Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Pemilih Diberi Rp10 Ribu Hadir pada Pilkades

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


MADINA- Untuk merangsang agar seluruh masyarakat Desa Gunungtua Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hadir pada pemilihan kepala desa (Pilkades), panitia memberikan uang kepada seluruh pemilih yang memiliki hak suara.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pilkades Gunungtua Lumban Pasir, Dahler Lubis SPd kepada METRO usai pelaksanaan pilkades, Kamis (16/12). Pemberian uang kepada pemilih ini upaya panitia dalam mewujudkan proses pilkades yang sukses dan demokrasi,” katanya.

Dahler menjelaskan, jumlah pemilih yang menerima uang sebanyak 914 orang. Hal itu untuk merangsang keinginan seluruh masyarakat agar hadir pada pilkades ke 2 di desa tersebut. “Dengan cara ini bisa membantu keinginan masyarakat untuk hadir dan mencoblos pada Pilkades,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut Dahler, pemberian uang kepada pemilih adalah wajar karena pihaknya memahami kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini kurang mendukung. Tak hanya itu, pemberian dana itu sebagai pengganti aktivitas dan transport warga.

Sementera itu, Wakil Ketua DPRD Madina, Syarifuddin Ansyari Nasution diminta pendapatnya hal itu mengatakan, pemberian uang tersebut adalah upaya masyarakat untuk memeriahkan pilkades kedua di desa tersebut. “Tak ada kepentingan lain kecuali hanya untuk mendidik masyarakat supaya menjiwai arti demokrasi karena untuk mengikuti Pilkades ini, dan pengganti biaya transportasi,” tuturnya.

Disebutkan Dahler, dalam pilkades ini jumlah pemilih yang hadir sebanyak 726 orang dan calon yang mendaftar sebanyak 3 orang dengan hasil Kepala desa terpilih atau di posisi pertama yakni Zulham Riyad Nasution meraih suara sebanyak 351 suara, di posisi kedua Mahya abidin dengan perolehan suara sebanyak 248 suara, dan posisi terakhir Zainal syafar Nasution dengan perolehan suara sebanyak 108, sedangkan jumlah suara tak sah sebanyak 19.

Abdur rozak (48) seorang pemilih yang ditemui METRO membenarkan bahwa dia telah menerima uang sebesar Rp10 ribu usai mencoblos atau setelah keluar dari bilik suara dan di pintu keluar dia menerima uang sebesar Rp10 ribu.”Iya benar saya menerima uang Rp10 ribu setelah keluar dari bilik suara, tepatnya di jalan keluar disitulah panitia memberikan uang itu, saya katakan bahwa tak ada yang minta imbalan atas uang ini untuk memilih salah satu calon, dan awalnya saat pengumuman saya masih kurang percaya bahwa untuk hadir pemilih akan diberikan uang,” ujar Rozak.

Diungkapkannya, beberapa kali mengikuti Pilkades belum pernah disuguhi uang imbalan seperti ini. “Saya belum pernah diberikan uang hanya untuk mengikuti Pilkades saja, dan seluruh masyarakat senang dan ini betul-betul Pilkades yang merupakan pesta rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa terpilih, Julham Riyad saat ditemui METRO menyebutkan, kemenangan dirinya adalah kemenangan masyarakat. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat supaya bersama-sama membangun desa Gunungtua Lumban Pasir,” imbau julham.

Ketiga Calon Kepala Desa menyatakan tidak keberatan dengan dibagikan uang imbalan transportasi Rp 10 ribu kepada seluruh pemilih karena tak ada kaitan atau pengaruh dengan hasil pilkades. Seperti dikatakan Zainal Syafar calon dengan lambang nenas, kepada METRO dia mengatakan bahwa sebelumnya panitia telah mengumumkan bahwa seluruh pemilih memang diimbau untuk sama-sama hadir dalam Pilkades. “Soal pembagian uang kami tak keberatan karena itu sebelunya telah diumumkan oleh panitia pilkades,” katanya.

Ketiga Calon Kepala Desa menyatakan tidak keberatan dengan dibagikan uang imbalan transportasi Rp 10 ribu kepada seluruh pemilih karena tak ada kaitan atau pengaruh dengan hasil pilkades. Seperti dikatakan Zainal Syafar calon dengan lambang nenas, kepada METRO dia mengatakan bahwa sebelumnya panitia telah mengumumkan bahwa seluruh pemilih memang diimbau untuk sama-sama hadir dalam Pilkades. “Soal pembagian uang kami tak keberatan karena itu sebelunya telah diumumkan oleh panitia pilkades,” katanya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    PPKM Level 4, Akhmad Arjun: Masyarakat Harus Tenang

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (MPC PP Madina) Akhamd Arjun Nasution meminta masyarakat tetap tenang selama penerapan PPKM level 4 di Madina. Hal itu disampaikan Arjun di kantor MPC PP Madina, Panyabungan, Jumat (10/9). “Masyarakat harus tetap tenang dengan situasi ini. Beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol […]

  • Maksimalkan Pelayanan, RSUD Panyabungan Tambah 2 Unit Ambulans

    Maksimalkan Pelayanan, RSUD Panyabungan Tambah 2 Unit Ambulans

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PUNYABUNGAN (Mandailing Online) – memberi rasa aman bagi pasien khusus nya evakuasi medik yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan dan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, BLU RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menambah 2 unit ambulans. Pertambahan ambulan itu pun diserahkan langsung oleh Bupati Madina H.M.Jakfar Sukhari Nasution secara simbolis kepada Direktur RSUD […]

  • Islamisasi Nusantara (Indonesia) atau Nusantaraisasi (Meng-Indonesiakan) Islam?

    Islamisasi Nusantara (Indonesia) atau Nusantaraisasi (Meng-Indonesiakan) Islam?

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Janggal! Ahistoris! Tanpa bukti dalil! Itulah sederetan kata yang tepat disematkan untuk pernyataan salah satu menteri yang menjabat saat ini. Karena mengeluarkan pernyataan yang mengundang bingung publik dan juga sempat viral belum lama ini. Sebagai seorang pejabat bahkan dianggap punya kapasitas intelektual secara keilmuan tentu setiap ucapannya […]

  • Siagakan Alat Berat di Pasaman Barat, Antisipasi Longsor

    Siagakan Alat Berat di Pasaman Barat, Antisipasi Longsor

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK, (MO)- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyiagakan alat berat beserta operatornya untuk mengantisipasi bencana longsor yang datang secara tiba-tiba. “Alat berat jenis ekskavator dan ‘louder’ beserta operatornya sudah disiagakan untuk memberikan bantuan jika ada longsor atau bencana lainnya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman Barat, Reflin, Minggu 18 November 2012. Dia […]

  • 17 Rumah Rusak Dihantam Banjir

    17 Rumah Rusak Dihantam Banjir

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Plt Bupati Beri Bantuan PALAS – Plt Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO) membantu korban banjir di wilayah Desa Sianggunan dan Hulim, Kecamatan Sosopan pada Kamis (25/10) kemarin pasca terjadi banjir Aek Sosopan yang mengalir di sekitar pemukiman warga yang mengakibatkan 17 unit rumah rusak dua hari lalu. Dalam kesempatan tersebut, Kaban Penanggulangan Bencana […]

expand_less