Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
  • print Cetak

Oleh : Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah tinggal di Tarutung, Sumut

Tiada hari tanpa adanya masalah. Kejahatan yang terus menjelma di sistem kehidupan hari ini. Masalah yang terjadi bukan hanya menimpa masyarakat, tetapi juga merambah ke kalangan anak-anak termasuk pelajar. Permasalahan yang paling banyak terjadi dan terus meningkat yakni tentang perundungan (bullying) terhadap sesama pelajar, yang bukan hanya berdampak pada psikologis semata namun tak jarang mengancam jiwa, hingga kematian yang tak terelakkan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan berdasarkan hasil Asesmen Nasional pada 2022, terdapat 36,31 persen atau satu dari tiga peserta didik (siswa) di Indonesia berpotensi mengalami bullying atau perundungan. (Republika.co.id, 20/10/2023)

Kasus perundungan yang terjadi pada siswa SMP di Cilacap. Kasus ini hangat diperbincangkan, sebab video yang mempertontonkan korban tengah disiksa beredar luas. Dalam video tampak seorang siswa dianiaya oleh siswa lain dengan cara dipukul dan ditendang. Adegan ini disaksikan beberapa siswa lain dan tidak ada yang melerai. (Tirto.id, 22/10/2023)

Anak yang seharusnya kita dididik di sebuah lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menjadi anak yang berakhlak, cerdas dan salih-salihah, namun yang didapatkan justru sebaliknya. Hal itu yang harus dicari akar permasalahan dan solusi hakiki untuk membentuk kepribadian anak yang sebagaimana kita harapkan, dan tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan.

Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan oleh berbagai pihak satuan pendidikan, komisi perlindungan anak, untuk memberantas kasus perundungan di kalangan pelajar ini, mulai dari dibentuknya program pencegahan perundungan dengan bimbingan teknik Roots, hingga program Gerakan Pelopor Anti Bullying melalui Olimpiade tingkat nasional bagi pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil yang signifikan dan komprehensif.

Hal ini harus kita pahami bahwa akar permasalahan yang terjadi disebabkan oleh pengaruh sekuler kapitalisme di tataran kehidupan saat ini termasuk sistem pendidikan. Output pendidikan tidak menghasilkan siswa yang benar-benar memiliki kepribadian islam, IMTAQ (Iman, Taqwa) dan berakhlak, melainkan menghasilkan pelajar yang amoral, jauh dari agama, dan kepribadian sekuler liberal (bebas sesuai hawa nafsu). Penanaman nilai-nilai islam hanya sebatas teori dalam aspek ritual saja, seperti solat, puasa, zakat, yang mencakup hablum minallah saja, serta minim pengamalan dalam kehidupan.

Pendidikan yang dipengaruhi sekuler kapitalisme juga menghasilkan siswa-siwa yang hanya memikirkan materi, kesuksesan dunia, dan bebas berbuat amoral tanpa merasa bersalah. Di tambah lagi sistem sosial yang tidak mendukung dalam kebaikan, siswa-siswa banyak mengkonsumsi konten-konten yang buruk, yang mengarahkan kemaksiatan, unfaedah sebagaimana yang banyak terdapat di berbagai platform media sosial saat ini. Begitupun dalam ranah keluarga, masih banyak siswa yang merasa kurang didikan dan kasih sayang maupun perhatian dari orang tuanya sehingga mencari perhatian yang tak seharusnya di luaran sana.

Untuk mengatasi permasalah perundungan atau bullying terutama di kalangan pelajar, maka islam memiliki solusi yang komprehensif, dan mampu menuntaskan segala permasalahan sampai ke akarnya. Maka solusi yang diberikan tentu saja harus menjauhi pengaruh sekuler kapitalisme dengan sistem islam yang dapat menerapkan seluruh aturan dan syariat secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan.

Negara akan menerapkan islam secara kaffah. Sistem pendidikan dalam islam akan memiliki kurikulum pembelajaran berbasis aqidah islam yang akan membentuk generasi berkepribadian islam, pola pikir dan pola sikapnya sesuai islam, sesuai aturan yang Sang Pencipta berikan pada ciptaan-Nya. Tsaqofah islam, ilmu sains dan teknologi akan berusaha dikuasai oleh generasi, dan berkarya untuk kebermanfaatan ummat, bukan untuk ajang pamer atau kesombongan. Pemikiran atau tsaqofah barat yang bertentangan dengan islam, akan dibersihkan dari pemikiran para siswa dengan bantuan media/konten-konten yang baik, atau sarana dakwah lainnya yang menyebarkan dakwah.

Tak hanya sistem pendidikan yang diubah, namun keluarga juga harus  mampu mendidik anak-anak untuk memiliki aqidah dan berkepribadian islam, sehingga anak-anak memiliki kesadaran bahwa mereka adalah hamba Allah yang harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kehidupan bermasyarakat, Islam juga memerintahkan untuk selalu amar ma’ruf nahi mungkar, tolong menolong dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah (fastabiqul khayrat), sehingga suasana kehidupan bermasyarakat hidup dalam ketaqwaan.

Allah SWT befirman dalam QS. An-Nahl ayat 89-90, yang artinya:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Islam juga melarang manusia agar tidak saling merendahkan satu sama lainnya, sebagaimana dalam QS Al Hujurat ayat 11, yang artinya
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Oleh karena itu, generasi harus diselamatkan dengan ideologi yang sahih, yang benar yakni ideologi islam yang merupakan petunjuk untuk ummat manusia, dan rahmat bagi seluruh alam. Ideologi islam tidak bisa terterapkan secara menyeluruh tanpa adanya negara yakni Khilafah Islamiyyah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh, Desa Huta Dangka Dipindahkan dari Kotanopan ke Hutabargot

    Heboh, Desa Huta Dangka Dipindahkan dari Kotanopan ke Hutabargot

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Madailing Natal heboh lagi. Desa Huta Dangka di Kecamatan Kotanopan dipindahkan ke dalam wilayah Kecamatan Hutabargot. Pemindahan itu tertuang pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 146.1-4717 Tahun 2020 Tentang Penetapan Nama, Kode dan Jumlah Desa di Seluruh Indonesia Tahun 2020. Di lampiran Kepmendagri itu pada tabulasi Kecamatan Kotanopan ditetapkan secara jelas pemindahan […]

  • Mencium Aroma Sereh dalam “Model Pembangunan Alternatif” Madina

    Mencium Aroma Sereh dalam “Model Pembangunan Alternatif” Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketika Pemerintah Belajar Sistem — Organisasi Tani Justru Tidak Diajak     Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada sesuatu yang menarik dari langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belakangan ini. Di tengah kebiasaan lama pembangunan daerah yang sering berhenti pada pembagian bibit dan proyek musiman, Pemkab Madina justru terlihat mulai bergerak ke arah yang lebih serius: […]

  • Penghujan, Harga Cabai Kian Pedas

    Penghujan, Harga Cabai Kian Pedas

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabai berbagai jenis terus naik di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pantauan Mandailing Online, di Pasar Baru Panyabungan, Jum’at (27/10/2023) harga merangkak naik dari kemarin. Kenaikan mencapai kisaran 4.000 Rupiah per kilogram (kg). Sejumlah pedagang menyatakan kenaikan dipicu durasi hujan yang tinggi. Jenis cabai merah sebelumnya Rp 40.000 per kg […]

  • Kades Rantobi Mengaku Parman Pemilik Lahan Tambang Maut di Desanya. Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

    Kades Rantobi Mengaku Parman Pemilik Lahan Tambang Maut di Desanya. Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Kepala Desa ( Kades) Rantobi di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madima ) Fajaruddin akhirnya bersuara berkaitan dengan teka teki siapa pemilik kolam tambang emas ilegal yang mengakibatkan dua bocah perempuan warga setempat ditemukan tewas tenggelam ” Iya pemilik lobang galian tambang ilegal itu adalah Parman warga Aek Baru […]

  • Terkait Dana Desa, Warga Tolang Laporkan Kades ke Kejari

    Terkait Dana Desa, Warga Tolang Laporkan Kades ke Kejari

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan anggaran dana desa (DD) Tolang, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2022 diduga tak sesuai dengan perencanaan sehingga membuat BPD dan warga melaporkan kepala desa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Panyabungan. Tak hanya itu, warga juga melayangkan surat pengaduan kepada Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution, Ketua DPRD Erwin […]

  • DCS Dapil 2 PKP Madina

    DCS Dapil 2 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PKP Madina

expand_less