Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Pegawai Honor Diberhentikan, Klinik Malaria Madina Tutup

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Pemberhentian pegawai honor di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai 2 Januari 2012 lalu berdasarkan Surat Edaran Sekda M Daud Batubara, berimbas kepada kebutuhan masyarakat endemis malaria tersebut.

Sebab, semua honorer medis yang bertugas Kantor Penanggulangan Malaria Center juga telah diberhentikan. Dampak pemberhentian tersebut, klinik pelayanan pengobatan malaria di Kota Panyabungan terpaksa ditutup karena kurangnya tenaga medis.

Salah seorang warga Desa Siobon, Aminah (40) yang dijumpai wartawan beberapa waktu lalu, saat sedang berdiri di depan klinik malaria di Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan Kota mengatakan, ia sudah sejak pagi berdiri di depan klinik menunggu klinik malaria dibuka. Namun sampai siang klinik yang biasa tempatnya berobat belum juga beroperasi.

“Saya sudah biasa berobat di klinik malaria ini, sebab selain pengobatannya tidak dipungut biaya, obat-obatannya juga sangat bagus dan cocok buat saya,” ujar Aminah.

Tapi entah mengapa kantor ini yang biasa buka pukul 08.00 WIB, sampai saat siang juga belum dibuka. Apabila benar bahwa klinik malaria ini telah ditutup oleh Pemerintah Madina, Aminah amat merasa kecewa. Sebab selain klinik ini pelayanannya bagus kepada pasien, klinik ini juga sebagai salah satu tempat berobat masyarakat yang paling pro masyarakat tak mampu akibat keterbatasan ekonomi, papar Aminah

Masih kata Aminah, apabila klinik malaria ini tetap ditutup, warga Madina yang ekonominya lemah merasa pemerintahan yang sekarang tidak pro akan kesehatan masyarakat.

Lain halnya yang disampaikan Badria (28) warga Panyabungan Timur yang menggendong anaknya yang sedang sakit. Ia mengatakan dengan adanya klinik malaria di Kelurahan Sipolu-polu ini, tempat tinggalnya yang jauh bisa dengan cepat sampai kesini tanpa memakan banyak ongkos atau biaya.

“Kita orang yang kurang mampu, mau berobat ke rumah sakit saja kita takut karena tidak ada biaya dan kita sangat bersyukur dengan adanya klinik malaria ini, karena berobat malaria ke sini kami tidak sepeserpun dikenakan biaya,” ungkap Badria.

Badria menambahkan, secara pribadi selaku warga Madina berharap agar Pemkab Madina sesegera mungkin membuka kembali klinik malaria, karena di klinik inilah orang kecil bisa berobat. (BS-026)

s��� �e=’mso-ansi-language:EN-US’>Pusat bisa tercapai,” katanya.

Darmin Pulungan, salah seorang anggota Kelompok Tani Jeruk Keprok Maga mengatakan, kerinduan untuk menikmati kembali rasa dan hasil buah asli daerah tersebut bisa cepat tercapai, karena Jeruk Keprok punya banyak sejarah yang menjadikan taraf hidup masyarakat di daerah ini menjadi sejahtera bahkan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari hasil jeruk tersebut sudah warga rasakan. Karena di masa itu banyak dari daerah ini yang menduduki perguruan tinggi.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah agar tidak setengah hati untuk menjankan program yang membawa kesejahteraan bagi ratusan kepala keluarga di dua desa ini ditambah dengan wakil rakyat yang duduk di gedung yang terhormat agar bisa memberikan anggaran APBD Madina sebagai biaya perawatan lanjutan di tahun ini hingga masa panen karena Jeruk Keprok memasuki masa panen di tahun kelima,” katanya. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Zona Hijau Covid-19

    Madina Zona Hijau Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal masih berada dalam posisi zona hijau dalam peta Covid-19. Itu diungkap Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menjawab wartawan usai rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopinda di aula kantor bupati Madina, Rabu (15/2/2020). Zona Hijau adalah status wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi yang […]

  • Warga Mompang Sukarela Buka Jalan

    Warga Mompang Sukarela Buka Jalan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Aksi blokir Jalinsum di Mompang Julu berakhir pukul 18:00 WIB. Warga dengan sukarela membongkar seluruh material blokade, tanpa ada paksaan dari pihak polisi. Beredar kabar bahwa ada pertemuan antara beberapa tokoh masyarakat Mompang Julu dengan pihak polres serta pemkab Madina di perkantoran Pemkab Madina pada siang. Belum diketahui poin poin […]

  • “Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

    “Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pandemi virus Corona (covid-19) berpotensi memicu kebangkitan ideologi radikal. Hal tersebut sampaikan oleh Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina dalam sesi tanya jawab saat talk show “Refleksi G30S/PKI ; Membumikan Nilai-nilai Pancasila, Merajut Kolektifitas, Membangun Solidaritas Ditengah Pandemi Covid-19” Talk show ini dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal, di […]

  • Harapkan Perbaikan.

    Harapkan Perbaikan.

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Masyarakat Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengharapakan perbaikan jembatan rambin menjadi permanen. Jembatan rambin ini selain dilewati warga, juga sebagai sarana mengangkut hasil pertanian masyarakat. (MB)

  • Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di jajaran pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sangat tertutup. Apalagi, terkait kasus dugaan pengutipan dana sertifikasi, insentif dari gubernur dan dan non sertifikasi kepada guru. Sehingga terkesan terciptanya sarang korupsi. Salah seorang guru yang telah bersertifikasi, mengungkapkan pada awalnya mereka tidak setuju adanya […]

  • Kentang Hutanagodang Sangat Digemari

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Jika ada produk lokal Mandailing Natal (Madina) yang pasarnya tidak bisa dipengaruhi produk dari luar daerah, pastinya kentang Hutanagodang produknya. Meskipun harga kentang di seluruh pelosok negeri ini merosot, namun harga kentang kebanggaan orang Mandailing ini tetap stabil di atas Rp.10.000 per kilo gram. Kentang Hutanagodang masih menjadi primadona bagi masyarakat […]

expand_less