Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Pesan untuk Keluarga Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
  • print Cetak
Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

Keluarga muslim (foto : Hidayatullah.com)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

“Belajar yang rajin ya, nak. Kelak besar kamu jadi orang pintar dan dapat pekerjaan yang baik, sehingga hidupmu tidak menyusahkan orang lain,” demikian sebagian orang tua memberikan nasehat dan  motivasi kepada putra-putrinya.

Memang tidak bisa dipungkiri, kebanyakan orang tua atau keluarga di Indonesia memotivasi anak-anaknya untuk rajin belajar agar dapat pekerjaan yang baik. Dulu kita sangat akrab dengan pertanyaan, “Apa cita-citamu?” Jawabannya mengarah pada jenis profesi; polisi, insinyur, dokter hingga presiden.

Sampai-sampai muncul bacaan yang membimbing pembaca bagaimana menanamkan cita-cita pada anak.

Mulai dengan merekomendasi para orang tua membeli buku biografi tokoh dunia, sampai menceritakan leluhur yang memiliki pengaruh kala hidupnya, sampai membawa anak-anak kita ke rumah kenalan yang memiliki status sosial tinggi. Semua itu demi agar anak-anak kita punya cita-cita besar, sehingga termotivasi belajar dengan baik.

Tetapi, kini nampaknya kita patut bertanya apakah motivasi semacam itu masih relevan, tidak saja karena zaman yang terus bergerak, tetapi juga karena fakta yang menunjukkan tidak sedikitnya orang berilmu yang bermental budak.

Dengan keahlian, kepandaian, dan ilmu yang dimiliki bukan lagi hidupnya diabdikan untuk Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, buat bangsa dan negaranya, tetapi untuk kesenangan diri sendiri meski dengan mengorbankan kepentingan umat, rakyat, bangsa, agama dan negara.

Apalagi di zaman sekarang, jabatan dan profesi bukan lagi suatu hal yang sulit didapatkan. Asal ada uang dan relasi semua tinggal diatur belakangan.

Surga Cita-cita Tertinggi

Sebagai Muslim tentu visi hidupnya tidak terbatas pada dunia belaka. Ada visi akhirat yang menembus kefanaan dunia. Dan, Al-Qur’an telah membimbing kita akan hal ini.

يَـٰٓأَيُّہَاٱلَّذِينَءَامَنُواْقُوٓاْأَنفُسَكُمۡوَأَهۡلِيكُمۡنَارً۬اوَقُودُهَاٱلنَّاسُوَٱلۡحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim [66]: 6).

Dalam tafsirnya Ibn Katsir mengutip pendapat mujahid yang berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan berpesanlah kepada keluarga kalian untuk bertakwa kepada Allah.”

Sedangkan secara lebih terperinci lagi Qatadah berkata, “Yakni, hendaklah engkau menyuruh mereka berbuat taat kepada Allah dan mencegah mereka durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menjalankan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan mereka untuk menjalankannya. Jika engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, peringatkan dan cegahlah mereka.”

Perkara ini ternyata menjadi prioritas bagi keluarga Nabi Ya’kub, sampai-sampai pada saat anak-anaknya telah dewasa pun, kala sakaratul maut menjemput yang ditanya oleh putra Nabi Ishaq ‘alayhissalam itu adalah perihal apa yang akan disembah sepeninggalnya. (QS. Al-Baqarah: 133).

Lain halnya dengan Nabi Ya’kub, sejak dini Luqman Al-Hakim mewanti putra-putrinya agar tidak sedikit pun mempersekutukan Allah dengan apapun. Sebab syirik adalah kezaliman yang besar.

Dan, pada akhirnya kita perlu memperkenalkan kepada anak-anak kita tokoh-tokoh yang hidupnya bergelimang kuasa dan kecerdasan namun meninggalkan dunia dalam kenestapaan. Perkenalkanlah kepada mereka Fir’aun, Qarun, Tsa’labah dan kaum-kaum cerdik lagi kuat yang Allah binasakan.

Karena kekuasaan mereka berani bermaksiat kepada Allah. Membunuh rakyat yang semestinya dilindungi hanya karena berbeda pendapat, takut kekuasaanya direbut dan sebagainya. Sementara disaat yang sama, dirinya sama sekali tidak takut kepada Allah Ta’ala.

Penuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal [8]: 24).

Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam membahas ayat tersebut pada kitabnya “Fawaidul Fawaid” mengatakan, “Sungguh, orang yang hidupnya paling baik adalah orang yang berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi seruan Rasulullah.”

Dengan kata lain, tidak ada kehidupan yang memberikan jaminan kebahagiaan dan ketenangan dunia-akhirat melainkan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.

Oleh karena itu, tanpa memotivasi anak-anak mendapatkan jabatan dan kedudukan tertentu anak-anak di zaman Rasulullah memiliki kecintaan terhadap ilmu yang sangat luar biasa, bukan untuk kedudukan dunia, tetapi untuk agamanya, sehingga kala dewasa, ilmu itu diamalkan sepenuhnya untuk kemaslahatan sebagaimana ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Lihatlah bagaimana Ali bin Abi Thalib, Ibn Abbas, Ibn Mas’ud dan Zaid bin Tsabit yang begitu cinta dengan Al-Qur’an.

Demikian pula dengan Anas bin Malik, yang tidak mendapati nasehat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, melainkan diingat dengan sangat baik, sehingga ia menjadi seorang perawi hadits yang masyhur. Sekali lagi, semua itu dicapai bukan untuk dunia, melainkan menegakkan agama. Sebab, satu-satunya jalan selamat dari api neraka adalah menegakkan agama, yang dimulai dari dalam keluarga. Wallahu a’lam.*

Disadur dari : Hidatullah.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Kemah di Puncak Gunung Sorik Marapi

    Wisata Kemah di Puncak Gunung Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        HAMPARAN PERDU – Tanaman jenis perdu dan serakan batuan krikil menjadi harmoni pada hamparan puncak gunung Sorik Marapi. Panorama ini menjadikan puncak gunung berapi yang teretak di Kabupaten Mandailing Natal ini sangat cocok untuk wisata kemah.   Peliput : Tim Tympanum Novem Editor    : Dahlan Batubara    

  • 6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – KPUD Kabupaten Palas resmi menetapkan nomor urut dari 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati Palas peserta Pemilukada Palas periode 2013-2018 pada rapat pleno terbuka di Mess Sibuhuan, Kamis (18/7). Penetapan tersebut dituangkan dalam surat keputusan nomor urut calon yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Palas tahun 2013 […]

  • DPRD Madina : Apabila Hasil RDP Janggal, DPRD Siap Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Pengumuman PPPK Madina

    DPRD Madina : Apabila Hasil RDP Janggal, DPRD Siap Keluarkan Rekomendasi Pembatalan Pengumuman PPPK Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Pelamar PPPK ( Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ) pagi ini Rabu 27/12/2023 mendatangi DPRD Mandailing Natal ( Madina ), didepan Ketua dan Anggota DPRD, para pelamar PPPK yang mayoritas guru itu meneteskan air mata. ” bantu kami selesaikan masalah ini pak, kami di zolimi demi kepentingan kelompok” ujar pengunjuk […]

  • Pemkab Madina Tegaskan Tidak ada Kenaikan Tarif PBB

    Pemkab Madina Tegaskan Tidak ada Kenaikan Tarif PBB

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya isu tentang kenaikan  PBB ( pajak bumi dan bangunan )  oleh Pemerintah diberbagai daerah di Indonesia membuat masyarakat Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) waswas. Memastikan hal itu, pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal tegaskan tak ada kenaikan tarif PBB. Melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Madina Ahmad Yasir Lubis mengakui […]

  • Prospek Bandara Mandailing Natal

    Prospek Bandara Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Cukup menarik perhatian mengikuti perkembangan pembangunan bandar udara (bandara) Bukit Malintang yang berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), provinsi Sumatera Utara. Hingga dengan pekan lalu dikhabarkan, progres atau laporan kemajuan pembangunan bandara itu sudah mencapai 50 persen. Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Madina, Atika Nasution juga sempat meninjau pembangunan bandara pekan lalu. […]

  • Tak Satu Pun Petani Ganja di Madina Berhasil Ditangkap

    Tak Satu Pun Petani Ganja di Madina Berhasil Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) memusnahkan 417 kilogram ganja di Halaman Mapolres Madina, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Jumat (20/01/2012) lalu. Tokoh Masyarakat Panyabungan H Ismail Hakim mengatakan rasa bangganya atas penemuan ladang ganja maupun narkoba dari parra tersangka. Namun ia merasa kecewa karena tidak satu orang pun petani ganja yang bisa ditangkap. (Beritasumut.com/Muhammad […]

expand_less