Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pemkab Madina Tegaskan Tidak ada Kenaikan Tarif PBB

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • print Cetak

Muhammad Yasir, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madina ( fikri )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya isu tentang kenaikan  PBB ( pajak bumi dan bangunan )  oleh Pemerintah diberbagai daerah di Indonesia membuat masyarakat Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) waswas. Memastikan hal itu, pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal tegaskan tak ada kenaikan tarif PBB.

Melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Madina Ahmad Yasir Lubis mengakui tidak ada kenaikan tarif PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) di seluruh Wilayah Mandailing Natal. Ia menjelaskan aturan tentang pemungutan Pendapatanan Asli Daerah (PAD) memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2024 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

“Di seluruh Madina tidak ada kenaikan tarif baik PBB atau (Nilai Jual Objek Pajak ) NJOP . masyarakat tak usah khwatir tentang ini. Jadi, agar tak membebani masyarakat, kami mempertimbangkan betul ekonomi juga kemampuan masyarakat,” Ungkap Yasir Pada Mandailing Online. Selasa, (19/08/2025).

Selain itu, disampaikannya wajar saja masyarakat Madina merasa khawatir lantaran isu kenaikan tarif pajak diberbagai daerah kerap menjadi pemicu kekecewaan masyarakat pada pemerintah sebab kenaikan PBB yang signifikan. Namun, Ia menegaskan dalam efisiensi anggaran yang sedang berlangsung ini, pajak dan retribusi lainnya merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mesti ada kesadaran untuk di realisasikan kewajibannya guna penunjang pembangunan daerah.

“PBB, atau pajak dan retribusi lainnya merupakan PAD Madina. Jadi harapannya pada masyarakat taat dan sadar membayar pajak dan retribusi pada pemerintah daerah apalagi efisiensi saat ini, dan nanti seluruh PAD itu tetap dikembalikan pada Masyarakat. PAD itu nanti direalisasikan pada pembangunan daerah, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya, atau perbaikian perbaikan fasilitas yang masuk dalam program pembangunan masyarakat. Semakin banyak yang terkumpul, semakin banyak yang bisa dibangunkan,” jelas Yasir.

Disisi lain, Pemerintah Daerah membuka pintu selebarnya pada masyarakat yang mempunyai keluhan terkait pajak serta menganggap bayaran pajak terlalu tinggi.

“Silahkan sampaikan ke Bapenda jika ada masyarakat merasa pajaknya terlalu tinggi. Nanti kami akan lakukan kembali pemeriksaaan, mengkaji ulang atau mengklasifikasikan untuk penetapannya, atau sesuai objeknya hingga tak jadi beban yang tinggi pada masyarakat. Bisa masyarakat keberatan jika objek pajaknya terlalu berat, silahkan datang ke Bapenda melampirkan SPT, mungkin saja kesalahan kami dalam penetapannya,” Tandas Yasir.

Reporter : Fikri

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Pemkab Tak Satu yang Hadir, Rapat DPRD Madina Gagal

    Pejabat Pemkab Tak Satu yang Hadir, Rapat DPRD Madina Gagal

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Anggaran DPRD Madina gagal bersidang, Rabu (9/30), gara-gara tak satu pun pejabat pemkab yang hadir. Akibatnya, rapat beragenda singkronisasi dengan pihak eksekutif yang berlangsung di ruang badan Anggaran (Banggar) DPRD Mandailing Natal (Madina), yang dimulai sejak pukul 9.00 WIB itu ditutup oleh pimpinan rapat, Drs.H.Suhandi Lubis, pukul 11.30 WIB. […]

  • Kamus dan IKBBG se Jabotabeg Dukung Paslon Harun- Ichwan di Pilkada Madina” Kami Hubungi Keluarga di Kampung Untuk Pilih 01″

    Kamus dan IKBBG se Jabotabeg Dukung Paslon Harun- Ichwan di Pilkada Madina” Kami Hubungi Keluarga di Kampung Untuk Pilih 01″

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BOGOR ( Mandailing Online) : Dari Bogor, Calon Bupati nomor urut 01 Harun Mustafa Nasution dapat dukungan kuat. Dukungan itu datang dari Keluarga Besar Abituren Musthafawiyah Jabotabek dan Ikatan Keluarga Batang Gadis. Dalam pertemuan warga Mandailing dan Abituren Musthafawiyah di puncak bogor, 600 san peserta hadir. Mereka datang dari berbagai daerah di Jabodetabek dan menyatakan […]

  • Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemberhentian pegawai honor di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal mulai 2 Januari lalu berdasarkan Surat Edaran Sekdakab Madina M Daud Batubara, mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat dan elit politik. Pengamat pemerintahan dan politik di Madina beranggapan, kebijakan yang diambil Sekda M Daud Batubara tersebut sangat jauh dari visi misi Bupati Hidayat Batubara saat […]

  • Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HADHRAMAUT, YAMAN (Mandailing Online) – Ahmad Suhaimi Nasution alumni pesantren Musthofawiyah berhasil melewati sidang tesis secara gemilang di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman, Kamis (12/08/21). Pria yang berasal dari Desa Darussalam (Pagaran Sigatal), Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara ini pun meraih gelar Master of Arts. Di hadapan para Doktor Dewan Penguji, dia membawakan judul “Atsaru […]

  • Warga Patiluban Mudik datangi DPRD Madina

    Warga Patiluban Mudik datangi DPRD Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebanyak 44 orang warga desa Patiluban Mudik Kecamatan Natal Selasa, (23/12) datangi Gedung DPRD Madina untuk mengadukan persoalan pembagian plasma didesa mereka. (hol)  

  • Pembangunan Daerah Lemah Akibat Ego Sektoral

    Pembangunan Daerah Lemah Akibat Ego Sektoral

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ego sektoral menjadi salah satu faktor rendahnya grafik pembangunan di daerah. Gambaran ego sektoral yang dimaksud adalah tidak adanya sinergitas antara para tokoh daerah, baik yang ada di kabupaten, di provinsi dan di pusat. “Maka tadi kita minta kepada bupati dan wakil bupati agar ego sektoral itu dibuang,” ujar anggota DPRD […]

expand_less