Kamis, 10 Sep 2026
light_mode

Miskin, Ayah Aldi Sudah Gadai Sawah, Tak Cukup Biaya Berobat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Demi kesembuhan anaknya, demi menyelamatkan kaki anaknya dari ancaman amputasi, Marwan telah menggadaikan sawah.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Kini, Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan, Mandailing Natal itu mau tidak mau harus berobat di Jakarta, agar kakinya tak diamputasi.

Santri yang tergolong cerdas dan saat ini sedang memasuki program Tahfizul Qur’an itu berasal dari Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal.

“Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9).

Marwan Hasibuan, ayah kandung Aldi kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9), menyatakan sudah satu bulan ini mengobatkan anaknya di sebuah klinik di Jakarta. Klinik yang memadukan medis dan herbal.

Di Jakarta, harapan tak diamputasi ada. Berdasar pemeriksaan di klinik ini, kaki Aldi masih ada harapan tak diamputasi. Hanya saja butuh sekitar 6 bulan lama pengobatan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Maka, baru-baru ini dia sudah menggadai lahan sawah miliknya. Uang hasil gadai itu pun sudah dikirimkan ke Jakarta.

“Alhamdulillah, biaya untuk sebulan ini, sudah cukup. Nampaknya, sekalipun belum dironsen, bengkak di lutunya sudah berkurang. Tapi, biaya untuk lima bulan ke depan, dari mana? Saya sudah tak punya daya lagi. Saya, mohon kepada dermawan dimanapun berada, tolonglah anak saya. Saya sangat berharap agar dia tidak perlu menjalani amputasi,” sebutnya.

Penyebab derita di kaki Aldi itu akibat terjatuh enam bulan lalu. Karena awalnya tak terasa sakit, dia baru berobat sepekan kemudian. Setelah menjalani proses pengobatan hingga enam bulan, bagian lututnya semakin bengkak dan pihak medis di RSU Panyabungan memvonisnya harus diamputasi alias dipotong.

Tetapi, belakangan, kaki kiri Aldi Subhandi Hasibuan dimungkinkan masih bisa diselamatkan dari ancaman amputasi.

Kemungkinan itu diketahui setelah Aldi dibawa keluarganya berobat ke Jakarta dengan pola pengobatan medis plus herbal.

“Aldi Hasibuan sekarang sedang menjalani pengobatan medis dan herbal. Menurut dokternya, pengeobatan itu bisa sembuh tanpa operasi (amputasi). Tentu saja, kita sangat bersyukur jika masih bisa sembuh tanpa amputasi,” ungkap salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar.

“Tapi, pengobatan medis dan alternatif itu diperkirakan butuh waktu enam bulan dan biayanya tergolong sangat mahal untuk ukuran orang tuanya. Saya merasa sangat kasihan. Marwan Hasibuan (orang tua Aldi) sudah harus memohon bantuan kepada orang-orang dermawan. Makanya, dia mengajaknya untuk mendatangi redaksi Mandailing Online ini,” imbuhnya.

Marwan Hasibuan sendiri menyatakan sedikit lega mendengar ada pengobatan lain yang tidak mengharuskan kaki anaknya dipotong. Hanya saja, butuh biaya besar. Dia berharap ada banyak dermawan yang kasihan dan simpati sama anaknya.

Saat ini Marwan yang keseharaian sebagai buruh bangunan itu sudah kewalahan memikirkan biaya anaknya berobat di Jakarta, padahal pengobatan di Jakarta ini menjadi harapan anaknya selamat dari ancaman amputasi.

“Saya yakin, banyak orang baik yang kasihan dan bersimpati sama Aldi. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti menyembuhkan kaki Aldi tanpa perlu amputasi. Dia anak berpotensi. Dia harus melanjutkan program Tahfiz Al-Qur’an di sekolah Pesantren darul Ikhklas Dalanlidang, Panyabungan,” ungkapnya.

Peliput       : Ludfan Nasution

Editor         : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 2)

    API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KETIKA KEJAHATAN MENJADI BAGIAN DOMINAN EKOSISTEM EKONOMI   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Masyarakat sering melihat narkotika dan rokok ilegal sebagai kasus yang berdiri sendiri. Padahal keduanya bisa menjadi bagian dari satu ekosistem ekonomi gelap yang sedang menguasai denyut kehidupan warga. Ketika ekonomi legal melemah, logikanya, ekonomi ilegal mulai tumbuh. Ketika lapangan kerja menyempit, jalur […]

  • Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Budidaya durian Mentong ternyata memiliki prospek yang sangat menggiurkan, selain harganya yang sangat mahal juga mampu berbuah tiga kali dalam setahun. Durian Mentong asal Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal saat ini pasarnya sudah merambah Jakarta. Harga jualnya di tingkat konsumen mampu mencapai sekitar 250.000 per buah. Beda dengan durian […]

  • Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte. Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta. Berikut ini hasil catatannya : Pada tanggal 18 Agustus […]

  • Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    Harapan Baru di Selatan Sumut: IKANAS Madina dan Jalan Panjang Nasution untuk Nusantara

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada yang perlahan bergerak dari selatan Sumatera Utara. Bukan suara ledakan politik. Bukan pula gegap-gempita proyek negara. Tetapi denyut lama yang seperti hendak dibangunkan kembali: kesadaran tentang persaudaraan, kehormatan sosial, dan tanggung jawab antargenerasi di tengah dunia yang semakin individualistik. Di Mandailing Natal, geliat itu mulai terasa melalui bangkitnya […]

  • DCS Dapil 2 PPP Madina

    DCS Dapil 2 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PPP Madina

  • Jelang Lebaran Kendaraan Penumpang Harus Fit

    Jelang Lebaran Kendaraan Penumpang Harus Fit

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINTANG – Mngantisipasi terajadinya kecelakaan pada arus mudik lebaran mendatang, para pengusaha angkutan umum di Kabupaten Sintang diminta untuk memperhatikan kendaraan yang akan dipergunakan untuk mengangkut penumpang. “Jangan hanya karena ingin mengejar keuntungan semata kita kemudian mengabaikan keselamatan penumpang dengan menggunakan kendaraan yang sudah tidak layak lagi, itu dilarang,” kata kepala dinas perhubungan Kabupaten Sintang […]

expand_less