Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Pesantren Abinnur Al-Islami Wisuda Hafizul Qur’an

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
  • print Cetak

Santri hafizul Qur’an yang diwisuda menerima hadiah dari Mudir Pesantren Abinnur Al-Islami, H. Ahmad Saukani Hasibuan, Lc, Ahad (6/3/2022).

PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Pesantren Abinnur Al-Islami mewisuda dua santri perempuan Hafizul Qur’an 30 jus.

Wisuda berlangsung di lapangan pesantren itu, Ahad (6/3/2022).

Pesantren itu terletak di Mompang Jae, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Kedua santri yang diwisuda masing-masing adalah:

– Nur Faizah Lubis binti Jamil Lubis, berasal dari Desa Hutapuli, Siabu, Mandailing Natal.

– Afifah Lutfiatul Ulya binti Miftah Ulya, berasal dari Provinsi Riau.

Wisuda dilakukan Mudir Pesantren Abinnur Al-Islami, H.Ahmad Saukani Hasibuan, Lc.

Acara wisuda dihadiri anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution; Sekretaris Daerah Kabupaten Madina, Gozali Pulungan; Kasi Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madina, Ikhwan Siddiqi; Kabag Kesra Setdakab Madina, Mulia Gading, serta para orangtua santri.

Kedua wusudawan hafizul Qur’an ditemani orangtua masing-masing saat diwisuda di Pesantren Abinnur Al-Islami, Ahad (6/3/2022).

Selain itu, sebanyak 100 santri kelas VII juga menamatkan pendidikan dari pesantren ini pada hari yang sama.

Santri yang tamat ini terdiri dari 35 laki-laki, dan 65 perempuan.

Ini penamatan angkatan ke 9 sejak pesantern ini berdiri tahun 2006.

Pihak pesantren juga mengumumkan kelulusan kelas IV  sebanyak 234 santri. Terdiri 91 laki-laki, dan 143 perempuan.

Pesantren Abinnur Al-Islami didirikan oleh H. Ahmad Saukani Hasibuan, Lc pada tahun 2006 setelah beliau menyelesaikan pendidikan pada perguruan tinggi di Syria.

Semangat pendirian pesantren beranjak dari upaya H. Ahmad Saukani Hasibuan, Lc melahirkan santri penghafal Al-Qur’an (tahfiz Al-Qur’an).

Selain tahfiz Qur’an, pesantren ini juga fokus pada pada kitab klasik (buku kuning).

Pesantren ini menerima santri kali pertama pada tahun 2007. Masa itu jumlah santri masih belasan orang.

Kini jumlah santri sudah mencapai 2.400 orang berasal dari Mandailing Natal, kawasan-kawasan di Sumatera Utara hingga dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kondisi itu menyebabkan pihak pesantren harus bekerja keras untuk menambah infrastruktur dan fasilitas pendidikan serta pemondokan di tengah meningkatnya arus jumlah santri yang kian meningkat saban tahun.

Peliput: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan memang telah berlalu. Namun seharusnya, semangat ketakwaan saat Ramadhan janganlah pudar. Sebabnya, hikmah ibadah shaum selama sebulan penuh justru untuk menguatkan dan menaikkan derajat kita ke level takwa (QS al-Baqarah [2]: 183). Bisyr al-Hafi, seorang ulama shalih, suatu saat berkata, “Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal hak Allah, kecuali hanya pada bulan Ramadhan saja. […]

  • Jihad Melawan Corona, Gak Salah?

    Jihad Melawan Corona, Gak Salah?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamatan Politik   Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak umat Muslim bekerja sama untuk memenangkan jihad melawan pandemi virus corona Covid-19, yang telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat di 215 negara dan teritori dunia. Retno mengatakan bahwa semua masyarakat harus mengambil peran dalam memenangkan peperangan besar ini. Dengan sinergi […]

  • Kualifikasi Pendidikan Untuk CPNS Pemprov Sumut

    Kualifikasi Pendidikan Untuk CPNS Pemprov Sumut

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Untuk penerimaan CPNS 2013 ini Pemprov Sumut menerima formasi sebanyak 329 orang. Sesuai ketetapan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho Nomor 800/17787/BKD/II/2013 tentang Pengadaan CPNS Pelamar Umum dan Pelatih Olahraga dari Atlit Berprestasi Pemprov Sumut tahun 2013 tertanggal 18 September 2013, dirincikan: Untuk formasi jabatan tenaga Guru sebanyak 16 orang yang terdiri dari: (1) Guru SLB […]

  • Madina Tertibkan Truk Melebihi Tonase

    Madina Tertibkan Truk Melebihi Tonase

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemkab Madina akan menertibkan truk-truk yang melebihi tonase melintasi jalan lintas pantai barat Madina. Karena kapasitas jalan tersebut maksimal 8 ton. Selama ini truk kelebihan tonase sering lewat sehingga mempercepat kerusakan jalan lintas pantai barat,” kata Kadis Perhubungan Madina, Harlan Batubara, di Panyabungan, Rabu ( 25/1). Selain karena desakan masyarakat, penertiban truk-truk itu juga […]

  • Polres Madina Sita 205 Pucuk Senjata Mainan

    Polres Madina Sita 205 Pucuk Senjata Mainan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Madina menyita 205 pucuk senjata mainan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu disita juga 8 ketapel plastik, 98 buah petasan berbagai jenis. Penyitaan penyitaan itu berlangsung dalam rangkaian razia petasan dan senjata mainan. Penertiban dan razia petasan dilakukan menjelang hari raya Idul Fitri. Sementara penertiban senjata mainan menggunakan peluru butiran […]

  • Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 2 tahun 2015 Tentang “Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa” menetapkan bahwa Musyawarah Desa merupakan keputusan tertinggi dalam pengambilan keputusan menyangkut pelaksanaan Dana Desa. Tragisnya, Musyawarah Desa acapkali hanya dianggap sebagai pelengkap penderita. Substansinya diabaikan. Bahkan item-item yang […]

expand_less