Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu mau tidak mau harus berobat di Jakarta, agar kakinya tak diamputasi.

Santri yang tergolong cerdas dan saat ini sedang memasuki program Tahfizul Qur’an itu berasal dari Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

“Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9).

Marwan Hasibuan, ayah kandung Aldi kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9), menyatakan sudah satu bulan ini mengobatkan anaknya di sebuah klinik di Jakarta. Klinik yang memadukan medis dan herbal.

Di Jakarta, harapan tak diamputasi ada. Berdasar pemeriksaan di klinik ini, kaki Aldi masih ada harapan tak diamputasi. Hanya saja butuh sekitar 6 bulan lama pengobatan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Maka, baru-baru ini dia sudah menggadai lahan sawah miliknya. Uang hasil gadai itu pun sudah dikirimkan ke Jakarta.

“Alhamdulillah, biaya untuk sebulan ini, sudah cukup. Nampaknya, sekalipun belum dironsen, bengkak di lutunya sudah berkurang. Tapi, biaya untuk lima bulan ke depan, dari mana? Saya sudah tak punya daya lagi. Saya, mohon kepada dermawan dimanapun berada, tolonglah anak saya. Saya sangat berharap agar dia tidak perlu menjalani amputasi,” sebutnya.

Penyebab derita di kaki Aldi itu akibat terjatuh enam bulan lalu. Karena awalnya tak terasa sakit, dia baru berobat sepekan kemudian. Setelah menjalani proses pengobatan hingga enam bulan, bagian lututnya semakin bengkak dan pihak medis di RSU Panyabungan memvonisnya harus diamputasi alias dipotong.

Tetapi, belakangan, kaki kiri Aldi Subhandi Hasibuan dimungkinkan masih bisa diselamatkan dari ancaman amputasi.

Kemungkinan itu diketahui setelah Aldi dibawa keluarganya berobat ke Jakarta dengan pola pengobatan medis plus herbal.

“Aldi Hasibuan sekarang sedang menjalani pengobatan medis dan herbal. Menurut dokternya, pengeobatan itu bisa sembuh tanpa operasi (amputasi). Tentu saja, kita sangat bersyukur jika masih bisa sembuh tanpa amputasi,” ungkap salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar.

“Tapi, pengobatan medis dan alternatif itu diperkirakan butuh waktu enam bulan dan biayanya tergolong sangat mahal untuk ukuran orang tuanya. Saya merasa sangat kasihan. Marwan Hasibuan (orang tua Aldi) sudah harus memohon bantuan kepada orang-orang dermawan. Makanya, dia mengajaknya untuk mendatangi redaksi Mandailing Online ini,” imbuhnya.

Marwan Hasibuan sendiri menyatakan sedikit lega mendengar ada pengobatan lain yang tidak mengharuskan kaki anaknya dipotong. Hanya saja, butuh biaya besar. Dia berharap ada banyak dermawan yang kasihan dan simpati sama anaknya.

Saat ini Marwan yang keseharaian sebagai buruh bangunan itu sudah kewalahan memikirkan biaya anaknya berobat di Jakarta, padahal pengobatan di Jakarta ini menjadi harapan anaknya selamat dari ancaman amputasi.

“Saya yakin, banyak orang baik yang kasihan dan bersimpati sama Aldi. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menyembuhkan kaki Aldi tanpa perlu amputasi. Dia anak berpotensi. Dia harus melanjutkan program Tahfiz Al-Qur’an di sekolah Pesantren darul Ikhklas Dalanlidang, Panyabungan,” ungkapnya.

Peliput       : Ludfan Nasution

Editor         : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    Baru 72 Ribu Jiwa Masyarakat Terekam e-KTP

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Terhitung 1 Oktober 2012 lalu, masih 72.000 jiwa masyarakat Kabupaten Padang Lawas (Palas) terekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sesuai targetnya Kemendagri, harus terekam 155.000 jiwa dengan batas akhir Oktober mendatang. Demikian kata Kabid Kependudukan, Disdukcapil Kabupaten Palas, Darwin Lubis usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Rabu (3/10) lalu. Pihaknya hingga saat […]

  • Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    Ketika “Monyet” Mamenangi Pemilu

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Lokot Husda Lubis, S. Ag Sekedar ilustrasi, di negeri entah berantah seekor Raja Monyet tiba-tiba mendadak mengumpulkan para Menteri dan petinggi di kerajaannya. Sepertinya ada sidang Kabinet mendadak yang wajib di hadiri para petinggi kerajaan. Informasinya, rapat itu begitu penting, sehingga setiap Menteri atau petinggi kerajaan tidak satupun yang boleh absent Para Menteri dan […]

  • Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia"Berdamai dengan tetangga"

    Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia"Berdamai dengan tetangga"

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hubungan Malaysia dan Indonesia kembali memanas setelah insiden penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diklaim telah melewati perbatasan Indonesia. Benar atau salah sampai saat ini belum dapat kepastian hukum yang jelas hingga membuat dua pihak saling member tanggapan negative.Aksi demonstrasi pun terjadi unuk membebaskan tiga orang tersebut, namun Malaysia tidak terima atas perlakuan […]

  • Tiga Pasangan Calon Teken Kesepakatan Pilkada Damai

    Tiga Pasangan Calon Teken Kesepakatan Pilkada Damai

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Penandatanganan kesepakatan pilkada damai (pemungutan suara ulang) di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Panyabungan, Kamis (24/02/2011), hanya ditandatangani tiga pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati dari tujuh pasangan calon. Satu pasangan calon belum bersedia tanda tangan, sementara tiga pasangan calon lainnya tidak hadir. Keempat pasangan calon yang hadir yakni Calon Bupati Nomor Urut […]

  • STA dan Willem Iskander Diseminarkan

    STA dan Willem Iskander Diseminarkan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh bahasa Sutan Takdir Alisjahbana dan tokoh pendidikan abad 19 Sutan Iskandar alias Willem Iskander di seminarkan di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Jum’at (19/6/2026). Seminar berlangsung di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina. Pesertanya dari berbagai kalangan: akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat dan profesi. Diselenggarakan Dinas Sosial Madina bekerjasama […]

  • Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan kebijakan pemerintah daerah yang diduga salah kaprah berakibat uang negara yang nota bene uang rakyat mubazir dihamburkan. Kasus komplek bangunan pasar lelang karet di kawasan Desa Tobang Kecamatan Kotanopan, mubazir alias tak dimanfaatkan […]

expand_less