Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 7 Okt 2013
  • print Cetak

“Saya tidak bisa menghubungkan sebab-sebab saya memeluk Islam, kecuali kepada petunjuk Allah RabbulAlamin. Tanpa petunjuk Allah, segala pelajaran atau ilmu, pembahasan dan lain-lain usaha untuk menemukan kepercayaan yang lurus ini bahkan mungkin menyebabkan orang tersesat,” ujar Prof Abdul-Ahad Dawud B.D, bekas Pendeta Tinggi di David Bangamni Keldani, Iran.

Pendeta David Benjamin Keldani,B.D, merupakan namanya sebelum berislam. Ia merupakan seorang imam katolik Roma dari sekte Uniate – Chaldean. Ia dilahirkan pada tahun 1867 di Persia dan tumbuh besar disana. Sejak kecil, ia telah dididik untuk disiapkan menjadi pendeta. David bahkan di kirim ke Roma untuk mempelajari teologi dan filsafat.

David menjadi pendeta yang aktif. Ia menghasilkan banyak karya keagamaan. Ia bahkan seringkali menulis tentang gereja di berbagai media. Prestasinya sebagai pendeta pun sangat gemilang. David bahkan pernah diutus oleh dua Uskup Agung Uniate-Chaldean Urmia dan Salinas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres di Perancis.

Namun di usia tuanya, ia mengalami gejolak batin. Bermula ketika terjadi perselisihan antarsekte agama yang ia anut. Ia bahkan menemukan perselisihan berdarah. Maka pertanyaan besar pun berkecamuk dalam pikirannya. Ia bertanya-tanya mengenai ragam dan warnanya agama yang ia anut. Keberagaman tersebut membuatnya mempertanyakan keauntetikan kitab suci bahkan Tuhannya.

Maka di musim panas tahun 1900, saat ia menikmati pensiun di sebuah vila di Digala, David memulai jalan hidayahnya. Ia membaca ulang kitabnya, kemudian bermeditasi. Ia mencari jawaban segala pertanyaannya.

Hingga kemudian saat pindah ke Belgia, ia bergabung kembali dengan komunitas Unitarian. David bersama komunitas pun berkunjung ke Istanbul. Disana ia bertemu ulama bernama Jemaluddin Effendi. Setelah banyak berbincang dengan sang ulama, David mendapatkan hidayahnya. Ia menemukan kebenaran di dalam Islam. David pun memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul-Ahad Dawud.

Islam sebagai Way of Life

David merasa hidayah yang didapatkan begitu berharga. Ia bahkan tak habis pikir mengapa hatinya condong pada Islam. Mengingat sejak kecil ia telah dididik menjadi pendeta. Jika ditanya sebabnya memilih Islam, maka ia benar-benar merasakan mendapat petunjuk dari Allah. David merasa sangat beruntung mendapat petunjuk Allah.

Setelah berislam, David pun menjadi muslim yang taat. Ia mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh. Ia bahkan merasakan ketenangan dan kedamaian setelah berislam. Semua yang diajarkan Islam, ia terapkan dalam hidup. Di sisa-sisa usianya, ia menjadikan Islam sebagai cara hidupnya.

“Dan seketika saya percaya atas ke-Esaan Allah, jadilah Rasulnya, Muhammad SAW itu akhlak dan cara hidup saya,” ujar David bersyukur.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranking ujian CPNS harus diumumkan

    Ranking ujian CPNS harus diumumkan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Seluruh panitia seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprovsu dan Pemkab/Pemko di Sumut harus mengumumkan ranking hasil ujian yang dinilai perguruan tinggi negeri (PTN) kepada masyarakat. “Jadi tidak hanya nama-nama yang lulus saja yang diumumkan. Nilai seluruh peserta yang mengikuti seleksi CPNS juga harus diumumkan panitia seleksi,” kata Ketua Komisi A bidang […]

  • Terpidana Kasus Tambang Ilegal di Madina Tak Kunjung Dieksekusi

    Terpidana Kasus Tambang Ilegal di Madina Tak Kunjung Dieksekusi

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Terdakwa Zulkipli alias Jaopuk berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina), Sumut, nomor 210/ PID.SUS/2022/PNMDL, dovonis 1 bulan 15 hari karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin, namun terpidana tak kunjung dieksekusi jaksa dengan alasan terpidana keadaan sakit. Kasipidum Kejaksaan Negeri Madina Riamor Bangun […]

  • Gyta Adinda, Gadis Belia si Penemu Obat Diabetes

    Gyta Adinda, Gadis Belia si Penemu Obat Diabetes

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    Membawa Berkah Bagi Orangtua dan Keluarganya Masih ingatkan dengan Gyta Adinda Nasution, gadis belia warga Jalan Pendidikan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina yang berhasil menemukan ramuan obat diabetes ? Ternyata, sejak lahir 17 tahun lalu, gadis berkerudung dan berkacamata ini sudah membawa berkah bagi orangtua dan keluarganya. Bisman Nasution menceritakan, putrinya yang saat ini sekolah di […]

  • Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    Hasil Perhitungan KPU Madina : Hidayat-Dahlan Raih 72 Persen Suara

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal yang dilaksanakan, Kamis (28/4) memperlihatkan pasangan Hidayat-Dahlan memperoleh suara sebanyak 115.564 suara atau 72 persen disusul pasangan Indra Porkas-Firdaus dengan perolehan 12.458 suara atau 8 persen, pasangan Arsyad-Azwar dengan perolehan suara 10.883 suara atau 7 persen. Kemudian disusul pasangan Irwan – Samad dengan perolehan 8.329 suara […]

  • Karikatur

    Karikatur

    • calendar_month Sabtu, 2 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • PC PMII Madina: Perlu Efek Jera untuk Iqbal Rihanna

    PC PMII Madina: Perlu Efek Jera untuk Iqbal Rihanna

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Mandailing Natal (PC PMII Madina) mengecam tindakan Iqbal atau Rihanna yang kembali berulah usai meminta maaf akibat perayaan ulang tahun yang menyulut emosi masyarakat Madina. Ketua PC PMII Ali Musa mengatakan, video Iqbal terbaru menunjukkan tidak ada rasa bersalah dari yang bersangkutan. “Video yang saat […]

expand_less