Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemilih Diberi Rp10 Ribu Hadir pada Pilkades

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Untuk merangsang agar seluruh masyarakat Desa Gunungtua Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hadir pada pemilihan kepala desa (Pilkades), panitia memberikan uang kepada seluruh pemilih yang memiliki hak suara.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pilkades Gunungtua Lumban Pasir, Dahler Lubis SPd kepada METRO usai pelaksanaan pilkades, Kamis (16/12). Pemberian uang kepada pemilih ini upaya panitia dalam mewujudkan proses pilkades yang sukses dan demokrasi,” katanya.

Dahler menjelaskan, jumlah pemilih yang menerima uang sebanyak 914 orang. Hal itu untuk merangsang keinginan seluruh masyarakat agar hadir pada pilkades ke 2 di desa tersebut. “Dengan cara ini bisa membantu keinginan masyarakat untuk hadir dan mencoblos pada Pilkades,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut Dahler, pemberian uang kepada pemilih adalah wajar karena pihaknya memahami kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini kurang mendukung. Tak hanya itu, pemberian dana itu sebagai pengganti aktivitas dan transport warga.

Sementera itu, Wakil Ketua DPRD Madina, Syarifuddin Ansyari Nasution diminta pendapatnya hal itu mengatakan, pemberian uang tersebut adalah upaya masyarakat untuk memeriahkan pilkades kedua di desa tersebut. “Tak ada kepentingan lain kecuali hanya untuk mendidik masyarakat supaya menjiwai arti demokrasi karena untuk mengikuti Pilkades ini, dan pengganti biaya transportasi,” tuturnya.

Disebutkan Dahler, dalam pilkades ini jumlah pemilih yang hadir sebanyak 726 orang dan calon yang mendaftar sebanyak 3 orang dengan hasil Kepala desa terpilih atau di posisi pertama yakni Zulham Riyad Nasution meraih suara sebanyak 351 suara, di posisi kedua Mahya abidin dengan perolehan suara sebanyak 248 suara, dan posisi terakhir Zainal syafar Nasution dengan perolehan suara sebanyak 108, sedangkan jumlah suara tak sah sebanyak 19.

Abdur rozak (48) seorang pemilih yang ditemui METRO membenarkan bahwa dia telah menerima uang sebesar Rp10 ribu usai mencoblos atau setelah keluar dari bilik suara dan di pintu keluar dia menerima uang sebesar Rp10 ribu.”Iya benar saya menerima uang Rp10 ribu setelah keluar dari bilik suara, tepatnya di jalan keluar disitulah panitia memberikan uang itu, saya katakan bahwa tak ada yang minta imbalan atas uang ini untuk memilih salah satu calon, dan awalnya saat pengumuman saya masih kurang percaya bahwa untuk hadir pemilih akan diberikan uang,” ujar Rozak.

Diungkapkannya, beberapa kali mengikuti Pilkades belum pernah disuguhi uang imbalan seperti ini. “Saya belum pernah diberikan uang hanya untuk mengikuti Pilkades saja, dan seluruh masyarakat senang dan ini betul-betul Pilkades yang merupakan pesta rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa terpilih, Julham Riyad saat ditemui METRO menyebutkan, kemenangan dirinya adalah kemenangan masyarakat. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat supaya bersama-sama membangun desa Gunungtua Lumban Pasir,” imbau julham.

Ketiga Calon Kepala Desa menyatakan tidak keberatan dengan dibagikan uang imbalan transportasi Rp 10 ribu kepada seluruh pemilih karena tak ada kaitan atau pengaruh dengan hasil pilkades. Seperti dikatakan Zainal Syafar calon dengan lambang nenas, kepada METRO dia mengatakan bahwa sebelumnya panitia telah mengumumkan bahwa seluruh pemilih memang diimbau untuk sama-sama hadir dalam Pilkades. “Soal pembagian uang kami tak keberatan karena itu sebelunya telah diumumkan oleh panitia pilkades,” katanya.

Ketiga Calon Kepala Desa menyatakan tidak keberatan dengan dibagikan uang imbalan transportasi Rp 10 ribu kepada seluruh pemilih karena tak ada kaitan atau pengaruh dengan hasil pilkades. Seperti dikatakan Zainal Syafar calon dengan lambang nenas, kepada METRO dia mengatakan bahwa sebelumnya panitia telah mengumumkan bahwa seluruh pemilih memang diimbau untuk sama-sama hadir dalam Pilkades. “Soal pembagian uang kami tak keberatan karena itu sebelunya telah diumumkan oleh panitia pilkades,” katanya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ali Mutiara Maju di Pemilu 2019 Untuk DPRD Sumut

    Ali Mutiara Maju di Pemilu 2019 Untuk DPRD Sumut

    • calendar_month Senin, 7 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ir. Ali Mutiara Rangkuti, MM membulatan tekad maju sebagai calon legislatif DPRD Sumut di Pemilu 2019. Mantan anggota DPRD Madina dari partai Demokrat ini akan maju dari Daerah Pemilihan Sumut VII ( Madina, Tapsel, P.Sidimpuan, Palas dan Paluta). “Hidup ini penuh dengan pilihan. Apapun pilihanmu, pastikan bahwa itu yang terbaik. […]

  • Siantar tak Terima CPNS 2011

    Siantar tak Terima CPNS 2011

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Untuk tahun 2011, Pemko Siantar dipastikan tidak menerima calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan alasan memaksimalkan tenaga PNS dan Honorer yang saat ini berjumlah 8.327 orang, dengan rincian PNS 6.567 orang dan honorer 1.760 orang. Pemerintah Kota Siantar akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelaksanaan pelatihan serta melanjutkan pendidikan. […]

  • Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    Kemhan Pantau Isu Penyadapan Rombongan KTT G-20

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Isu penyadapan terhadap rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam KTT G-20 di Inggris tak hanya didalami Badan Intelijen Negara (BIN). Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga meneliti kasus ini agar tidak menjadi ancaman nasional. “Kita sekarang masih dalami. Supaya harus jelas, harus dilacak darimana sumber awal informasinya itu,” ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam […]

  • Di Balik Penarikan Indomie di Taiwan

    Di Balik Penarikan Indomie di Taiwan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ada kabar menyentak di awal pekan ini. Pemerintah Taiwan menarik mi instan merek Indomie dari supermarket-supermarket di negara tersebut. Produk buatan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk itu mengandung methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat. Bahan pengawet itu dilarang di Taiwan dan hanya bisa digunakan dalam produk kosmetik. Bahan tersebut bisa menyebabkan muntah-muntah, dan jika dikonsumsi […]

  • Polda Sumut Periksa 80 Saksi, PLN Tunggu Giliran

    Polda Sumut Periksa 80 Saksi, PLN Tunggu Giliran

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Guna mencari pelaku dan provokator kerusahan yang terjadi Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) “Tidak tertutup kemungkinan, pihak PLN akan diperiksa. Terutama terkait dengan adanya gardu yang meledak akibat daya berlebihan, sehingga menjadi penyebab padamnya listrik di LP […]

  • Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    Warga Rantonatas Masih Takut ke Kebun

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) –  Penduduk Rantonatas Kecamatan Panyabungan Timur masih takut ke kebun pasca bentrokan dengan warga Pardomuan. Meski Polres Mandailing Natal sudah menempatkan personilnya siang malam di Desa Rantonatas, tetapi hingga Kamis (18/2) ketakutan berada di kebun masih mendominasi penduduk. Warga Desa Rantonatas bentrok dengan warga Desa Pardomuan pada Jum’at (12/2) lalu menyebabkan […]

expand_less