Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pedagang Pindah Satpol PP Pasrah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
  • print Cetak


Ratusan Pedagang Pabukoaan Buka Lapak Baru di Jalan Monginsidi
Sekitar 150-an pedagang pasar pabukoan yang ditempatkan Pemko Psp di komplek City Walk, memindahkan seluruh barang dagangannya dan membuka lapak baru di Jalan Monginsidi, Rabu (10/8). Melihat aksi para pedagang ini, personel Satpol PP pasrah. Sebab, mereka tidak bisa berbuat apa-apa tanpa perintah pimpinan.

Menurut pedagang, mereka pindah dari lokasi pasar pabukoan di City Walk karena dagangan kurang laku. Jumlah pembeli yang datang terbatas. Akibatnya, modal yang mereka tanam habis begitu saja tanpa menghasilkan untung.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Perindagkop) dan UKM, Islahuddin Nasution melalui Kabid Pasar, Ahmad Hasanuddin Pohan, kepada METRO, mengaku, meski mengetahui perpindahan lokasi seluruh pedagang pasar pabukoan ke Jalan Monginsidi, pihaknya tetap belum bisa mengambil tindakan apapun. Sejauh ini, pihaknya masih menunggu perintah dari wali kota.
Hal senada juga disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Erwin H Harahap. Saat ditemui di Jalan Monginsidi, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada perintah resmi dari pimpinan. “Kalau ada perintah pimpinan yang menyebutkan pedagang harus kembali dipindahkan ke City Walk, baru kita lakukan. Namun, panitia belum berkoordinasi dengan kita atas hal ini,” sebutnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemko Psp, Ahmad Bestari Lubis, pihaknya masih belum bisa menghubungi pimpinan (wali kota) untuk mengetahui langkah dan tindakan apa yang akan dilakukan atas kejadian tersebut.
Sedangkan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Psp Khoiruddin Nasution, menyayangkan adanya kejadian tersebut. Itu menunjukkan masyarakat tidak patuh terhadap kebijakan yang dibuat oleh kepala daerah.
Sekretaris Komisi II DPRD Psp Sopian Harahap, menambahkan, kejadian ini menjadi bukti pemerintahan tidak lagi dipercaya masyarakat. Ia menduga, kejadian penolakan pedagang pasar pabukoan ini karena pada saat perencanaan pemerintah terkesan kurang melakukan pendekatan terhadap pedagang.
“Ke depan kita harapkan pemerintah berfikir bagaimana caranya agar tidak ada yang merasa dirugikan dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Kita minta pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini tanpa ada yang dirugikan agar marwah dan kredibilitas pemerintah kembali dipercaya masyarakatnya sendiri,” sarannya.
Sementara itu, kalangan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB), Andi Lumalo Harahap, mencibir pemerintah. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Disperindagkop melainkan menjadi tanggung jawab Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution yang tidak memahami keinginan warganya.
Untuk itu, ia meminta kepada wali kota untuk turun tangan menyelesaikan persoalan pasar pabukoan ini, sebelum timbul pro dan kontra antara masyarakat. “Kita minta pemko segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya. (phn)
Sumber : Metro_Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Minta Polisi Tertipkan Tambang Emas di Desa Rantobi yang Atasnamakan Pembangunan Masjid dan Lapangan Bola

    Warga Minta Polisi Tertipkan Tambang Emas di Desa Rantobi yang Atasnamakan Pembangunan Masjid dan Lapangan Bola

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online: Terkait tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat di sungai batang natal tepatnya di dusun batumarsaong desa Rantobi Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Kasat Reskrim Polres Madina AKP. Ikwannuddin Nasution yang dimintai tanggapan nya hanya komentar singkat.” Naikkonma soni somantak ia” yang artinya naikkan saja biar berhenti. Diketahui […]

  • Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan. Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias. Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm. […]

  • Keluarga Besar Pesantren Darul Aziz Ziarahi Makam Syekh Mahmud

    Keluarga Besar Pesantren Darul Aziz Ziarahi Makam Syekh Mahmud

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Ahmad Effendi
    • 0Komentar

    Keluarga Besar Darul Aziz Ziarahi Makam Syehk Mahmud Kotanopan, Mandailingonline Keluarga Besar Pesantren Darul Aziz Air Jambu Kotanopan melakukan Ziarah ke Makam Syekh Mahmud. Ziarah ini, berlangsung khitmad usai sholat Jumat (14/10) di jalan lingkar Kotanopan, desa Tombang Bustak, Kec. Kotanopan, Mandailing Natal. Turut Hadir dalam acara ini, Ketua Yayasan Darul Aziz Air Jambu, H. […]

  • FPI Minta Walikota Larang Ahmadiyah Beraktifitas di Medan

    FPI Minta Walikota Larang Ahmadiyah Beraktifitas di Medan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara meminta Walikota Medan melarang Ahmadiyah melakukan aktifitasnya di Kota Medan, dengan mengeluarkan surat keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain. “Kami meminta agar Pemko Medan melarang aktifitas Ahmadiyah dengan membuat suatu keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain yaitu Jawa Timur dan daerah lainnya,” pinta Sekretaris […]

  • Ikanas Akan Terbitkan Petisi

    Ikanas Akan Terbitkan Petisi

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online)  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan tanggapannya terkait pemberian marga Nasution kepada Ali Moechtar Ngabalin Ketua DPD Ikanas Sumut Dr H Amarullah Nst, SE. MBA mengungkapkan pihaknya banyak mendapat pertanyaan-pertanyaan baik itu dari pengurus Ikanas Sumut, anggota dan masyarakat pada umumnya tentang pemberian marga […]

  • Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    LINGGABAYU|| Mandailing Online— Puluhan unit ekskavator diduga bebas beroperasi siang dan malam di lokasi bekas lahan PT M3, Dusun Pulo Padang, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas tersebut diduga kuat merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI. Informasi ini disampaikan warga Kelurahan Tapus kepada wartawan, Jumat (12/9/2026). Menurut warga, aktivitas alat berat sudah berlangsung lama […]

expand_less