Songsong MBG Distan Madina Kluster Potensi Sayur dan Buah
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
- print Cetak

Taufik Zulhandra
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebutuhan sayur dan buah akan meningkat manakala program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan.
Menyikapi ini Dinas Pertanian Mandailing Natal (Madina), Sumut sudah mengkluster potensi pengembangan produk holtikultura dan sayuran. Peta kecamatan akan menjadi batas-batas kluster.
Pengembangan produk pertanian di berbagai kluster diharapkan dapat didongkrak oleh program ketahanan pangan dari Dana Desa.
Dari total pagu Dana Desa terdapat 20 persen untuk program ketahanan pangan sesuai ketentuan yang ditetapkan Menteri Keuangan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Jika dilihat dari alokasi Dana Desa tahun ini ada kisaran 100 juta hingga 140 juta rupiah per desa per tahun untuk ketahanan pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra, Jum’at (29/8/2025).
Tahun tahun sebelumnya anggaran ketahanan pangan boleh secara keseluruhan untuk membiayai infrastruktur seperti jalan usaha tani hingga irigasi. Tetapi sejak tahun 2025 hanya sekitar 30 hingga 40 persen saja untuk infrastruktur, sekitar 70 hingga 60 persen lainnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman pangan holtikultura dan sayuran.
“Untuk pengembangan tanaman pangan holtikultura dan sayuran di Madina – kita dari Dinas Pertanian – sudah kita buat pengklusteran,” ungkap Taufik.
“Katakanlah di Kecamatan Siabu komoditi apa yang cocok andalkan di sana”.
Pengklusteran ini juga akan menjadi subsidi silang. Komoditi tertentu yang minim di satu kluster akan di-dropping ke kluster lain.
“Pengklusteran ini kita akan kerjasama dengan kelompok tani. Kelompok tani ini pun adalah orang-orang yang mengerti di bidangnya, bukan lagi asal kita hunjuk dia bertanam sayuran, tetapi dia sudah terbiasa bertanam sayuran,” Taupik menjelaskan.
Menurutnya, sejauh ini data yang diperoleh Dinas Pertanian Madina terdapat sekitar 91.047 orang yang harus dilayani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG di Madina.
“Sudah kita hitung di Dinas Pertanian dan Dinas Tanaman Pangan berapa kebutuhan sembako setiap harinya. Baik telur, ikan, daging hingga sayur. Begitu juga dengan buahnya, nanti yang kita handalkan adalah semangka dan pisang karena ini yang kita lihat lebih murah dan lebih mudah ditanam,” katanya. (dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

