Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Keinginan buruh di Sumatera Utara untuk segera menikmati Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp2,4 juta tampaknya bisa terwujud pada 2013 mendatang.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Dewan Pengupahan Daerah Sumatera Utara segera melakukan pertemuan untuk membahas tuntutan buruh tersebut.

Kita akan coba bicarakan nantinya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diusulkan para buruh tersebut,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, hari ini di Medan.

Ribuan buruh di Medan, hari ini melakukan aksi demo dan show force menuntut kenaikan UMP di kisaran Rp2,2 juta-Rp2,4 juta.

Ketua Serikat Buruh Sumatera Utara (SBSI) 1992, Pahala Napitupulu, di Medan, hari ini, mengatakan, aksi demo tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutan buruh soal UMP bisa direspon. Bahkan mereka telah merancang aksi besar, Rabu (21/12) dengan mengerahkan sekitar 6.000 buruh.

Sumatera Utara sebenarnya telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 sebesar Rp 1.305.000,- atau mengalami kenaikan 7,90 persen dengan nilai Rp 105.000,- dari UMP 2012 sebesar Rp1.200.000. Kenaikan tersebut langsung diumumkan oleh Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho beberapa hari lalu dipandang sinis oleh elemen buruh di Sumut.

Menurut Sekda Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, sebenarnya, UMP yang telah ditentukan tersebut tidak sebesar yang telah ditetapkan, dan nilainya berada dibawah Rp1.305.000. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan, maka UMP baru tahun 2013 ditetapkan sebesar Rp1.305.000.

“Dalam penetapan UMP tersebut juga dihadiri Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Provinsi Sumut yang terdiri dari unsur pengusaha (Apindo), perwakilan serikat pekerja/ serikat buruh, dewan pakar dan aparat pemerintah,” kata Lubis, hari ini.

Penghitungan diawali pelaksanaan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) ke pasar-pasar tradisional di kabupaten dan kota se- Sumut yang berpedoman kepada Permenakertrans Nomor 13 tahun 2012.

Selanjutnya Depeda Provinsi Sumut membahas nilai usulan UMP dengan memperhatikan berbagai faktor ekonomi dan ketenagakerjaan dengan penambahan 14 komponen yang sebelumnya 46 menjadi 60 komponen.

“Sehingga UMP tersebut diharapkan saling menguntungkan antara pengusaha dan buruh atau pekerja,” kata Nurdin.

Namun, elemen buruh dari berbagai kawasan tetap menuntut kenaikan upah di kisaran Rp2,2-Rp24 juta. Alasannya, peningkatan kebutuhan hidup dan naiknya haarga-harga. Sehingga UMP Sumut tahun 2013 sebesar Rp1.305.000 tak layak.

“Kami, tidak akan menerima UMP Rp1.305.000, namun kami mengusulkan UMP tersebut harus Rp2.400.000. Apalagi, sekarang ini seluruh bahan makanan sudah naik,” ucap Pahala dari SBSI 1992 Sumut.

Sedangkan menurut Dewan Pengupahan Kota Medan, khusus untuk Medan, upah minimum kota sebesar Rp1,46 juta di daerah itu cukup tinggi dan sudah di atas tingkat kebutuhan hidup layak buruh.

“Jika dipersentasekan, jumlahnya mencapai 103,13 persen dari KHL di Medan,” kata anggota Dewan Pengupahan Kota Medan, Usaha Tarigan, hari ini.

Menurut Tarigan, tanpa membandingkan dengan UMK yang diterapkan di daerah lain, UMK di Medan tersebut dinilai cukup tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dasar pekerja.

Anggota Dewan Pengupahan Kota Medan lainnya J Sitanggang mengatakan, sebelum menetapkan UMK tersebut, pihaknya bersama perwakilan seriktar buruh dan petugas Dinas Tenaga Kerja Kota Medan terlebih melakukan survei mengenai kebutuhan dasar masyarakat.

Dari survei yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di 21 kecamatan di Kota Medan tersebut diketahui standar KHL di daerah itu sebesar Rp1,41 juta(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lopo Kopi Dotek: Ruang Sosial Serasa Ngampus

    Lopo Kopi Dotek: Ruang Sosial Serasa Ngampus

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Goresan Ringan: Ludfan Nasution Jurnalis/pengamat, tinggal di Kotasiantar, Panyabungan   Di banyak tempat di Mandailing dan Tapanuli bagian selatan lainnya, lopo kopi (lepau/warung kopi) bukan sekadar tempat minum kopi. Ia adalah ruang sosial kecil tempat pikiran bertemu, beradu, lalu berpisah tanpa perlu diputuskan siapa yang benar. Di sana kopi sering disajikan dalam bentuk yang […]

  • Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    Ratusan Warga Serbu Polsek Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 23Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyerbu Mapolsek Panyabungan, Jumat sore (20/9/2013) Warga merusak sebagian fisik kantor Mapolsek. Kaca penyekat ruangan di bagian pos pecah. Sementara kantor Unit Lantas Panyabungan yang berjarak sekira 200 meter dari mapolsek juga kena sasaran amuk massa. Saat massa melewati unit lantas ini […]

  • 3 Pelajar SD dari Siabu Utusan Madina ke Hardiknas Sumut

    3 Pelajar SD dari Siabu Utusan Madina ke Hardiknas Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) –  Tiga pelajar sekolah dasar dari Kecamatan Siabu akan menjadi utusan Kabupaten Mandailing Natal ke tingkat Provinsi dalam berbegai lomba menyambut Hardiknas pada Mei nanti. Ketiga pelajar itu adalah Naufal Haris dari SD Negeri 001 Sihepeng yang menjuarai lomba Vokal Solo di tingkat Kabupaten Maret lalu. Kemdian Etikah Sari dari SD Negeri […]

  • Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    Itak Poul-Poul Makanan Khas Mandailing Mulai Hilang

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Itak poul-poul salah satu makanan khas Mandailing yang dulunya sangat terkenal dan diminati, namun belakangan ini mulai hilang. Itak Poul-Poul terdiri dari dua kata, Itak (tepung beras), sedangkan poul-poul (dikepal-kepal). Jadi, Itak poul-poul adalah makanan yang terbuat dari tepung beras dan campuran lainnya yang kemudian cara pembuatannya di-poul-poul (dikepal-kepal/digenggam) sehingga menimbulkan bekas jari tangan di […]

  • Bupati Madina: Keputusan RUPS LB Bank Sumut 2023 Putusan Terbaik

    Bupati Madina: Keputusan RUPS LB Bank Sumut 2023 Putusan Terbaik

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2022 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2023 PT. Bank Sumut berlangsung di Medan, Senin (6/3). Selain dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi juga hadir para bupati dan wali kota se-Sumut, termasuk Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhairi Nasution. Komposisi saham PT Bank Sumut dimiliki […]

  • LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu Madina nomor 098/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 perihal pelanggaran administratif Paslon nomor urut 2, Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) , Senin (25/11/2024). Dalam menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu, KPU Madina mengeluarkan jawaban dengan nomor surat 1512/PL.03.3-SD/1213/2/2024. Poin ketiga nomor tiga […]

expand_less