Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Peringati Sumpah Pemuda, Ima Madina Tolak Sekularisme di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2014
  • print Cetak

 

MEDAN (Mandailing Online) – Dalam memperingati Sumpah Pemuda, di Medan tanggal 28 Oktober kemarin Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP Ima Madina) menelurkan 4 poin sikap terkait kondisi bangsa Indonesia terkini.

Dalam rilis pers tertanggal 28 Oktober 2014 ditandatangani Ketua Umum, Ahmad Irwandi Nasution dan Sekretaris Umum, Rahmad Riski Rangkuti yang diterima Mandailing Online, Rabu (29/10), empat poin sikap DPP Ima Madina itu adalah:

Pertama, menghimbau kepada seluruh pemuda dan pemudi di Republik Indonesia agar sama-sama bergandengan tangan dalam mengawal proses pembangunan di NKRI ini.

Kedua, meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar serius mengelola aset-aset penting negara serta menasionalisasikan seluruh hasil bumi Indonesia yang sekarang dikuasai pihak asing untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Termasuk tambang emas PT Sorikmas Mining di Kabupaten Mandailing Natal.

Ketiga, menolak segala bentuk budaya barat di Indonesia termasuk rusaknya generasi muda sebagai akibat penerapan sekulerisme dalam mengatur urusan kehidupan manusia, baik yang berbentuk Kapitalisme, Demokrasi maupun sosialis-komunis. Ideologi-ideologi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi pemuda sebagai masa depan bangsa dan negara.

Keempat, menolak sistem pendidikan yang sekuler dan liberal, karna sistem tersebut akan melahirkan generasi pemuda yang bersifat apatis, apolitis, egois, pragmatis dan cenderung permisif. Sistem itu dikhawatirkan akan mengikis rasa nasionalisme pemuda sesuai dengan cita-cita sumpah pemuda.

Poin-poin sikap Ima Madina itu beranjak dari semangat deklarasi Sumpah Pemuda yang merupakan akhir dari perjalanan Kongres Pemuda Ke-2 yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 27 hingga 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda itu adalah: Pertama, “Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia”. Kedua, “ Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia”. Ketiga, “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”.

Ima Madina menyatakan, sejalan dengan perkembangan bangsa ini, para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa dan sebagai kontrol sosial terhadap jalannya birokrasi di pemerintahan harus selalu memberikan ide-ide cerdas dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa ini.

Keempat poin sikap Ima Madina tersebut berlandaskan bahwa mahasiswa yang merupakan pemuda serta berada di lingkungan pendidikan tinggi merasa terpanggil bergerak melihat kondisi bangsa saat ini yang jauh dari harapan-harapan pemuda.

 

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    Mantan Wagubsu: KPK dan Polri Harus Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Lundu Panjaitan meminta KPK dan Mabes Polri segera turun menelusuri keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) yang dinilai mengangkangi putusan inkracht (berkekuatan hukum tetap) yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA). Ia juga mendorong pengurus KP USU untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan Bupati Dahlan Hasan Nasution ke […]

  • MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    MUI Madina Godok Fatwa Soal Laki Berparas Wanita

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) –  banyaknya kaum laki laki yang berlagak layaknya sebagai wanita membuat ke khawatiran masyarakat sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisiatif menggodok Fatwa tentang  hukum laki laki berlagak wanita. Ketua MUI Madina H.Muhammad Natsir pada wartawan mengatakan,  majelis Fatwa MUI Madina tengah menggodok melalui muzakaroh bagaimana hukumnya terkait banyaknya […]

  • Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    Hingga Pukul 9 Malam Jumlah Korban 41 Orang

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban di kalangan warga Sibanggor Tonga dan Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), Sumut, kian bertambah masuk rumah sakit. Pantauan Mandailing Online, hingga pukul 20:01 WIB, Selasa (27/9/2022), jumlah korban yang masuk UGD RSU Panyabungan dan RSU Permata Madina sekitar 41 orang. Para korban mengalami badan lemas. […]

  • Fadli Sadama, teroris paling bahaya kabur dari LP Tanjung Gusta

    Fadli Sadama, teroris paling bahaya kabur dari LP Tanjung Gusta

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jakarta, – 22 Narapidana teroris ikut melarikan diri saat kerusuhan di Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Medan. Dari ke-22 napi tersebut, ada satu teroris yang paling berbahaya. “Semua teroris berbahaya, tetapi ada satu yang paling bahaya yaitu Fadli Sadama,” ujar Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (12/7). […]

  • Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Rizky Ardiansyah Hasibuan resmi menjadi ketua umum Liga Mahasiswa Mandailing Natal (LIMMA) Padang, Sumatera Barat. Pelantikannya berlangusung pada Munggu (10/4) lalu di Hotel My Hall, Padang. Organisasi mahasiswa asal Mandailing Natal ini bertekad  meningkatkan motivasi bagi para mahasiswa dalam menimba ilmu serta melahirkan tokoh-tokoh muda baru sebagai agen pembaharu dan menjadi […]

  • Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    Pertumbuhan Transportasi di Mandailing Masa Kolonial

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 15 Desember 1847, Belanda menggalakkan kebijakan tanaman kopi di kawasan Mandailing Angkola. Asisten Residen A.P. Godon melibatkan pemerintahan raja-raja tradisional untuk memobilisasi budi daya kopi secara massal. Pemerintah kolonial memaksa setiap penduduk untuk menanam kopi dan hasilnya wajib dijual kepada Belanda dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Tetapi sampai […]

expand_less