Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Petani Makin Malas Tanam Padi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
  • print Cetak

petani di musim tanam

 

Kepala Biotech Center IPB University, Dwi Andreas Santosa mengatakan, tren penurunan luas areal tanam padi di Indonesia akan terus berlanjut.

Ini disebabkan biaya produksi yang semakin mahal, sementara harga gabah terus turun sehingga membuat bertanam padi tak lagi menarik dan menguntungkan bagi petani.

“Peralihan lahan pertanian ke non pertanian akan semakin pesat. Hingga mencapai kritis, peningkatan produksi nggak lagi dimungkinkan. Sementara, kalau mau bangun food estate, selama seperempat abad ini selalu gagal,” ungkap Dwi Andreas dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (7/7/2022) yang dilansir Media Tani..

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa konversi lahan tersebut sebenarnya sudah mulai terjadi. Ini dapat dilihat dari produksi beras di Indonesia yang terus mengalami tren penurunan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, luas panen padi 2021 mengalami penurunan sebesar 2,3% atau 245,47 ha menjadi sekitar 10,41 juta ha dibandingkan pada 2020 yang mencapai 10,66 juta ha.

Akibat turunnya luas panen tersebut, produksi padi pada 2021 turun sebesar 0,43% atau 233,91 ribu ton menjadi 54,42 juta ton gabah kering giling (GKG) dibandingkan pada 2020 yang sebanyak 54,65 juta ton GKG.

Sehingga, membuat produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 31,36 juta ton. Mengalami penurunan sebanyak 140,73 ribu ton atau 0,45% dibandingkan produksi beras pada 2020 yang sebanyak 31,50 juta ton.

“Sejak tahun 2015 sampai 2021, produksi padi terus turun, mencapai 0,35% per tahun. Tahun 2017, produksi turun tajam sampai 7,7% di tahun 2019. Bahkan saat La Nina, produksi tahun 2020 hanya naik 0,09% dan turun 0,42% di tahun 2021,” kata Dwi.

Dwi menjelasakan, hal itu dipicu oleh 2 faktor. Pertama, rumah tangga yang beralih ke sumber mata pencaharian lain dikarenakan bertani dianggap tak lagi memberikan keuntungan.

“Lahannya dijual, lalu terjadi konversi jadi lahan nonpertanian. Kedua, petani ya sudah menyerah, pasrah hidup sekadarnya saja mereka itu. Menanam padi cuma buat mengamankan stok konsumsi mereka saja,” terang Dwi.

Disamping itu, petani saat ini juga sudah semakin malas untuk menanam padi. Pasalnya, petani harus menanggung biaya yang besar dan semakin mahal untuk bertanam padi, salah satunya untuk biaya pupuk.

Memang, kata Dwi, pemerintah telah memberikan pupuk bersubsidi, tapi hanya mampu untu memenuhi kebutuhan sekitar 50% dari total konsumsi pupuk petani. Sehingga, petani pun harus membeli lagi pupuk yang nonsubsidi.

“Harga pupuk subsidi memang nggak naik, tapi nonsubsidi naik sangat tinggi. Nggak kuat juga beli, dan ini merembet ke produksi jadinya,” papar Dwi Andreas.

Dwi menjelaskan, pada tahun 2019 jaringan tani Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) melakukan survei yang menunjukkan, untuk memproduksi 1 kg gabah kering panen (GKP) dibutuhkan biaya Rp4.523. Sementara, saat ini petani itu selalu merugi Rp250 ribuan setiap musim tanam

Pengamat pertanian, Khudori mengatakan hal yang senada. Menurutnya, ongkos usaha tani terus mengalami kenaikan selama dua tahun terahkir. Sementara harga jual gabah/beras stagnan, bahkan mengalami penurunan.

“Tak banyak yang menyadari, sejak April 2020 sampai sekarang, harga GKP di level petani dan GKG di penggilingan yang jatuh di bawah HPP berlangsung terus menerus. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah perberasan,” kata Khudori dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (7/7/2022).

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, terkait Peraturan Menteri ATR/BPN No. 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Sebab, melalui sertifikasi elektronik akan memudahkan intergasi data, verifikasi lahan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dan dapat mengendalikan konversi lahan non-sawah.

“Kita butuh kejelasan lokasi dan lahan untuk dikonsepsikan, nggak bisa biarkan begitu saja atau respons sesaat,” kata Syahrul saat rapat kerja pemerintah dengan BAKN DPR bersama Menteri ATR/BPN dan Menteri LHK, Senin (4/7/2022).

Syahrul mengatakan, perlu adanya instrumen hukum yang mengatur pemerintah kabupaten/kota untuk mengintegrasikan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dalam peraturan daeah (Perda) yang mengatur tentang rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi.

Sebelumnya, pada 2019, Kementerian ATR/BPN menetapkan luas lahan baku sawah nasional 2019 berdasarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019 sebesar 7.463.948 ha.

Padahal, dalam catatan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikutip dari BPS tahun 2013 menunjukkan, luas lahan baku nasional tercatat mencapai 7,75 juta ha.

Sumber : Media Tani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   Idul Fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya bermakna sebagai pembebasan sekaligus pembersihan secara personal menuju kefitrian setelah berjuang sebulan penuh melaksanakan Ibadah Shoum namun juga memiliki makna perekat dan pemersatu diantara sesama masyarakat ditengah kemajemukan beragama yang merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Inilah […]

  • Kapolresta Siantar Kembali ‘Ancam’ Wartawan Trans TV

    Kapolresta Siantar Kembali ‘Ancam’ Wartawan Trans TV

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : AKBP Fatori akan dicopot dari jabatannya sebagai Kapolresta Pematangsiantar akibat melakukan penganiayaan terhadap wartawan Trans TV, Andi Siahaan dalam sel tahanan. Fatori kembali melakukan ‘pengancaman’ terhadap Andi Siahaan, dengan cara akan menembak bagian kepala. Minggu 5 Desember 2010 pukul 08.10 WIB. Bahkan Fatori meludahi Andi Siahaan saat berada dalam sel tahanan. Hal tersebut […]

  • Lubuk Larangan Aek Pohon Dibuka

    Lubuk Larangan Aek Pohon Dibuka

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Atika Azmi Utami Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menyebutkan, bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang ini akan rampung pada ahir tahun 2023. Hal ini dikatakannya saat meninjau progres pembangunan bandara Bukit Malintang, Selasa (20/6/2023). “Saat ini progres pembangunannya sudah 34 persen, dan insyaallah ahir tahun ini selesai, dan untuk beroperasinya di […]

  • Kejatisu belum layak terbaik

    Kejatisu belum layak terbaik

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung. Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan. “Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar […]

  • Resepsi Kenegaraan: Bupati dan Ketua DPRD Sumbangkan Suara Emas

    Resepsi Kenegaraan: Bupati dan Ketua DPRD Sumbangkan Suara Emas

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Malam Resepsi Kenegaraan di Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Rabu (17/8/2022) malam. Kegiatan berlangsung seru dan menarik. Kegiatan Malam Resepsi Kenegaraan itu dimulai dengan pemotongan tumpeng bersama Paskibraka dan dilanjutkan dengan hiburan dari Forkopimda Madina. Hiburan yang dipersembahkan oleh Forkopimda tersebut sebuah […]

expand_less