Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Polisi Memberi Keamanan, Bukan Menganiaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Samna, SPd.I
Aktivis / anggota Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

 

Sejumlah anggota kepolisian  diduga telah melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap empat orang remaja, di Ternate, Maluku Utara, Minggu (26/9).

Hal tersebut terjadi di kantor Direktorat Sabhara Polda Maluku Utara.

Rahmandani dan tiga teman sebayanya juga mengalami kondisi serupa. Tiga temannya tersebut yakni Buaiman Usemahu, Ai dan Iman Toro dianiaya hingga mengalami lebam di bagian wajah.

Sementara nama para oknum pelaku penganiayaan dan pengeroyokan ini belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya penganiayaan oleh oknum polisi juga terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. DG yang merupakan pegawai Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II B Natal, melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur SR (14) yang merupakan santri Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Akibatnya sang anak babak belur dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat.

Menyalahi Amanat Rakyat

Kepolisian adalah alat utama negara dalam menjaga keamanan.

Sebagai polisi seharusnya memberikan penjagaan keamanan kepada masyarakat, bukan menganiaya. 

Polisi adalah tempat masyarakat mengadu saat terjadi tindak kriminal, agar mereka yang terzalimi bisa segera mendapatkan pembelaan.

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum.

Jika polisi melakukan penganiayaan maka hal ini sama saja dengan menghianati amanah yang diembankan kepada mereka. Padahal keberadaan mereka seharusnya memberikan rasa aman bagi rakyat.

Polisi dalam Islam

Dalam negara khilafah, urusan keamanan negara diurusi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang dipimpin oleh seorang Direktur. Departemen ini mempunyai Kantor Wilayah di setiap wilayah kekhilafahan. Kantor Wilayah tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian di wilayah itu.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya “Struktur Daulah Khilafah dalam Pemerintahan dan Administrasi ” menukil ungkapan Al Azhari mengenai hal ini.

Al Azhari berkata: “Polisi adalah setiap kesatuan yang merupakan kesatuan terbaik, diantara kesatuan pilihan tersebut adalah polisi karena mereka adalah prajurit-prajurit pilihan, bahkan dikatakan mereka adalah kesatuan terbaik yang lebih menonjol daripada tentara. Dikatakan bahwa mereka dinamakan syurthah atau polisi karena mereka memiliki ciri yang telah dikenal baik dari pakaian maupun kemampuan geraknya”.

Imam al-Bukhari telah menuturkan riwayat dari Anas bin Malik:  “sesungguhnya Qais bin sa’ad di sisi nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki posisi sebagai kepala polisi dan ia termasuk di antara para Amir.

Polisi diberi tugas untuk menjaga sistem mengelola keamanan dalam negeri dan melaksanakan seluruh aspek implementatif, hal ini sesuai dengan hadits Anas bin Malik di atas tentang Rasul shallallahu alaihi wasallam yang menjadikan Qais bin Sa’ad di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki kedudukan sebagai kepala polisi.

Hadis itu menunjukkan bahwa polisi berada di samping penguasa. Makna berada di samping penguasa itu adalah polisi berperan sebagai kekuatan implementatif yang dibutuhkan oleh penguasa untuk menerapkan syariah menjaga sistem dan melindungi keamanan termasuk melakukan kegiatan patroli. Kegiatan patroli itu adalah berkeliling pada malam hari untuk mengawasi dan mengejar pencuri serta mencari orang yang berbuat kerusakan atau kejahatan dan orang yang dikhawatirkan melakukan tindak kejahatan.

Untuk menjalankan tugasnya itu, polisi harus mempunyai karakter yang khas, seperti keikhlasan, akhlak yang baik, seperti sikap tawadhu’, tidak sombong dan tidak arogan, kasih sayang, tindak tanduknya baik, seperti murah senyum, mengucapkan salam, menjauhi perkara syubhat, bijak dan lapang dada, menjaga lisan, berani, jujur, amanah, taat, berwibawa dan tegas.

Dengan demikian seorang polisi akan menjadikan dirinya sebagai pengaman, penjaga bagi masyarakat. Masyarakat akan merasa aman dan nyaman bila berjumpa dengan mereka, bukan sebaliknya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Cabup Pertama Mendaftar ke PKB

    Atika Cabup Pertama Mendaftar ke PKB

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution calon bupati (cabup) Madina pertama yang mendaftar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tim Atika terdiri dari Muhammad Syafril dan Faisal Caniago mendaftarkan Atika di sekretariat DPC PKB Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jl. Willem Iskander, Pidoli Lombang, Panyabungan, Kamis (25/4/2024). Tim Atika disambut Ketua DPC PKB Madina, Khoiruddin […]

  • Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    Status Tak Jelas dan Tak Digaji Pelamar Lulus PPPK Formasi 2023 Berunjukrasa di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikut merasa terzolimi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus formasi Tahun 2023 meminta persoalan PPPK Tahun 2023 segera dituntaskan oleh Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )Selasa, (02/07/2024). Ratusan PPPK yang didominasi oleh guru yang lulus seleksi pada Tahun 2023 melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Madina untuk […]

  • Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    Road To Famous Audisi di Padang Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDIMPUAN- EBM Film Corps yang bekerjasama dengan Komunitas Pekerja Film Sumatera Utara, menggelar dalam rangka Road To Famous di Kota Padang Sidimpuan (16/4). Even untuk mencari dan menjaring talenta-talenta terpendam di Kota Padang Sidempuan tersebut, baik dari kategori bintang film maupun bintang suara disambut meriah oleh masyarakat Padang Sidimpuan. Antusias masyarakat Padang Sidimpuan tersebut […]

  • Camp Sorik Mas mining

    Camp Sorik Mas mining

    • calendar_month Minggu, 15 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Aksi pembakaran camp PT Sorikmas Mining di perbukitan Sambung, Kecamatan Naga Juang, Mandailing Natal (Madina), Sabtu (7/7) lalu, diduga dilakukan para penambang emas tanpa Izin (PETI). Meski tak ada korban jiwa dalam insiden ini, sekitar 130-an karyawan PTSM, termasuk karyawan kontraktor pengeboran berhasil dievakuasi dan terhindar dari bahaya. Namun, aset perusahaan bernilai ratusan milyar rupiah […]

  • Bantuan ke korban longsor Tapteng terganggu jalur

    Bantuan ke korban longsor Tapteng terganggu jalur

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANDAN, TAPTENG – Hari ini, korban longsor mendapat bantuan untuk pertam kalinya sejak bencana banjir dan longsor yang menewaskan 5 warga termasuk seorang bocah hilang, Sabtu dini hari di Desa  Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bantuan itu mengalir dari salah satu bank di Sibolga dan  dari Pemab Tapanuli Tengah.  Bantuan berupa beras, […]

  • Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat   Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya. Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi […]

expand_less