Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Sumut Tolak Umumkan Hasil PNS

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Sebagian besar daerah menolak untuk mengumumkan hasil tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS tahun 2013 dari pelamar umum untuk provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala BKD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Pandapotan Siregar yang kemarin datang ke Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) guna menerima master data hasil seleksi CPNS untuk pemprov dan pemkab/pemko se-Sumut, juga punya sikap sama.

”Kami menolak untuk mengumumkan hasilnya. Kami tidak ingin menanggung risiko didemo masyarakat,” kata Kepala BKD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Pandapotan Siregar saat penyerahan soft copy data hasil TKD di KemenPAN-RB, Jakarta, Kamis (19/12).

Sikap yang sama ditunjukkan Kepala BKD Provinsi Riau Surya Maulana. Dia katakan, soft copy berisi data peserta tes CPNS yang lolos TKD tersebut akan menjadi bola panas bagi daerah. Apalagi di Provinsi Riau, ada beberapa bupati yang menolak mengumumkan hasil TKD. ”Yang bikin aturan kan Panselnas. Jadi Panselnas yang harusnya mengumumkan ke publik, jangan kami. Kami tidak mau didemo masyarakat,” tegasnya.

Lain halnya dengan Kepala BKD Bangka Belitung Sophian Abdul. Provinsi ini memilih membawa pulang soft copynya. ”Daripada kami nanti ditanya-tanya kenapa pengumuman diulur-ulur, lebih baik saya bawa pulang saja. Dengan catatan KemenPAN-RB, BKN, dan Panselnas segera mengumumkan siapa saja yang lulus. Biar daerah tinggal menempel hasilnya di Kantor BKD,” katanya.

Robertus Isdius, Kepala BKD Kalbar, mendesak pusat mengumumkan paling lambat 23 Desember 2013 dan diumumkan lewat website resmi KemenPAN-RB dan BKN. “Kami berharap pengumumannya sebelum 24 Desember. Paling lambat 23 Desember, biar kantor kami tidak dibakar massa,” ujarnya.

Sementara Asisten Deputi SDM Aparatur Arizal mengatakan, bagi daerah yang menolak mengumumkan dan mengembalikan soft copy diminta membuat surat pernyataan sebagai bukti resmi agar bisa diketahui publik.

Dia juga mengatakan, pusat bisa saja mengumumkan hasil TKD. Namun untuk penetapan kelulusan harus tetap pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”KemenPAN-RB tidak bisa menetapkan kelulusan. Yang berhak adalah PPK dengan mengacu pada hasil TKD yang sudah kita serahkan ke masing-masing daerah,” ucapnya.

Dia menambahkan, hasil TKD sudah dicantumkan nilai masing-masing pelamar. Mulai dari tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan tes karakteristik pribadi. Dari hasil itu baru PPK masing-masing daerah bisa menetapkan kelulusan. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Madina Akui Terima Penanganan Smart Village Dari Kejati Sumut

    Kejari Madina Akui Terima Penanganan Smart Village Dari Kejati Sumut

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )Terkait penanganan kasus dugaan korupsi desa digital smart village tahun 2023, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) mengakui telah menerima perlimpahan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Hal itu dijelaskan Kajari Madina, Dr Muhammad Iqbal, SH, MH melalui Kasi Intelijen, Jupri W Banjarnahor, SH, MH kepada wartawan, Rabu (07/05/2025). Jupri […]

  • TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    TRANSFORMASI SOSIAL ADAT DAN BUDAYA MANDAILING (1)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sebuah Perfleksi dan Reorientasi Oleh: Askolani Nasution*   Prolog Amat sulit untuk mendeskripsikan sejarah atau tipikal adat dan budaya Mandailing. Terutama karena adat dan budaya daerah ini tidak diwariskan melalui literasi. Sekalipun kita sudah mengenal huruf tulak-tulak 1), tetapi aksara tersebut tidak digunakan untuk tradisi literer. Tetapi, hanya ditulis untuk mantera, ramalan, perjanjian antardesa, […]

  • B A B I A T (Episode 4)

    B A B I A T (Episode 4)

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Halak Kotanopan Sekarang sudah tiga minggu sejak kemunculan sang harimau. Tapi belum ada kabar kalau si harimau sudah tertangkap atau setidaknya sudah meninggalkan area desa itu. Saat ini tidak cuma para petani yang resah, bahkan Oji Soleh, lelaki tua di desa itu itu mulai ikut uring uringan. Dia uring uringan karena sudah tiga minggu […]

  • Komisi IV Temukan Obat-obatan TA 2013 Belum Disalurkan

    Komisi IV Temukan Obat-obatan TA 2013 Belum Disalurkan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina) menemukan obat-obatan pada tahun anggaran 2013 masih belum disalurkan Dinas Kesehatan Madina ke puskesmas-puskesmas. Temuan itu ketika Komisi IV melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Madina, Senin (17/11). Inspeksi mendadak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Madina Erwin Efendi Lubis […]

  • Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jika anda hendak menuju pemandian air panas di Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, maka perjalanan anda akan nyaman mulai dari titik Desa Sibanggor Jae. Pasalnya, jalur jalan dari Sibangggor Jae menuju Sibanggor Tonga sudah diperlebar. Sangat jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu dimana badan jalan relatif […]

  • Koperasi di Madina Mati Suri

    Koperasi di Madina Mati Suri

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pasar dan UKM Drs Ansyari Nasution, menyebutkan, koperasi di Madina berjumlah sekitar 450 unit dengan berbagai jenis usaha. Namun, hampir setengahnya mati suri. Sebab, bila ditinjau dari keberadaannya masih banyak koperasi yang tak berjalan sesuai mekanisme. “Jumlahnya banyak, sekitar 450 unit, tetapi pelaksanaannya belum tahu seperti apa. Apakah koperasi itu […]

expand_less