Minggu, 8 Nov 2026
light_mode

UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Keinginan buruh di Sumatera Utara untuk segera menikmati Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp2,4 juta tampaknya bisa terwujud pada 2013 mendatang.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Dewan Pengupahan Daerah Sumatera Utara segera melakukan pertemuan untuk membahas tuntutan buruh tersebut.

Kita akan coba bicarakan nantinya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diusulkan para buruh tersebut,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, hari ini di Medan.

Ribuan buruh di Medan, hari ini melakukan aksi demo dan show force menuntut kenaikan UMP di kisaran Rp2,2 juta-Rp2,4 juta.

Ketua Serikat Buruh Sumatera Utara (SBSI) 1992, Pahala Napitupulu, di Medan, hari ini, mengatakan, aksi demo tersebut akan terus dilakukan hingga tuntutan buruh soal UMP bisa direspon. Bahkan mereka telah merancang aksi besar, Rabu (21/12) dengan mengerahkan sekitar 6.000 buruh.

Sumatera Utara sebenarnya telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 sebesar Rp 1.305.000,- atau mengalami kenaikan 7,90 persen dengan nilai Rp 105.000,- dari UMP 2012 sebesar Rp1.200.000. Kenaikan tersebut langsung diumumkan oleh Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho beberapa hari lalu dipandang sinis oleh elemen buruh di Sumut.

Menurut Sekda Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, sebenarnya, UMP yang telah ditentukan tersebut tidak sebesar yang telah ditetapkan, dan nilainya berada dibawah Rp1.305.000. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan, maka UMP baru tahun 2013 ditetapkan sebesar Rp1.305.000.

“Dalam penetapan UMP tersebut juga dihadiri Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Provinsi Sumut yang terdiri dari unsur pengusaha (Apindo), perwakilan serikat pekerja/ serikat buruh, dewan pakar dan aparat pemerintah,” kata Lubis, hari ini.

Penghitungan diawali pelaksanaan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) ke pasar-pasar tradisional di kabupaten dan kota se- Sumut yang berpedoman kepada Permenakertrans Nomor 13 tahun 2012.

Selanjutnya Depeda Provinsi Sumut membahas nilai usulan UMP dengan memperhatikan berbagai faktor ekonomi dan ketenagakerjaan dengan penambahan 14 komponen yang sebelumnya 46 menjadi 60 komponen.

“Sehingga UMP tersebut diharapkan saling menguntungkan antara pengusaha dan buruh atau pekerja,” kata Nurdin.

Namun, elemen buruh dari berbagai kawasan tetap menuntut kenaikan upah di kisaran Rp2,2-Rp24 juta. Alasannya, peningkatan kebutuhan hidup dan naiknya haarga-harga. Sehingga UMP Sumut tahun 2013 sebesar Rp1.305.000 tak layak.

“Kami, tidak akan menerima UMP Rp1.305.000, namun kami mengusulkan UMP tersebut harus Rp2.400.000. Apalagi, sekarang ini seluruh bahan makanan sudah naik,” ucap Pahala dari SBSI 1992 Sumut.

Sedangkan menurut Dewan Pengupahan Kota Medan, khusus untuk Medan, upah minimum kota sebesar Rp1,46 juta di daerah itu cukup tinggi dan sudah di atas tingkat kebutuhan hidup layak buruh.

“Jika dipersentasekan, jumlahnya mencapai 103,13 persen dari KHL di Medan,” kata anggota Dewan Pengupahan Kota Medan, Usaha Tarigan, hari ini.

Menurut Tarigan, tanpa membandingkan dengan UMK yang diterapkan di daerah lain, UMK di Medan tersebut dinilai cukup tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dasar pekerja.

Anggota Dewan Pengupahan Kota Medan lainnya J Sitanggang mengatakan, sebelum menetapkan UMK tersebut, pihaknya bersama perwakilan seriktar buruh dan petugas Dinas Tenaga Kerja Kota Medan terlebih melakukan survei mengenai kebutuhan dasar masyarakat.

Dari survei yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di 21 kecamatan di Kota Medan tersebut diketahui standar KHL di daerah itu sebesar Rp1,41 juta(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Pegawai Tembus Rp 1 Triliun, APBD Madina Tertekan Beban Struktural

    Belanja Pegawai Tembus Rp 1 Triliun, APBD Madina Tertekan Beban Struktural

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Rizki Lubis
    • 0Komentar

      … PANYABUNGAN (Mandailing Online) — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghadapi tekanan struktural yang signifikan akibat lonjakan belanja operasional dan tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat. Kondisi fiskal daerah semakin terkurung oleh beban belanja pegawai yang terus merangkak naik dan diproyeksikan menembus angka Rp 1,05 triliun pada tahun anggaran […]

  • OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan mahasiswa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) tentang pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Hal itu bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Madina yang madani seperti motto Kabupaten Madina. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Madina, Drs Zainal Arifin MM beserta beberapa pimpinan OKP di […]

  • Mobil Internet Beroperasi Sejak 2 Bulan Lalu

    Mobil Internet Beroperasi Sejak 2 Bulan Lalu

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Empat unit Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) bantuan Kememinfo RI di Madina telah beroperasi sejak dua bulan terakhir ini. Keberadaan mobil ini bisa menambah wawasan, pengetahuan dan hubungan warga dengan warga daerah lain secara gratis. Mobil internet ini ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi, Madina, Harlan Batubara SH, diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses internet, […]

  • Polres Madina Bekuk Pengedar Ganja Antar Provinsi

    Polres Madina Bekuk Pengedar Ganja Antar Provinsi

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dua orang pengedar ganja antar provinsi dibekuk Polres Mandailing Natal (Madina) di perbatasan Sumatera Utara-Sumatera Barat, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina, Sabtu (28/01/2012) pukul 22.00 WIB. Kedua tersangka bernama Faisal (28) warga Jalan Muara No 23 RT 06/02, Kecamatan Sambau, Kota Bengkulu dan Herman (29) warga Jalan Melinjo, Desa Kandang, Kota […]

  • Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina), Mara Ondak Harahap menyatakan bahwa Pemkab Madina akan melakukan upaya banding terhadap putusan PTUN Medan soal KPSU. Itu dikatakannya menjawab wartawan, Kamis (14/3) menyusul putusan PTUN Medan, pada Rabu (6/3) lalu yang mengabulkan gugatan pihak KPSU terhadap putusan bupati Madina Hidayat Batubara […]

  • Rencana Revisi SK 44, Camat dan Kepala Desa Harus Proaktif

    Rencana Revisi SK 44, Camat dan Kepala Desa Harus Proaktif

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemancangan batas sementara hutan Madina yang akan dilakukan Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan menjadi dasar usulan dalam merevisi SK 44. Oleh karenanya, para camat dan kepala desa yang akan terlibat dalam pemancangan batas hutan masing-masing harus proaktif agar usulan batas hutan nantinya benar-benar berdasar aspirasi dari penduduk desa. Itu dikatakan Kepala […]

expand_less