Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Satpol PP Tendangi Massa PP

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Terjadi Saat Unjuk Rasa di Dinkes dan Kantor Bupati
Unjuk rasa massa Pemuda Pancasila di Dinas Kesehatan Madina dan kantor bupati, Kamis (5/1) pagi, berlangsung ricuh. Massa dan Satpol PP terlibat bentrok. Mereka saling dorong. Seorang pendemo dipukul dengan pentungan. Pendemo lainnya, ditendangi.

Ratusan pengunjuk rasa tiba di kantor Dinkes sekitar pukul 11.15 WIB dengan berjalan kaki dari bundaran perkantoran Paya Loting atau sekitar 200 meter. Setibanya di depan kantor dinkes, massa dihalangi sekitar 20-an personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Massa Pemuda Pancasila (PP) yang ngotot masuk karena ingin bertemu dengan Kepala Dinas, akhirnya terlibat aksi saling dorong. Bukan itu saja, massa yang geram karena tak seorang pun menerima aksi mereka, akhirnya melempari kantor dinkes dengan telur.
Dalam tuntutannya, massa yang dikoordinatori Aswardi Nasution membeberkan rekrutmen Bidan PTT tahun 2011 yang terkesan tertutup. Sebab, hanya terbuka bagi calon-calon tertentu sehingga diindikasikan Dinkes ingin mengambil keuntungan besar dari calon bidan PTT yang ingin melamar.
Dari hasil investigasi yang dilakukan MPC PP, Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ingin melamar harus mengeluarkan kocek sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta. “Kami meminta aparat penegak hukum menindak segala bentuk praktik KKN sesuai prosedur hukum,” sebutnya.
Ia juga menyampaikan, anggaran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) sebesar Rp2.317.800.000, dan jaminan persalinan (Jampersal) Rp1.755.049.000, yang disalurkan ke 26 puskesmas se-Madina tidak berjalan dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, mereka (PP Madina) menemukan dugaan penyelewengan dana, semisal pengklaiman pasien oleh bidan, lalu menerima pembayaran dari pasien jamkesmas dan jampersal, pemotongan-pemotongan lainnya. “Sehingga dana yang miliaran tersebut bukan dinikmati masyarakat tetapi dinikmati sebagian oknum di Dinas kesehatan,” bebernya.
Bukan itu saja, sambungnya, penyerahan sepedamotor dinas bagi pegawai puskesmas juga terjadi dugaan penyelewengan dan pelanggaran. Pegawai penerima kendaraan dinas itu diharuskan membayar Rp3 juta per unit. Padahal, sepedamotor itu diberikan gratis untuk menunjang peningkatan kinerja pegawai.
“Untuk itu kami meminta Kapolres dan Kajari agar mengusut tuntas dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nipotisme (KKN) di Dinkes. Kami juga meminta Bupati Madina segera mencopot Kadis Kesehatan karena diduga telah melakukan kesalahan,” ujarnya diamini pengunjuk rasa lain dengan teriakan.
Usai menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap, massa langsung menuju kantor bupati. Sayang, bupati tidak berada di tempat. Massa tetap bersikeras menjumpai bupati. Di depan pintu masuk, massa kembali dihadapkan dengan pengawalan ketat dari Satpol PP. Belum sempat menyampaikan aspirasinya, massa kembali terlibat aksi dorong. Bukan hanya saling dorong, tendang demi tendangan juga dirasakan massa PP.
Dalam situasi ini, pengunjuk rasa mengaku sempat dipukul dengan pentungan yang dipegang petugas Satpol PP. Pengunjuk rasa tadi pun menguasai pentungan petugas.
“Coba kita lihat semuanya. Hari ini Satpol PP menunjukkan arogansi terhadap masyarakat yang hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami tidak terima perlakuan seperti ini. Pentungan sebagai barang bukti. Kami akan melaporkan kekerasan ini ke Komnas HAM,” sebut salah seorang Kordinator, Tan Gozali.
Akhirnya, sekitar pukul 12.15 WIB, lima perwakilan pengunjuk rasa, yakni Ketua MPC PP Syahriawan Nasution familiar dipanggil Kocu, Tan gozali, Fauzan Helmi Rangkuti, Jhon refnizon, menemui bupati melalui ketiga asistennya, Sahnan Pasaribu, Syafei Lubis, dan Samad Lubis, dan disaksikan Kasatreskrim Polres Madina AKP SM Siregar SH.
Dalam pertemuan itu terjadi dialog alot antara pengurs PP Madina dengan ketiga asisten mengenai Dinas kesehatan, MPC PP menginginkan Kadis Kesehatan dicopot dari jabatannya karena dianggap banyak melakukan pelanggaran. Lalu, mengevaluasi kinerja Kasat Pol PP Hendra Adisyaputra.
H Samad Lubis menanggapi tuntutan MPC PP menyebutkan, pihaknya akan memanggil Kadis Kesehatan untuk memberikan penjelasan atas tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa. “Aspirasi ini kami tampung dan akan disampaikan ke Bupati,” sebutnya.(wan.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta. Sementara untuk pecahan Rp 100.000 […]

  • Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MINGGU depan, Fatin Shidqia Lubis akan terbang ke Eropa untuk syuting film garapan sutradara Hanung Bramantyo. Selama 10 hari, gadis berusia 17 tahun ini akan berada di Eropa. Itu berarti selama seminggu lebih, Fatin akan meninggalkan bangku sekolah. Sebagai orangtua, Bahari Lubis mengaku punya tips jitu agar anak pertamanya ini tak ketinggalan pelajaran di sekolah. […]

  • Bupati Harus Tegas Menuntut Pertanggungjawaban PT SMGP

    Bupati Harus Tegas Menuntut Pertanggungjawaban PT SMGP

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution diminta harus tegas menuntut pertanggungjawaban PT SMGP atas keracunan yang menimpa warga Desa Sibanggor Julu pada Minggu (6/3) lalu. Hal itu disampaikan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina Muhammad Irwansyah Lubis, Jumat (11/3). ”Lima hari pascakejadian, suara dan desakan yang mengecam […]

  • Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    Terkait Laporan Tim Paslon 1, KPU Siap Laksanakan Apapun Keputusan Bawaslu

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) siap melaksanakan apapun keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu. Hal ini dikarenakan keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu adalah mutlak dan harus dilaksanakan oleh KPU. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPU Madina, M. Ikhsan Matondang melalui telepon, Jum’at (15/11/2024). Pernyataan Ikhsan ini disampaikan menanggapi […]

  • Bupati Madina dan Bupati Pasaman Bahas Potensi Daerah

    Bupati Madina dan Bupati Pasaman Bahas Potensi Daerah

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto dan rombongan di Rumah Dinas Bupati Madina, Panyabungan, Selasa (27/1/ 2026). Dalam kesempatan itu, kedua kepala daerah saling menyampaikan potensi ekonomi dan membicarakan beberapa hal yang berkaitan satu sama lain, termasuk tapal batas. Saipullah […]

  • Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Silangitkoi merupakan pengejawantahan dari green economy seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Group of Twenty (G20) beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar saat berkunjung ke Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan, Jumat (4/2). “Saya melihat apa yang dilakukan oleh owner […]

expand_less