Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Pedagang Pindah Satpol PP Pasrah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
  • print Cetak


Ratusan Pedagang Pabukoaan Buka Lapak Baru di Jalan Monginsidi
Sekitar 150-an pedagang pasar pabukoan yang ditempatkan Pemko Psp di komplek City Walk, memindahkan seluruh barang dagangannya dan membuka lapak baru di Jalan Monginsidi, Rabu (10/8). Melihat aksi para pedagang ini, personel Satpol PP pasrah. Sebab, mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa perintah pimpinan.

Menurut pedagang, mereka pindah dari lokasi pasar pabukoan di City Walk karena dagangan kurang laku. Jumlah pembeli yang datang terbatas. Akibatnya, modal yang mereka tanam habis begitu saja tanpa menghasilkan untung.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Perindagkop) dan UKM, Islahuddin Nasution melalui Kabid Pasar, Ahmad Hasanuddin Pohan, kepada METRO, mengaku, meski mengetahui perpindahan lokasi seluruh pedagang pasar pabukoan ke Jalan Monginsidi, pihaknya tetap belum bisa mengambil tindakan apapun. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu perintah dari wali kota.
Hal senada juga disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Erwin H Harahap. Saat ditemui di Jalan Monginsidi, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada perintah resmi dari pimpinan. “Kalau ada perintah pimpinan yang menyebutkan pedagang harus kembali dipindahkan ke City Walk, baru kita lakukan. Namun, panitia belum berkoordinasi dengan kita atas hal ini,” sebutnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemko Psp, Ahmad Bestari Lubis, pihaknya masih belum bisa menghubungi pimpinan (wali kota) untuk mengetahui langkah dan tindakan apa yang akan dilakukan atas kejadian tersebut.
Sedangkan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Psp Khoiruddin Nasution, menyayangkan adanya kejadian tersebut. Itu menunjukkan masyarakat tidak patuh terhadap kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah.
Sekretaris Komisi II DPRD Psp Sopian Harahap, menambahkan, kejadian ini menjadi bukti pemerintahan tidak lagi dipercaya masyarakat. Ia menduga, kejadian penolakan pedagang pasar pabukoan ini karena pada saat perencanaan pemerintah terkesan kurang melakukan pendekatan terhadap pedagang.
“Ke depan kita harapkan pemerintah berfikir bagaimana caranya agar tidak ada yang merasa dirugikan dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Kita minta pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini tanpa ada yang dirugikan agar marwah dan kredibilitas pemerintah kembali dipercaya masyarakatnya sendiri,” sarannya.
Sementara itu, kalangan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB), Andi Lumalo Harahap, mencibir pemerintah. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Disperindagkop melainkan menjadi tanggung jawab Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution yang tidak memahami keinginan warganya.
Untuk itu, ia meminta kepada wali kota untuk turun tangan menyelesaikan persoalan pasar pabukoan ini, sebelum timbul pro dan kontra antara masyarakat. “Kita minta pemko segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya. (phn)
Sumber : Metro_Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Komunitas Business Owners Community (BOC) kembali mengadakan seminar di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar berlangsung di Cafe Rumah Daun, kawasan Toguda-STAIN, Minggu (31/8/2025). Peserta seminar berasal dari kalangan santri, siswa SLTA, mahasiswa dan masyarakat umum. Seminar ini mengusung tema “Kebebasan Finansial” menghadirkan tiga pemateri. Tiga topik disampaikan pada seminar itu, yakni “Paradigma […]

  • ResmiTersangka, Penusuk Anak SD Terancam 7,5 Tahun

    ResmiTersangka, Penusuk Anak SD Terancam 7,5 Tahun

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – John Kei (JK), preman yang selama ini keberadaannya cukup meresahkan masyarakat karena kerap melakukan keributan dan kekerasan ditangkap aparat Polda Metro Jaya, di Hotel C’One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) malam. Preman berdarah Maluku ini ditangkap bersama seorang wanita artis berinsial AF saat tengah mengisap sabu di dalam kamar 501. Saat hendak ditangkap […]

  • DPRD Psp Kunjungi Kantor Satu Atap di Madina

    DPRD Psp Kunjungi Kantor Satu Atap di Madina

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN- DPRD dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan (Pemko Psp), Kamis (18/11) lalu berkunjung ke Kantor Pelayanan Satu Atap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kedatangan mereka untuk mematangkan rencana diterapkannya kantor pelayanan satu atap di Kota Psp, yang saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang organisasi dan tata kerja kantor pelayanan perizinan terpadu Kota Psp sedang dibahas. […]

  • Waralaba Khas Mandailing

    Waralaba Khas Mandailing

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Selama ini Mandailing terlalu lama berdiri di ujung rantai ekonomi: menanam, memetik, mengolah, lalu menjual murah. Sementara keuntungan besar justru sering dinikmati mereka yang datang belakangan: pemilik merek, pemilik jaringan, pemilik sistem, dan pemilik cerita. Kopi Mandailing tumbuh dari tanah pegunungan. Tetapi nilai paling mahalnya sering muncul setelah: * […]

  • PAKANTAN : LAND OF MY ANCESTOR

    PAKANTAN : LAND OF MY ANCESTOR

    • calendar_month Rabu, 2 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Ferdi Cullen Sudah cukup lama saya mempunyai keinginan untuk pulang kampung ke tanah asal leluhur saya berada, karena menurut keyakinan kami Suku Mandaliling menjadi sebuah kelumrahan jika seseorang yang beranjak dewasa wajib untuk melihat tanah leluhurnya sehingga kami tidak lupa daratan dan kami mengetahui siapa kami sebenarnya. Dengan berbekal rencana yang sangat […]

  • Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil survei KPK dan TII secara bersamaan menempatkan Medan sebagai kota yang korup dan buruk pelayanan publiknya Tanggal 1 November 2010 KPK telah mempublikasikan hasil survei terhadap instansi pusat, instansi vertikal dan pemerintah daerah yang disebut Indeks Integritas Nasional (IIN) 2010. Ini merupakan indeks gabungan antara nilai rata-rata di instansi pusat, instansi vertikal dan Pemko. […]

expand_less