Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Satpol PP Tendangi Massa PP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Terjadi Saat Unjuk Rasa di Dinkes dan Kantor Bupati
Unjuk rasa massa Pemuda Pancasila di Dinas Kesehatan Madina dan kantor bupati, Kamis (5/1) pagi, berlangsung ricuh. Massa dan Satpol PP terlibat bentrok. Mereka saling dorong. Seorang pendemo dipukul dengan pentungan. Pendemo lainnya, ditendangi.

Ratusan pengunjuk rasa tiba di kantor Dinkes sekitar pukul 11.15 WIB dengan berjalan kaki dari bundaran perkantoran Paya Loting atau sekitar 200 meter. Setibanya di depan kantor dinkes, massa dihalangi sekitar 20-an personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Massa Pemuda Pancasila (PP) yang ngotot masuk karena ingin bertemu dengan Kepala Dinas, akhirnya terlibat aksi saling dorong. Bukan itu saja, massa yang geram karena tak seorang pun menerima aksi mereka, akhirnya melempari kantor dinkes dengan telur.
Dalam tuntutannya, massa yang dikoordinatori Aswardi Nasution membeberkan rekrutmen Bidan PTT tahun 2011 yang terkesan tertutup. Sebab, hanya terbuka bagi calon-calon tertentu sehingga diindikasikan Dinkes ingin mengambil keuntungan besar dari calon bidan PTT yang ingin melamar.
Dari hasil investigasi yang dilakukan MPC PP, Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ingin melamar harus mengeluarkan kocek sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta. “Kami meminta aparat penegak hukum menindak segala bentuk praktik KKN sesuai prosedur hukum,” sebutnya.
Ia juga menyampaikan, anggaran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp2.317.800.000, dan jaminan persalinan (Jampersal) Rp1.755.049.000, yang disalurkan ke 26 puskesmas se-Madina tidak berjalan dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, mereka (PP Madina) menemukan dugaan penyelewengan dana, semisal pengklaiman pasien oleh bidan, lalu menerima pembayaran dari pasien jamkesmas dan jampersal, pemotongan-pemotongan lainnya. “Sehingga dana yang miliaran tersebut bukan dinikmati masyarakat tetapi dinikmati sebagian oknum di Dinas kesehatan,” bebernya.
Bukan itu saja, sambungnya, penyerahan sepedamotor dinas bagi pegawai puskesmas juga terjadi dugaan penyelewengan dan pelanggaran. Pegawai penerima kendaraan dinas itu diharuskan membayar Rp3 juta per unit. Padahal, sepedamotor itu diberikan gratis untuk menunjang peningkatan kinerja pegawai.
“Untuk itu kami meminta Kapolres dan Kajari agar mengusut tuntas dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nipotisme (KKN) di Dinkes. Kami juga meminta Bupati Madina segera mencopot Kadis Kesehatan karena diduga telah melakukan kesalahan,” ujarnya diamini pengunjuk rasa lain dengan teriakan.
Usai menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap, massa langsung menuju kantor bupati. Sayang, bupati tidak berada di tempat. Massa tetap bersikeras menjumpai bupati. Di depan pintu masuk, massa kembali dihadapkan dengan pengawalan ketat dari Satpol PP. Belum sempat menyampaikan aspirasinya, massa kembali terlibat aksi dorong. Bukan hanya saling dorong, tendang demi tendangan juga dirasakan massa PP.
Dalam situasi ini, pengunjuk rasa mengaku sempat dipukul dengan pentungan yang dipegang petugas Satpol PP. Pengunjuk rasa tadi pun menguasai pentungan petugas.
“Coba kita lihat semuanya. Hari ini Satpol PP menunjukkan arogansi terhadap masyarakat yang hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami tidak terima perlakuan seperti ini. Pentungan sebagai barang bukti. Kami akan melaporkan kekerasan ini ke Komnas HAM,” sebut salah seorang Kordinator, Tan Gozali.
Akhirnya, sekitar pukul 12.15 WIB, lima perwakilan pengunjuk rasa, yakni Ketua MPC PP Syahriawan Nasution familiar dipanggil Kocu, Tan gozali, Fauzan Helmi Rangkuti, Jhon refnizon, menemui bupati melalui ketiga asistennya, Sahnan Pasaribu, Syafei Lubis, dan Samad Lubis, dan disaksikan Kasatreskrim Polres Madina AKP SM Siregar SH.
Dalam pertemuan itu terjadi dialog alot antara pengurs PP Madina dengan ketiga asisten mengenai Dinas kesehatan, MPC PP menginginkan Kadis Kesehatan dicopot dari jabatannya karena dianggap banyak melakukan pelanggaran. Lalu, mengevaluasi kinerja Kasat Pol PP Hendra Adisyaputra.
H Samad Lubis menanggapi tuntutan MPC PP menyebutkan, pihaknya akan memanggil Kadis Kesehatan untuk memberikan penjelasan atas tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa. “Aspirasi ini kami tampung dan akan disampaikan ke Bupati,” sebutnya.(wan.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Henri Husein Nasution mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar mendiskualifikasi atau membatalkan pencalonan Harun Mustafa Nasution sebagai calon bupati Madina nomor urut 1 pada Pilkada Madina 2024. Alasannya, Harun Mustafa Nasution dinilai tidak memenuhi persyaratan calon sesuai dengan Pasal 14 ayat (2) huruf […]

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

  • DCS Dapil 4 NASDEM Madina

    DCS Dapil 4 NASDEM Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 NASDEM Madina

  • Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    Muscam Golkar Panyabungan, Rifai Terpilih Secara Aklamasi

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golongan Karya (Golkar) Panyabungan yang diselenggarakan di Wisata 3 Dimensi Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan pada Jumat (21/1) menetapkan Muhammad Rifai Nasution sebagai ketua terpilih. Rifai yang terpilih secara aklamasi akan memimpin kepengurusan Golkar Panyabungan periode 2020-2025. Rifai akan didampingi Muslih Nasution sebagai sekretaris dan Suaidah Nasution (Bendahara). Sesuai […]

  • Gudang Milik Desa Sikara-Kara IV Terbakar

    Gudang Milik Desa Sikara-Kara IV Terbakar

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Gudang milik Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal terbakar, Rabu (27/9/2017). Sementara kantor kepala desa yang berada disebelahnya turut dijilat apai. Belum diketahui penyebab kebakaran. Kondisi gudang yang berdinding papan hangus total. Informasi dari Sekretaris Desa Sikara-kara IV, Hendra menyebutkan kebakaran terjadi sekira pukul 3.30. Api dapat terpadamkan satu […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi IV) Hari : Kamis, Pukul : 15.30 s/d 17.30 wib Tanggal : 11 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000291 NOvLIKA ISA 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

expand_less