Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Usut Dugaan Korupsi Milwan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


Medan, Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR RI diminta mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum segera menyelidiki kasus dugaan korupsi mantan Bupati Labuhan Batu T Milwan sebesar Rp 30,2 miliar yang sudah empat tahun tidak ditindaklanjuti penyidikan, penyelidikan dan pemeriksaannya.

Permintaan tersebut disampaikan politisi PAN Fakhruddin Pohan kepada wartawan di Bandara Polonia, Medan, ketika akan bertolak ke Jakarta, Senin (31/01/2011). “Tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak mengusut tuntas penyimpangan anggaran negara ini dan segera menetapkan status tersangka dan menangkap Milwan, jika cukup bukti,” tegasnya.

Disebutkan Fakhruddin, keberangkatannya ke Jakarta untuk menemui Ketua FPAN DPR RI dan Ketua FPAN MPR/DPR RI, Jaksa Agung dan Ketua KPK dengan maksud mempertanyakan tindaklanjut kasus dugaan korupsi mantan Bupati L Batu T Milwan yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, sebab laporan dugaan korupsi itu sudah dilaporkan sejak 2007 ke Kejari Rantau Prapat dan KPK, namun tidak ada tindaklanjutnya.

Bahkan laporan itu malah dinyatakan hilang di KPK, sehingga harus dilaporkan kembali pada Senin (07/12/2009) dengan Nomor: 2009-12-000081 yang diterima oleh Tosim Lumrih selaku penerima/penyidik KPK.

Dikatakannya, sesuai program prioritas maupun instruksi Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), yakni pemberantasan korupsi dan pemberantasan mafia hukum di Indonesia, maka laporan tersebut seharusnya segera ditangani KPK. “KPK agar serius menanggapi pengaduan-pengaduan yang disampaikan masyarakat, termasuk kasus dari L Batu. Ini kan aneh, masak ada pengaduan kasus dugaan korupsi sudah dilaporkan ke Kejari Rantau Prapat dan KPK sekitar 4 tahun yang lalu, tapi hingga saat ini sepertinya tidak ada tindaklanjutnya, bahkan berkas laporannya dinyatakan hilang,” ujarnya.

Oleh karena itu, sebut Fakhruddin, pihaknya berkeinginan menemui Ketua FPAN di DPR RI, Jaksa Agung dan Ketua KPK untuk mengadukan dan mempertanyakan persoalan kasus korupsi yang dinilai sudah “mengendap” hampir 4 tahun, dengan harapan agar segera ditindaklanjuti KPK dan Jaksa Agung.

Dibeberkan Fakhruddin yang juga Direktur Bidang Hukum Jurnalis Muslim Club (JMC) ini, pada tanggal 7 Desember 2009, seorang mantan anggota DPRD melaporkan kasus dugaan korupsi mantan Bupati L Batu T Milwan, sebesar Rp 30,2 miliar ke KPK. Bahkan, Daslan Simanjuntak yang mantan anggota DPRD L Batu periode 1999-2004 dari PDI Perjuangan ini juga mengaku turut menikmati sebagian dana tersebut, dan dirinya juga siap ditahan KPK bersama dengan T Milwan.

Laporan terkait penggunaan belanja penunjang kegiatan DPRD dan Pemkab L Batu, yang disinyalir merugikan keuangan negara Rp 30,2 miliar itu, ungkap Fakhruddin yang juga Sekretaris Karang Taruna ini, sebelumnya sudah dilaporkan ke Kejari Rantau Prapat dan KPK sekitar 4 tahun yang lalu, namun tidak ada tindaklanjutnya. Makanya kasusnya kembali dilaporkan lagi dengan harapan segera ditindaklanjuti.

Menjawab pertanyaan wartawan, Fakhruddin menjelaskan, dilaporkannya kembali kasus dugaan korupsi mantan Bupati Labuhan Batu ini dikarenakan sejak 2007 laporannya belum direalisasi KPK. Dan ironisnya, sewaktu pelapor (Daslan Simanjuntak) mendatangi Gedung KPK, pada Senin (7/12/2009) lalu, mantan politisi PDI Perjuangan ini harus melaporkan kembali dugaan korupsi Bupati T Milwan dan mantan Ketua DPRD Abdul Roni Harahap dkk, dikarenakan berkas laporan dinyatakan hilang.

Dipaparkannya, laporan dugaan korupsi itu berdasarkan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Wilayah Sumut pada tahun 2006 dari APBD L Batu TA 2004 dan 2005, pada halaman 2 hurup c dan di halaman 3 hurup c ditulis terjadi penyimpangan yang mengganggu kehematan anggaran, seperti anggaran belanja penunjang kegiatan DPRD yang melampaui ketentuan sebesar Rp 5.882.917.182,65 dan realisasinya senilai Rp 6.037.250.000 yang akibatnya berpotensi keuangan negara dirugikan.

Selain itu, tambahnya, belanja operasi dan pemeliharaan terdapat pada halaman 8 temuan BPK pada Satuan Kerja Sekretariat Daerah sebesar Rp 5.484.442.065, pada Satuan Kerja Sekretariat DPRD Rp 2.534.068.465, pada SKPD Dinas Kesehatan Rp 1.059.967.750, pada SKPD Dinas Pendidikan Rp 5.534.463.850 dan pada SKPD Dinas Kimprasda Rp 3.719.628.000.

Selanjutnya, sesuai temuan BPK, belanja modal yang berpotensi merugikan negara (telah diperiksa secara uji petik) terdapat pada Satuan Kerja Sekretariat Daerah Rp 4.719.097.200, Satuan Kerja Dinas Kesehatan Rp 4.500.845.250, Satuan Kerja Dinas Pendidikan Rp 11.484.535.640 dan Satuan Kerja Dinas Kimprasda sebesar Rp 64.140.339.005.

Atas temuan BPK itu, diduga penggunaan dana APBD 2004-2005 tidak dapat dipertanggungjawabkan, ditambah lagi ada dana APBD TA 2004 digunakan untuk pembangunan Yayasan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atas nama pribadi Abdul Roni Harahap (Wakil Ketua DPRD masa itu), sehingga ditengarai merugikan negara sebesar Rp 2.500.000.000. MTs dimaksud disebut berlokasi di Desa Bandar Durian, Kecamatan Aeknatas (sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Labuhan Batu Utara).

“Masih banyak lagi dugaan penyelewengan dana APBD Tahun 2004-2005, namun di sini tidak dapat dipaparkan satu persatu. Nantilah di DPR RI dan KPK, akan dijelaskan semua,” sebutnya.

Menanggapi keberanian Daslan, dikemukakan Fakhruddin, mantan anggota DPRD L Batu ini patut diberikan acungan jempol, sebab dia berani melaporkan kembali kasus dugaan korupsi itu ke KPK, padahal dirinya juga ikut mencicipi dugaan korupsi penyelewengan dana yang dilaporkannya ke KPK tersebut, seperti dana pengesahan APBD dan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Bupati yang nilainya setiap paripurna pengesahaan APBD sebesar Rp 30 jutaan per anggota Dewan, dan Rp 50 jutaan untuk pimpinan DPRD.

Secara terpisah, mantan Bupati L Batu T Milwan yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut saat ini, tidak berhasil dikonfirmasi wartawan, karena telepon selulernya tidak aktif. (BS-032)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Ini Anggaran Dana Desa untuk Madina 298,3 Miliar

    Tahun Ini Anggaran Dana Desa untuk Madina 298,3 Miliar

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, tahun 2025 akan memperoleh Rp298.316.313.000 untuk Dana Desa peruntukan 377 desa. Demikian diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina Irsal Pariadi, Rabu (15/1/2025) merujuk rilis Kementerian Keuangan berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 108 tahun 2024 tentang pengalokasian Dana Desa (DD) tahun […]

  • DCS Dapil 3 Hanura Madina

    DCS Dapil 3 Hanura Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Hanura Madina.

  • Siswa Harus Belajar di Kantor Sekolah, SDN 139 Sirambas Butuh Satu Ruangan Kelas Baru

    Siswa Harus Belajar di Kantor Sekolah, SDN 139 Sirambas Butuh Satu Ruangan Kelas Baru

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Akibat kekurangan ruang belajar, pihak SD Negeri 139 Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal harus memindahkan sebagian  pelajar kelas VI ke ruang kantor sekolah. Pemindahan itu dilakukan karena jumlah siswa kelas VI yang saat ini berjumlah 46 orang atau melebihi kapasitas untuk satu lokal yang standarnya hanya 32 orang. […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

  • 360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    360 Ribu Tanah Transmigrasi Tanpa Surat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sulit buat Usaha karena Belum Bersertifikat JAKARTA – Keamanan hukum tanah-tanah yang ditempati transmigran terancam. Sebab, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat, sekitar 360 ribu bidang tanah transmigran belum bersertifikat alias bodong. Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2K-Trans) Kemenakertrans Jamaluddien Malik mengatakan, pihaknya terus mempercepat pembuatan sertifikat tanah hak milik bagi para transmigran. […]

  • Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Kerusakan Jalan Lintas Gunung Tua-Binanga Km 2  Desa Sababangunan, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) semakin hari semakin membesar. Jalan berlubang yang sebulan lalu masih berdiameter sepuluh sentimeter itu kini telah semakin membesar bahkan sudah berukuran lebih dari satu meter dengan kedalaman hampir mencapai dua meter. Kerusakan tersebut membuat lalu lintas […]

expand_less