Senin, 24 Agu 2026
light_mode

Pesan untuk Keluarga Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
  • print Cetak
Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

“Belajar yang rajin ya, nak. Kelak besar kamu jadi orang pintar dan dapat pekerjaan yang baik, sehingga hidupmu tidak menyusahkan orang lain,” demikian sebagian orang tua memberikan nasehat dan  motivasi kepada putra-putrinya.

Memang tidak bisa dipungkiri, kebanyakan orang tua atau keluarga di Indonesia memotivasi anak-anaknya untuk rajin belajar agar dapat pekerjaan yang baik. Dulu kita sangat akrab dengan pertanyaan, “Apa cita-citamu?” Jawabannya mengarah pada jenis profesi; polisi, insinyur, dokter hingga presiden.

Sampai-sampai muncul bacaan yang membimbing pembaca bagaimana menanamkan cita-cita pada anak.

Mulai dengan merekomendasi para orang tua membeli buku biografi tokoh dunia, sampai menceritakan leluhur yang memiliki pengaruh kala hidupnya, sampai membawa anak-anak kita ke rumah kenalan yang memiliki status sosial tinggi. Semua itu demi agar anak-anak kita punya cita-cita besar, sehingga termotivasi belajar dengan baik.

Tetapi, kini nampaknya kita patut bertanya apakah motivasi semacam itu masih relevan, tidak saja karena zaman yang terus bergerak, tetapi juga karena fakta yang menunjukkan tidak sedikitnya orang berilmu yang bermental budak.

Dengan keahlian, kepandaian, dan ilmu yang dimiliki bukan lagi hidupnya diabdikan untuk Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, buat bangsa dan negaranya, tetapi untuk kesenangan diri sendiri meski dengan mengorbankan kepentingan umat, rakyat, bangsa, agama dan negara.

Apalagi di zaman sekarang, jabatan dan profesi bukan lagi suatu hal yang sulit didapatkan. Asal ada uang dan relasi semua tinggal diatur belakangan.

Surga Cita-cita Tertinggi

Sebagai Muslim tentu visi hidupnya tidak terbatas pada dunia belaka. Ada visi akhirat yang menembus kefanaan dunia. Dan, Al-Qur’an telah membimbing kita akan hal ini.

يَـٰٓأَيُّہَاٱلَّذِينَءَامَنُواْقُوٓاْأَنفُسَكُمۡوَأَهۡلِيكُمۡنَارً۬اوَقُودُهَاٱلنَّاسُوَٱلۡحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Dalam tafsirnya Ibn Katsir mengutip pendapat mujahid yang berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada Allah.”

Sedangkan secara lebih terperinci lagi Qatadah berkata, “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah mereka.”

Perkara ini ternyata menjadi prioritas bagi keluarga Nabi Ya’kub, sampai-sampai pada saat anak-anaknya telah dewasa pun, kala sakaratul maut menjemput yang ditanya oleh putra Nabi Ishaq ‘alayhissalam itu adalah perihal apa yang akan disembah sepeninggalnya. (QS. Al-Baqarah: 133).

Lain halnya dengan Nabi Ya’kub, sejak dini Luqman Al-Hakim mewanti putra-putrinya agar tidak sedikit pun mempersekutukan Allah dengan apapun. Sebab syirik adalah kezaliman yang besar.

Dan, pada akhirnya kita perlu memperkenalkan kepada anak-anak kita tokoh-tokoh yang hidupnya bergelimang kuasa dan kecerdasan namun meninggalkan dunia dalam kenestapaan. Perkenalkanlah kepada mereka Fir’aun, Qarun, Tsa’labah dan kaum-kaum cerdik lagi kuat yang Allah binasakan.

Karena kekuasaan mereka berani bermaksiat kepada Allah. Membunuh rakyat yang semestinya dilindungi hanya karena berbeda pendapat, takut kekuasaanya direbut dan sebagainya. Sementara disaat yang sama, dirinya sama sekali tidak takut kepada Allah Ta’ala.

Penuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal [8]: 24).

Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam membahas ayat tersebut pada kitabnya “Fawaidul Fawaid” mengatakan, “Sungguh, orang yang hidupnya paling baik adalah orang yang berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi seruan Rasulullah.”

Dengan kata lain, tidak ada kehidupan yang memberikan jaminan kebahagiaan dan ketenangan dunia-akhirat melainkan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.

Oleh karena itu, tanpa memotivasi anak-anak mendapatkan jabatan dan kedudukan tertentu anak-anak di zaman Rasulullah memiliki kecintaan terhadap ilmu yang sangat luar biasa, bukan untuk kedudukan dunia, tetapi untuk agamanya, sehingga kala dewasa, ilmu itu diamalkan sepenuhnya untuk kemaslahatan sebagaimana ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Lihatlah bagaimana Ali bin Abi Thalib, Ibn Abbas, Ibn Mas’ud dan Zaid bin Tsabit yang begitu cinta dengan Al-Qur’an.

Demikian pula dengan Anas bin Malik, yang tidak mendapati nasehat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, melainkan diingat dengan sangat baik, sehingga ia menjadi seorang perawi hadits yang masyhur. Sekali lagi, semua itu dicapai bukan untuk dunia, melainkan menegakkan agama. Sebab, satu-satunya jalan selamat dari api neraka adalah menegakkan agama, yang dimulai dari dalam keluarga. Wallahu a’lam.*

Disadur dari : Hidatullah.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan. “Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9). Dikatakannya, […]

  • Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan. Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar […]

  • Bupati Nonaktif Madina dan Bawahannya Menangis

    Bupati Nonaktif Madina dan Bawahannya Menangis

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 3Komentar

    Medan – Bupati Nonaktif Mandailing Natal (Madina) Muhammad Hidayat Batubara dan bawahannya, mantan Plt Kadis PU Madina Khairul Anwar Daulay menangis dalam sidang perkara dugaan suap pembangunan RSUD Panyabungan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (18/12). Kedua pesakitan atau terdakwa perkara dugaan suap pembangunan RSUD Panyabungan ini, seolah-olah mengikuti terdakwa lain dalam perkara yang sama, Surung […]

  • Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    Ketua DPRD Tanggung Biaya Pengobatan Ibu yang Dibacok Anak Kandung

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis akan menanggung biaya pengobatan Linda Sari (50 tahun) warga Kelurahan Kayujati yang dibacok oleh Agustinus, anak kandung korban. Hal itu disampaikan Erwin ketika menjenguk korban di RSUD Panyabungan, Senin (21/3). “Saya yang akan menanggungnya (biaya perobatan-red). Saya dengar tidak memiliki BPJS, jadi kasihan […]

  • Perkuat Argumentasi Hukum. Kuasa Hukum Cabup-Cawabup Madina Serahkan Puluhan Alat Bukti ke MK

    Perkuat Argumentasi Hukum. Kuasa Hukum Cabup-Cawabup Madina Serahkan Puluhan Alat Bukti ke MK

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    JAKARTA( Mandailing Online ): – Ketua Tim Kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal Nomor Urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Muhammad Ichwan Husein Nasution, Salman Alfarisi Simanjuntak menyerahkan puluhan alat bukti baru ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alat bukti tersebut, kata Salman dalam rangka memperkuat argumentasi paslon nomor urut 1 […]

  • Viral..! Orang Tua Siswa SDN 126 Gunungbaringin Curhat di Media Sosial Gegara Buku Pelajaran.Segini Dana Bos SD tersebut

    Viral..! Orang Tua Siswa SDN 126 Gunungbaringin Curhat di Media Sosial Gegara Buku Pelajaran.Segini Dana Bos SD tersebut

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Miris, Orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 126 Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) curhat di platform sosial media Facebook sebab ada buku yang digunakan untuk kegiatan belajar telah diikat dengan tali plastik, rusak, lapuk, dan dijahit. “Assalamualaikum,terhusus untuk pihak SDN 126 Kelurahan Gunung Baringin,kecamatan panyabungan timur, […]

expand_less