Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pesan untuk Keluarga Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
  • print Cetak
Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

“Belajar yang rajin ya, nak. Kelak besar kamu jadi orang pintar dan dapat pekerjaan yang baik, sehingga hidupmu tidak menyusahkan orang lain,” demikian sebagian orang tua memberikan nasehat dan  motivasi kepada putra-putrinya.

Memang tidak bisa dipungkiri, kebanyakan orang tua atau keluarga di Indonesia memotivasi anak-anaknya untuk rajin belajar agar dapat pekerjaan yang baik. Dulu kita sangat akrab dengan pertanyaan, “Apa cita-citamu?” Jawabannya mengarah pada jenis profesi; polisi, insinyur, dokter hingga presiden.

Sampai-sampai muncul bacaan yang membimbing pembaca bagaimana menanamkan cita-cita pada anak.

Mulai dengan merekomendasi para orang tua membeli buku biografi tokoh dunia, sampai menceritakan leluhur yang memiliki pengaruh kala hidupnya, sampai membawa anak-anak kita ke rumah kenalan yang memiliki status sosial tinggi. Semua itu demi agar anak-anak kita punya cita-cita besar, sehingga termotivasi belajar dengan baik.

Tetapi, kini nampaknya kita patut bertanya apakah motivasi semacam itu masih relevan, tidak saja karena zaman yang terus bergerak, tetapi juga karena fakta yang menunjukkan tidak sedikitnya orang berilmu yang bermental budak.

Dengan keahlian, kepandaian, dan ilmu yang dimiliki bukan lagi hidupnya diabdikan untuk Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, buat bangsa dan negaranya, tetapi untuk kesenangan diri sendiri meski dengan mengorbankan kepentingan umat, rakyat, bangsa, agama dan negara.

Apalagi di zaman sekarang, jabatan dan profesi bukan lagi suatu hal yang sulit didapatkan. Asal ada uang dan relasi semua tinggal diatur belakangan.

Surga Cita-cita Tertinggi

Sebagai Muslim tentu visi hidupnya tidak terbatas pada dunia belaka. Ada visi akhirat yang menembus kefanaan dunia. Dan, Al-Qur’an telah membimbing kita akan hal ini.

يَـٰٓأَيُّہَاٱلَّذِينَءَامَنُواْقُوٓاْأَنفُسَكُمۡوَأَهۡلِيكُمۡنَارً۬اوَقُودُهَاٱلنَّاسُوَٱلۡحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Dalam tafsirnya Ibn Katsir mengutip pendapat mujahid yang berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada Allah.”

Sedangkan secara lebih terperinci lagi Qatadah berkata, “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah mereka.”

Perkara ini ternyata menjadi prioritas bagi keluarga Nabi Ya’kub, sampai-sampai pada saat anak-anaknya telah dewasa pun, kala sakaratul maut menjemput yang ditanya oleh putra Nabi Ishaq ‘alayhissalam itu adalah perihal apa yang akan disembah sepeninggalnya. (QS. Al-Baqarah: 133).

Lain halnya dengan Nabi Ya’kub, sejak dini Luqman Al-Hakim mewanti putra-putrinya agar tidak sedikit pun mempersekutukan Allah dengan apapun. Sebab syirik adalah kezaliman yang besar.

Dan, pada akhirnya kita perlu memperkenalkan kepada anak-anak kita tokoh-tokoh yang hidupnya bergelimang kuasa dan kecerdasan namun meninggalkan dunia dalam kenestapaan. Perkenalkanlah kepada mereka Fir’aun, Qarun, Tsa’labah dan kaum-kaum cerdik lagi kuat yang Allah binasakan.

Karena kekuasaan mereka berani bermaksiat kepada Allah. Membunuh rakyat yang semestinya dilindungi hanya karena berbeda pendapat, takut kekuasaanya direbut dan sebagainya. Sementara disaat yang sama, dirinya sama sekali tidak takut kepada Allah Ta’ala.

Penuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal [8]: 24).

Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam membahas ayat tersebut pada kitabnya “Fawaidul Fawaid” mengatakan, “Sungguh, orang yang hidupnya paling baik adalah orang yang berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi seruan Rasulullah.”

Dengan kata lain, tidak ada kehidupan yang memberikan jaminan kebahagiaan dan ketenangan dunia-akhirat melainkan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.

Oleh karena itu, tanpa memotivasi anak-anak mendapatkan jabatan dan kedudukan tertentu anak-anak di zaman Rasulullah memiliki kecintaan terhadap ilmu yang sangat luar biasa, bukan untuk kedudukan dunia, tetapi untuk agamanya, sehingga kala dewasa, ilmu itu diamalkan sepenuhnya untuk kemaslahatan sebagaimana ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Lihatlah bagaimana Ali bin Abi Thalib, Ibn Abbas, Ibn Mas’ud dan Zaid bin Tsabit yang begitu cinta dengan Al-Qur’an.

Demikian pula dengan Anas bin Malik, yang tidak mendapati nasehat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, melainkan diingat dengan sangat baik, sehingga ia menjadi seorang perawi hadits yang masyhur. Sekali lagi, semua itu dicapai bukan untuk dunia, melainkan menegakkan agama. Sebab, satu-satunya jalan selamat dari api neraka adalah menegakkan agama, yang dimulai dari dalam keluarga. Wallahu a’lam.*

Disadur dari : Hidatullah.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sopo Godang Lambang Demokrasi Mandailing Yang Perlu Dipertahankan

    Sopo Godang Lambang Demokrasi Mandailing Yang Perlu Dipertahankan

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Syahren Hasibuan Jurnalis dan seniman tinggal di Panyabungan Sopo Godang sebuah bangunan yang bentuknya empat persegi panjang menyerupai bentuk Bagas Godang tapi lebih kecil dan terbuka serta tidak memiliki dinding. Tingginya lebih rendah dari Bagas Godang dan posisinya terletak di depan Bagas Godang berbatas dengan halaman bolak. Fungsi Sopo Godang adalah tempat musyawarah adat, […]

  • Madina Penyumbang Terbesar Kloter 14

    Madina Penyumbang Terbesar Kloter 14

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Mandailing Natal (Madina) menjadi penyumbang terbanyak jamaah calon haji pada kloter 14 Embarkasi Medan yang akan berangkat pada Kamis malam (26/9), pukul 21.25 melalui Bandara Kualanamu. Sebanyak 398 jamaah asal Madina akan bergabung dalam kloter 14. Jumlah ini merupakan angka keseluruhan dari jamaah calhaj asal Madina yang diberangkatkan melalui Embarkasi Medan tahun ini. […]

  • Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan,  PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    Pegawai Ngamuk, Pecahkan Kaca, Obok-obok Kursi, Uang Operasional Dilarikan, PLN Putuskan Arus Litrik ke Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pegawai di Dinas Perindustrian Perdagangan Pasar UKM Penanaman Modal Kabupaten Mandailing Natal, dikabarkan mengamuk akibat oknum Bendahara di instasi itu diduga melarikan uang operasional. Peristiwa hari Selasa (28/6/2016) ini mengindikasikan kepemimpinan  di dalam internal Pemkab Mandailing Natal mulai menunjukkan kerapuhan serta merosotnya moralitas para pejabat. Aksi ngamuk para pegawai itu […]

  • Dugaan Rekayasa Kasus Mantan Dishut Tapsel Mulai Terungkap

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, Dugaan adanya rekayasa pada kasus pemalsuan surat dengan terdakwa SS mantan Kadis Kehutanan Tapsel dan HJ mantan pengelola PT. PLS mulai terungkap. Hal itu terlihat dalam sidang lanjutan register perkara No. 200/Pid.B/2012/PN.Psp yang digelar digedung Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Kamis (28/6) sore. Keterangan saksi-saksi maupun terdakwa HJ, ternyata kayu-kayu yang diklaim Pr dan Bud […]

  • Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    Terkait Posisi Lowong Wabup Madina, Golkar Desak Konsultasi ke Mendagri

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) mendesak pihak eksekutif dan DPRD Madina melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Itu dikatakan Ketua DPD II Partai Golkar Madina, As Imran Khaitamy Daulay, SH kepada wartawan, Senin (27/10) terkait jabatan wakil bupati Madina yang lowong pasca dilantiknya Dahlan Hasan Nasution menjadi bupati depenitif […]

  • Sungai Meluap Terjang Sawah, Jembatan, Rumah

    Sungai Meluap Terjang Sawah, Jembatan, Rumah

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL (Mandailing Online) – Sejumlah sungai meluap di Kabupaten Mandailing Natal pada Sabtu, 3 Nopember 2012 akibat curah hujan cukup ekstrim yang turun secara terus menerus sejak siang hingga malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Mandailing Natal, Rizfan Juliardy Hutasuhut, ST kepada wartawan mengungkapkan, sawah dan kebun penduduk di sejumlah kawasan dilanda banjir, […]

expand_less