Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
  • print Cetak

Resmi jadi provinsi ke-34. Bersamaan dengan empat kabupaten baru.

Sidang paripurna terakhir Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan pada Kamis, 25 Oktober 2012 ini, lebih ramai dari biasanya. Bukan karena dipenuhi anggota dewan, tapi ada ratusan masyarakat adat yang memenuhi bangku balkon ruang sidang paripurna.

Kebanyakan dari mereka, mengenakan baju tradisional masing-masing. Mereka, datang untuk menyambut pengesahan lima Rancangan Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru yang disahkan hari ini.

Dengan disahkannya RUU DOB ini, Indonesia akan memiliki satu provinsi dan empat kabupaten baru. Satu provinsi yang baru disahkan menjadi daerah otonom adalah provinsi Kalimantan Utara.

Sementara empat kabupaten baru itu adalah Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung, Kabupaten Manokwari Selatan di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat.

“Apakah RUU pembentukan daerah otonomi baru dapat disetujui menjadi Undang-Undang?” tanya Marzuki Alie sebagai pimpinan rapat kepada anggota dewan yang hadir. “Setuju” kata anggota dewan serempak.

Pernyataan persetujuan ini, disambut gembira oleh masyarakat adat yang menyaksikan secara langsung rapat paripurna ini. “Hidup komisi II,” sesekali terdengar teriakan dari sudut balkon. “Hidup Marzuki Ali,” masyarakat yang lain juga menimpali, di tengah-tengah keriuhan yang terjadi.

Masyarakat adat dari Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan, mengaku mereka sengaja datang ke Jakarta untuk menghadiri sidang paripurna ini. Uniknya, sebagian masyarakat adat dari bagian Papua Barat itu sengaja mengenakan pakaian tradisional koteka dengan mahkota manik-manik yang dibuat dari bulu burung Cendrawasih lengkap dengan body painting warna-warni di sekujur tubuh.

Sekretaris Tim Pemekaran Pegunungan Arfak Bob Retuadan menyatakan kegembiraannya atas pemekaran wilayah ini. Pasalnya, setelah delapan tahun berjuang akhirnya Pegunungan Arfak menjadi kabupaten sendiri.

“Kami sudah berjuang sejak delapan tahun lalu, tapi selalu menemui kendala. Kami menjadi korban perubahan Undang-undang Otonomi Daerah dan moratorium pemekaran wilayah,” kata Bob.

Bob menjelaskan keinginan menjadikan pegunungan Arfak sebagai daerah otonom ini bermula dari minimnya pembangunan yang terjadi di pelosok Papua Barat.

Sedikitnya masyarakat yang tinggal di sana seakan membuat pemerintah tidak menjadikan wilayah Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan sebagai prioritas. Penduduk Pegunungan Arfak hanya berjumlah 37.000 orang dan penduduk Manokwari Selatan berjumlah 32.000 orang.

“Sebagian besar penduduknya tinggal di hutan-hutan dan tidak ada pembangunan di sana. Kami harapkan dengan pemekaran wilayah ini, Pegunungan Arfak bisa mendapatkan perhatian lebih dan bisa mengembangkan wilayahnya sendiri,” kata Bob.

Sementara, Ketua Komisi II DPR bidang pemerintahan, Agun Gunanjar, menjelaskan bahwa selama ini Pegunungan Arfak sama sekali tidak mendapatkan perhatian. “Saat komisi II melakukan kunjungan kerja ke sana, sulit sekali ditembus. Bahkan harus menggunakan alat-alat berat untuk menembus masyarakatnya,” kata Agun.

Agun meminta agar pemekaran wilayah tidak hanya dilihat dari segi biaya. “Jangan lihat ini akan memboroskan biaya, di awal mereka memang membutuhkan uluran tangan kita. Tetapi apakah mereka bukan manusia? Mereka manusia, masyarakat Indonesia yang juga butuh perhatian negara ini,” kata Agun.

Sementara, anggota Komisi III bidang hukum, Nudirman Munir juga memberikan masukan kepada pemerintah agar daerah otonomi yang baru itu lebih fokus pada pembangunan disektor maritim. Pasalnya, Nudirman melihat dari daerah yang dimenjadi otonom baru, lebih banyak di daerah pesisir.

“Pada umumnya daerah-daerah otonomi baru berhubungan dengan kelautan, saya memberi masukan untuk membentuk sektor ekonomi di sektor maritim, untuk membentuk dermaga-dermaga, sehingga tak membangun sektor darat terus menerus yang justru menjadi pemborosan dan kurang bermanfaat,” kata Nudirman. © VIVA.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Songon Gogat Doma Boto Angkang  Boi Nibayoi

    Songon Gogat Doma Boto Angkang Boi Nibayoi

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sinabiarna nagiot ona rampingkoni marpenong-penong jabat songon aruting nahona tuba, martingkat-tingkat boi nai songon gogat bulusoma, arana inda piga pokennaibe napalaluon ni amantai ma ningna caritona nagiot perampingani, pala namaramping mantong ibarat ni suping nanyiak dei boto, manyarira songon bugang nailasiakan doihot lasiak cino, ning Jatulillama markombur laos mangaregep karupuk jangek. Baen kopi paeti Jabulele […]

  • Ini Dia Strategi Yusuf-Imron Wujudkan Madina Yang Mulia

    Ini Dia Strategi Yusuf-Imron Wujudkan Madina Yang Mulia

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal Madina (Madina) adalah tujuan yang masih di kejauhan. Memang betul, indikator pembangunan bidang ekonomi relatif membaik. Seiring dengan itu, angka kemiskinan pun sudah menurut hingga 9,62 persen di 2013. Salah satu faktor penyebabnya adalah kepemimpinan hingga Pilkada 2015 ini menjadi teramat penting hingga harus dibiayai sekalipun mesti menyedot […]

  • Lusa, Polda Akan Periksa Bupati Madina

    Lusa, Polda Akan Periksa Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Penyidik Subdit 2 Harda-Bangtah Direktorat Reskrimum Polda Sumut menjadwalkan, Rabu lusa kembali memeriksa Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait kasus dugaan penipuan uang kepada H. Tajuddin Pardosi warga Hutabargot. “Rabu pekan depan, penyidik menjadwalkan pemanggilan Bupati Madina Dahlan Nasution,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, pekan lalu seperti dilansir […]

  • Warga Sikarakara Natal Yakin Harun-Ichwa Menangi Pilkada Madina

    Warga Sikarakara Natal Yakin Harun-Ichwa Menangi Pilkada Madina

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online ):  Aura kemenangan untuk paslon nomor urut 1 “ On Ma “ H Harun Mustafa Nasution-H Muhammad Ichwan Husein Nasution, SH semakin terasa dalam pilkada Mandailing Natal (Madina). Roadshow tim pemenangan Harun-Ichwan ke wilayah pantai barat yang dipimpin mudir Musthafawiyah purba baru H Mustafa Bakri Nasution benar-benar mendapat sambutan baik dari […]

  • Kombi, kompor anti meledak

    Kombi, kompor anti meledak

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan teknologi terbaharukan semakin menguat, salahsatunya adalah teknologi kompor untuk memasak skala rumah tangga, dengan menggunakan bahan bakar terbaharukan yakni bahan bakar yang terbuat dari kegiatan fermentasi, salahsatunya adalah alkohol atau disebut juga bioetanol. Bahan bakunya mulai dari limbah, tetes tebu, hingga singkong. Untuk itulah maka dibutuhkan alat pembakar atau burner […]

  • Bila Merapi Memburuk, SBY Kembali ke Indonesia

    Bila Merapi Memburuk, SBY Kembali ke Indonesia

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Kunjungan kerja Presiden SBY ke luar negeri hanya efektif empat hari. Bila sewaktu-waktu kondisi Gunung Merapi memburuk, Presiden SBY kembali ke Tanah Air. Demikian jawaban Menko Polhukam Djoko Suyanto saat ditanya kemungkinan jadwal kunjungan kerja Presiden SBY ke luar negeri akan berubah. Sebab hingga kini, status Merapi masih dinyatakan awas. “Bila ada perubahan […]

expand_less