Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
  • print Cetak

Oleh : Nurmala Sari, S.Pd
Aktivis Dakwah tinggal di Tarutung, Sumut

Tiada hari tanpa adanya masalah. Kejahatan yang terus menjelma di sistem kehidupan hari ini. Masalah yang terjadi bukan hanya menimpa masyarakat, tetapi juga merambah ke kalangan anak-anak termasuk pelajar. Permasalahan yang paling banyak terjadi dan terus meningkat yakni tentang perundungan (bullying) terhadap sesama pelajar, yang bukan hanya berdampak pada psikologis semata namun tak jarang mengancam jiwa, hingga kematian yang tak terelakkan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan berdasarkan hasil Asesmen Nasional pada 2022, terdapat 36,31 persen atau satu dari tiga peserta didik (siswa) di Indonesia berpotensi mengalami bullying atau perundungan. (Republika.co.id, 20/10/2023)

Kasus perundungan yang terjadi pada siswa SMP di Cilacap. Kasus ini hangat diperbincangkan, sebab video yang mempertontonkan korban tengah disiksa beredar luas. Dalam video tampak seorang siswa dianiaya oleh siswa lain dengan cara dipukul dan ditendang. Adegan ini disaksikan beberapa siswa lain dan tidak ada yang melerai. (Tirto.id, 22/10/2023)

Anak yang seharusnya kita dididik di sebuah lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menjadi anak yang berakhlak, cerdas dan salih-salihah, namun yang didapatkan justru sebaliknya. Hal itu yang harus dicari akar permasalahan dan solusi hakiki untuk membentuk kepribadian anak yang sebagaimana kita harapkan, dan tidak menjadi pelaku maupun korban perundungan.

Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan oleh berbagai pihak satuan pendidikan, komisi perlindungan anak, untuk memberantas kasus perundungan di kalangan pelajar ini, mulai dari dibentuknya program pencegahan perundungan dengan bimbingan teknik Roots, hingga program Gerakan Pelopor Anti Bullying melalui Olimpiade tingkat nasional bagi pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil yang signifikan dan komprehensif.

Hal ini harus kita pahami bahwa akar permasalahan yang terjadi disebabkan oleh pengaruh sekuler kapitalisme di tataran kehidupan saat ini termasuk sistem pendidikan. Output pendidikan tidak menghasilkan siswa yang benar-benar memiliki kepribadian islam, IMTAQ (Iman, Taqwa) dan berakhlak, melainkan menghasilkan pelajar yang amoral, jauh dari agama, dan kepribadian sekuler liberal (bebas sesuai hawa nafsu). Penanaman nilai-nilai islam hanya sebatas teori dalam aspek ritual saja, seperti solat, puasa, zakat, yang mencakup hablum minallah saja, serta minim pengamalan dalam kehidupan.

Pendidikan yang dipengaruhi sekuler kapitalisme juga menghasilkan siswa-siwa yang hanya memikirkan materi, kesuksesan dunia, dan bebas berbuat amoral tanpa merasa bersalah. Di tambah lagi sistem sosial yang tidak mendukung dalam kebaikan, siswa-siswa banyak mengkonsumsi konten-konten yang buruk, yang mengarahkan kemaksiatan, unfaedah sebagaimana yang banyak terdapat di berbagai platform media sosial saat ini. Begitupun dalam ranah keluarga, masih banyak siswa yang merasa kurang didikan dan kasih sayang maupun perhatian dari orang tuanya sehingga mencari perhatian yang tak seharusnya di luaran sana.

Untuk mengatasi permasalah perundungan atau bullying terutama di kalangan pelajar, maka islam memiliki solusi yang komprehensif, dan mampu menuntaskan segala permasalahan sampai ke akarnya. Maka solusi yang diberikan tentu saja harus menjauhi pengaruh sekuler kapitalisme dengan sistem islam yang dapat menerapkan seluruh aturan dan syariat secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan termasuk pendidikan.

Negara akan menerapkan islam secara kaffah. Sistem pendidikan dalam islam akan memiliki kurikulum pembelajaran berbasis aqidah islam yang akan membentuk generasi berkepribadian islam, pola pikir dan pola sikapnya sesuai islam, sesuai aturan yang Sang Pencipta berikan pada ciptaan-Nya. Tsaqofah islam, ilmu sains dan teknologi akan berusaha dikuasai oleh generasi, dan berkarya untuk kebermanfaatan ummat, bukan untuk ajang pamer atau kesombongan. Pemikiran atau tsaqofah barat yang bertentangan dengan islam, akan dibersihkan dari pemikiran para siswa dengan bantuan media/konten-konten yang baik, atau sarana dakwah lainnya yang menyebarkan dakwah.

Tak hanya sistem pendidikan yang diubah, namun keluarga juga harus  mampu mendidik anak-anak untuk memiliki aqidah dan berkepribadian islam, sehingga anak-anak memiliki kesadaran bahwa mereka adalah hamba Allah yang harus melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kehidupan bermasyarakat, Islam juga memerintahkan untuk selalu amar ma’ruf nahi mungkar, tolong menolong dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah (fastabiqul khayrat), sehingga suasana kehidupan bermasyarakat hidup dalam ketaqwaan.

Allah SWT befirman dalam QS. An-Nahl ayat 89-90, yang artinya:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Islam juga melarang manusia agar tidak saling merendahkan satu sama lainnya, sebagaimana dalam QS Al Hujurat ayat 11, yang artinya
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Oleh karena itu, generasi harus diselamatkan dengan ideologi yang sahih, yang benar yakni ideologi islam yang merupakan petunjuk untuk ummat manusia, dan rahmat bagi seluruh alam. Ideologi islam tidak bisa terterapkan secara menyeluruh tanpa adanya negara yakni Khilafah Islamiyyah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Tim Operasi Pekat Polsek Tanjung Morawa menggerebek lapak judi dadu di Komplek Kantor Direksi PTPN II, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, persis di areal parkir samping Kantin Gedung Puri Lapangan Golf, Kamis (12/05/2011) pukul 17.00 WIB. Dari lokasi itu, petugas hanya mengamankan seorang bandar sekaligus pengoncang dadu, Azhar (51) […]

  • Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    Pelajar Terbaik Dapat Kado Di Hut Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Memperingati HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-14, pemerintah daerah memberikan pengghargaan kepada putra putri Madina yang telah menoreh prestasi dan mengharumkan nama daerahnya dalam bidang pendidikan. Bupati Madina, Hidayat Batubara langsung yang menyerahkan hadiah dan piagam kepapa para pelajar di ruang paripurna DPRD Madina, Jum’at (8/3) didampingi Wakil Ketua DPRD Madina, […]

  • Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    Tanaman Tumpang Sari Satu-satunya Solusi Mengatasi Harga Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pola  tumpang sari dinilai satu-satunya upaya menyelamatkan petani ditengah apatisme terhadap harga komoditi karet alam yang tak kunjung membaik. Harga karet alam yang tak kunjung lagi menunjukkan kenaikan akan terus menyeret penduduk Mandailing Natal di jurang kemiskinan. Mayoritas penduduk daerah ini  tergantung pada komoditi karet alam. “Tak ada jalan lain, mau […]

  • Investasi  Kapitalis Berkedok Wisata Medis?

    Investasi Kapitalis Berkedok Wisata Medis?

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah rumah sakit (RS) asing akan masuk ke tanah air. Mereka berasal dari Australia hingga Singapura. Hal itu disampaikan Luhut dalam acara Outlook 2021: The Year of Opportunity yang digelar secara virtual, Rabu […]

  • Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    Adjie Massaid Meninggal Mendadak Usai Main Bola

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jangan Tinggalin Aku… JAKARTA-Kepergian Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau biasa dipanggil Adjie Massaid untuk selamanya, yang meninggal akibat diduga serangan jantung usai bermain sepak bola di lapangan bola Lebak Bulus membuat sang istri, Angelina Sondakh sontak histeris. Derai air mata tak sanggup menunjukkan kepedihannya. Angie pun memohon agar tidak ditinggalkan oleh suami tercintanya. […]

  • 14 KPU Kota/Kab Sumut Sudah Anggarkan Pilkada 2015

    14 KPU Kota/Kab Sumut Sudah Anggarkan Pilkada 2015

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Hasiholan Silaen mengatakan, empat belas kabupaten/kota yang direncanakan menggelar Pilkada pada tahun 2015 sudah memasukkan atau mengusulkan anggaran Pilkada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. “Semua sudah memasukkan ke dalam APBD. Tapi, walaupun sudah dianggarkan tidak bisa langsung keluar. Harus menunggu regulasi dari pemerintah mengenai tahapan-tahapan Pilkada,” kata Silaen […]

expand_less