Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Tim Medis Posko Covid-19 Perbatasan Bisa Makan Karena Ditanggulangi Para Kepdes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
  • print Cetak

Petugas posko perbatasan di Muarasipongi kala bertugas malam

MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Fakta baru diperoleh lagi. Biaya makan petugas di posko pemeriksaan Covid di perbatasan Muarasipongi harus ditanggulangi para kepala desa dan camat.

Kini setelah para kepala desa tak lagi patungan, uang makan tak ada lagi. Beruntung pemilik warung makan di dekat posko bersedia menghutangkan makanan.

Fakta ini memperkuat asumsi bahwa pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mampu mengucurkan dana APBD untuk biaya makan tim medis di posko perbatasan.

Padahal tim medis di posko perbatasan adalah garda terdepan di perbatasan mengawal Mandailing Natal dari sebaran Covid-19.

Tim di posko itu siang malam harus memeriksa semua orang yang masuk ke Mandailing Natal dari arah Sumatera Barat.

“Kami dan para kepala desa juga camat yang patungan biaya makan petugas posko perbatasan,” ungkap seorang kepala desa yang tak bersedia namanya ditulis kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (10/4/2020).

Sejumlah kepala desa di Kecamatan Muarasipongi mengungkapka bahwa kemampuan mereka hanya 14 hari menanggulangi biaya makan petugas posko.

Hari Minggu lalu (5/4) disebut hari terakhir pembiayaan dari para kepala desa. Sejak itu atau sejak Senin para kepala desa tak tahu lagi dari mana uang makan petugas.

Camat Muarasipongi, Aspan yang dihubungi Mandailing Online, Jum’at (10/4) via telefon seluler tak membantah biaya patungan itu.

Dia juga menyatakan bahwa kondisi itu sudah dikordinasikannya dengan pihak pemerintah kabupaten, namun hingga kini belum ada langkah konkrit mengatasi pembiayaan makan petugas posko.

Lantas dari mana biaya makan petugas saat ini?

“Untunngnya pihak rumah makan di dekat posko mau dihutangi,” kata camat.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Berkarya, Salman Rais Daulay yang juga berdomisili di Muarasipongi kepada Mandailing Online, Jum’at membenarkan patungan kepala desa untuk biaya makan tim di posko yang berbatasan dengan Sumatera Barat itu.

“Iya, itu benar. Patungan itu hasil musyawarah di kecamatan, dimana rasa keterpanggilan hati merekalah makanya diputuskan patungan,” ujar Salman.

Sehari sebelumnya, persoalan ini menjadi pembahasan panas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 4 DPRD Madina dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Madina, Kamis (9/4/2020) di gedung dewan.

Pihak Pemkab Madina tak mampu menjawab persoalan pembiayaan operasional posko Covid-19 di empat perbatasan Mandailing Nata.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Napi Narkoba Yang Kabur Gunakan Sarung Manjat Tembok LP

    Napi Narkoba Yang Kabur Gunakan Sarung Manjat Tembok LP

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Nara Pidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP ) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Panyabungan pada senin pagi 1/8/2023 kemaren diduga menggunakan sarung untuk memanjat tembok. Hal ini di ungkapkan Kepala Lapas kelas II B Panyabungan Mustafa Kamal Simamora Rabu 02/8/2023 saat di konfirmasi. ” dugaan kami, dia […]

  • Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    Pemkab Kurang Berani Berinvestasi Di Sektor Perkebunan

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) dinilai kurang berani membuka perkebunan milik pemkab. Padahal potensi perkebunan sangat hebat meningkatkan pendapatan daerah menuju otonomi daerah yang lebih mandiri. “Fakta yang ada ternyata sampai sekarang Pemkab Madina belum pernah mengalokasikan anggaran belanja-nya untuk belanja modal secara serius, terencana dan terukur untuk investasi di bidang perkebunan,” […]

  • Masih Dikaji, Pendidikan Gratis Untuk Pesantren

    Masih Dikaji, Pendidikan Gratis Untuk Pesantren

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Program pendidikan gratis untuk pesantren dan Madrastah Aliyah masih dikaji pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Upaya itu terkait adanya harapan dari kalangan psantern dan Madrastah Aliyah (MA) agar santri dan pelajar MA turut mendapat program pendidikan gratis. Sejauh ini Pemkab Madina sudah meluncurkan paket program pendidikan gratis untuk tingkat SLTA […]

  • Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS-Untuk membantu masyarakat khususnya pedagang makanan dan minuman (mamin) berbuka puasa, dan untuk membuat suasana kota terlihat tertib, rapi, dan lalu-lintasnya lancar, Plt Bupati Padang Lawas (Palas) membuat satu kebijakan yang sangat positif.. Sejak hari pertama dan 15 hari ke depan di bulan Ramadan, Pemkab Palas membuka 25 kios tempat parbukoan, yang dipusatkan di Lapangan […]

  • Polisi Belum Temukan Penculik Anak di Jakarta

    Polisi Belum Temukan Penculik Anak di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Anggota Polres Jakarta Timur belum berhasil menemukan Firsansah Erza Gibari. Balita berusia 1 tahun 6 bulan ini diduga diculik dari rumahnya di Kelurahan Baru, RT 4 / RW 1, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. “Kami masih terus melakukan pencarian dan menyebarkan foto serta ciri-ciri korban di terminal, stasiun, dan kantor polisi,” kata Kepala […]

  • Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    Pemkab Madina Bentuk Tim Pemulihan Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membentuk Tim Pemulihan Lingkungan Hidup guna mengatasi kerusakan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di kabupaten ini. Tim yang melibatkan semua stakeholder ini bertugas memulihkan lingkungan dan memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Tim tersebut dibentuk dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati […]

expand_less