Kita tentu tahu betapa Bung Karno seorang pemuda yang amat mencintai Al-Quran dan selalu selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Begitu pula Bung Hatta, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan para pejuang-pejuang kemerdekaan lainnya. Maka dari itu hal utama yang harus kita lakukan dalam memperingati kemerdekaan RI ini adalah bersyukur kepada Tuhan Semesta Alam. Karena berkat rohmat Tuhan-lah bangsa Indonesia bisa merdeka.

66 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka, 66 tahun pula terjadi banyak perubahan di negeri ini. Namun sudah cukup-kah dengan merdeka saja? Menurut penulis, merdeka saja tidak cukup Bung! Apalagi jika kemerdekaan itu justru semakin melunturkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Bangsa Indonesia khususnya para generasi muda kini justru banyak yang semakin terlena oleh kemerdekaan yang telah diraih selama ini. Kita lebih sering mengagung-agungkan Negara lain yang lebih maju, dari pada dengan besar hati mengakui akan Indonesia dengan segala kelimpahan yang terkandung di dalamnya. Banyak kalangan yang sering kali menyerukan cinta dan bangga Indonesia, bahkan ada yang berani bilang 100%. Namun itu masih sedikit sekali saudara-saudara!

Merdeka saja tidak cukup saudara-saudara! Banyak hal yang harus kita kerjakan untuk mengisi kemerdekaan itu.Banyak tantangan yang akan terus menghadang perjalanan bangsa ini ke depan. Tidak sedikit pula ujian dan cobaan yang Tuhan berikan terhadap bangsa ini, sebagai peringatan agar kita kembali ke jalan-Nya. Belum lagi berbagai persoalan bangsa yang mendesak untuk segera dituntaskan, seperti kemiskinan, kebodohan, kelaparan, korupsi, pelanggaran HAM, ledakan jumlah penduduk, dsb. Merdeka saja tidak cukup saudara-saudara! Merdeka memang begitu mudah terucap dibibir kita, namun terkadang sulit kita menjiwainya. Bangsa ini harus terus bangkit saudara-saudara! Bangkit dalam artian bangun dari tidur panjang kita selama ini. Kini saatnya kita berhenti beromantisme yang berlebih-lebihan terhadap sejarah masa lalu bangsa, jangan sampai tidur panjang bangsa ini jadi kebablasan.

Bangkitlah saudara-saudara! Demi nusa, bangsa dan negeri kita tercinta ini. Jangan biarkan ibu pertiwi menangis, merdeka saja memang tidak cukup. Bangkit berarti seluruh individu masyarakatnya juga harus bangkit beserta seluruh komponen bangsa Indonesia. Menurut penulis, setiap individu masyarakat kita harus bangkit menjadi agen-agen perubahan, menjadi motor penggerak untuk kemajuan Indonesia menjadi lebih baik. Merdeka saja memang tidak cukup saudara-sauadara! Setiap individu masyarakat harus menyadari akan tanggungjawabnya terhadap nusa, bangsa dan Negara. Kita tidak boleh egois saudara-saudara, jangan hanya sibuk menuntut hak dan terus-terusan menyalahkan Negara. Sementara kita sendiri seringkali melalaikan kewajiban kita terhadap nusa, bangsa dan Negara ini.

Akhirnya sebagai penutup tulisan ini penulis ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 66! Dirgahayu Negeriku! Bangkitlah Bangsaku! Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Mari bangkitkan kembali rasa cinta kepada Indonesia. Mari kita berkarya, berprestasi, peduli dan berbuat hal-hal positif untuk mengharumkan nama bangsa ini. Percayalah dan Optimislah saudara-saudara, bersama kita pasti bisa. MERDEKA!
oleh : Cipto Wardoyo

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUSAT STUDI KEBENCANAAN (bagian 1)

    PUSAT STUDI KEBENCANAAN (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution PENDAHULUAN Dalam berbagai kesempatan diskusi dengan Kasubbag Program BPBD Madina, Raja Nasution-bisa disebut kami tidak lupa membicarakan gagasan untuk melakukan kajian tentang urgensi pendirian pusat studi kebencanaan di Panyabungan sebagai jantung urat nadi pemerintahan dan juga sosial kemasyarakatan. Saya selalu menekankan bahwa persoalan ini bukan terletak pada soal kelayakan atau tidak, […]

  • Berkas tersangka pembakar lahan dinyatakan lengkap

    Berkas tersangka pembakar lahan dinyatakan lengkap

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepolisian Daerah Riau telah menetapkan 66 tersangka kasus pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau. Dari 66 tersangka, 2 berkas telah dinyatakan lengkap atau P21. “Yang selesai masih tahap 1 ke kejaksaan untuk P21 ada 21 orang. Dan yang sudah P21 ada 2 berkas itu kasus di Rokan Hilir,” kata Kabag Penum Polri […]

  • Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Kejaksaan Negeri Madina terus memburu alat bukti baru dalam kasus korupsi proyek Smart Village 2023. Tersangkanya MA, Direktur Utama PT ISN. Nilai proyek Rp24,9 juta per desa, tapi aplikasinya tak bisa dipakai. “Tim Pidsus masih terus melakukan pengumpulan alat bukti dan barang bukti sembari melakukan pemberkasan dalam perkara MA,” kata Kasi Intel […]

  • Defisit APBD Madina Masih Gelap, DPRD Jangan Cuma Gonggong

    Defisit APBD Madina Masih Gelap, DPRD Jangan Cuma Gonggong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Kasus defisit APBD Kabupaten Mandailing Natal belum tentu ujung pangkalnya. Janji DPRD Madina untuk membentuk tim investigasi hanya gong-gongan semata. Nyatanya, sampai detik ini belum ada tindakan apapun terkait penelusuran kasus defisit anggaran ini. Pengurus Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Iswadi Batubara kepada Berita Rabu (8/12) kemarin mengatakan kekecewaannya terhadap kinerja […]

  • Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    Warga Aek Marian Pasang Kayu dan Bendera di Lobang Jalan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong rasa kecewa sekaligus untuk protes terhadap kondisi jalan yang berlubang, warga memasang kayu dan bendera merah di lobang badan jalan Lintas Sumatera titik Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina). pemasangan kayu dan bendera itu juga berguna sebagai rambu-rambu bagi para supir agar menghindari lobang yang […]

  • Media Arab Saudi Soroti Penzoliman Kepada Habib Rizieq

    Media Arab Saudi Soroti Penzoliman Kepada Habib Rizieq

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Media Tawaashul yang berbasis di Arab Saudi menyoroti rekayasa pembunuhan karakter Habib Rizieq di Indonesia. Dalam pemberitaannya edisi 1 Juni 2017, media yang berkantor di Riyadh itu menurunkan headline berjudul “Rencana Membidik Pimpinan FPI Setelah Perannya Jatuhkan Gubernur Kristen Jakarta” Media itu menulis bahwa ormas-ormas Islam di Indonesia mencapai kemenangan dalam menjatuhkan Gubernur […]

expand_less