Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Petani Makin Malas Tanam Padi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
  • print Cetak

petani di musim tanam

 

Kepala Biotech Center IPB University, Dwi Andreas Santosa mengatakan, tren penurunan luas areal tanam padi di Indonesia akan terus berlanjut.

Ini disebabkan biaya produksi yang semakin mahal, sementara harga gabah terus turun sehingga membuat bertanam padi tak lagi menarik dan menguntungkan bagi petani.

“Peralihan lahan pertanian ke non pertanian akan semakin pesat. Hingga mencapai kritis, peningkatan produksi nggak lagi dimungkinkan. Sementara, kalau mau bangun food estate, selama seperempat abad ini selalu gagal,” ungkap Dwi Andreas dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (7/7/2022) yang dilansir Media Tani..

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa konversi lahan tersebut sebenarnya sudah mulai terjadi. Ini dapat dilihat dari produksi beras di Indonesia yang terus mengalami tren penurunan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya, luas panen padi 2021 mengalami penurunan sebesar 2,3% atau 245,47 ha menjadi sekitar 10,41 juta ha dibandingkan pada 2020 yang mencapai 10,66 juta ha.

Akibat turunnya luas panen tersebut, produksi padi pada 2021 turun sebesar 0,43% atau 233,91 ribu ton menjadi 54,42 juta ton gabah kering giling (GKG) dibandingkan pada 2020 yang sebanyak 54,65 juta ton GKG.

Sehingga, membuat produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 31,36 juta ton. Mengalami penurunan sebanyak 140,73 ribu ton atau 0,45% dibandingkan produksi beras pada 2020 yang sebanyak 31,50 juta ton.

“Sejak tahun 2015 sampai 2021, produksi padi terus turun, mencapai 0,35% per tahun. Tahun 2017, produksi turun tajam sampai 7,7% di tahun 2019. Bahkan saat La Nina, produksi tahun 2020 hanya naik 0,09% dan turun 0,42% di tahun 2021,” kata Dwi.

Dwi menjelasakan, hal itu dipicu oleh 2 faktor. Pertama, rumah tangga yang beralih ke sumber mata pencaharian lain dikarenakan bertani dianggap tak lagi memberikan keuntungan.

“Lahannya dijual, lalu terjadi konversi jadi lahan nonpertanian. Kedua, petani ya sudah menyerah, pasrah hidup sekadarnya saja mereka itu. Menanam padi cuma buat mengamankan stok konsumsi mereka saja,” terang Dwi.

Disamping itu, petani saat ini juga sudah semakin malas untuk menanam padi. Pasalnya, petani harus menanggung biaya yang besar dan semakin mahal untuk bertanam padi, salah satunya untuk biaya pupuk.

Memang, kata Dwi, pemerintah telah memberikan pupuk bersubsidi, tapi hanya mampu untu memenuhi kebutuhan sekitar 50% dari total konsumsi pupuk petani. Sehingga, petani pun harus membeli lagi pupuk yang nonsubsidi.

“Harga pupuk subsidi memang nggak naik, tapi nonsubsidi naik sangat tinggi. Nggak kuat juga beli, dan ini merembet ke produksi jadinya,” papar Dwi Andreas.

Dwi menjelaskan, pada tahun 2019 jaringan tani Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) melakukan survei yang menunjukkan, untuk memproduksi 1 kg gabah kering panen (GKP) dibutuhkan biaya Rp4.523. Sementara, saat ini petani itu selalu merugi Rp250 ribuan setiap musim tanam

Pengamat pertanian, Khudori mengatakan hal yang senada. Menurutnya, ongkos usaha tani terus mengalami kenaikan selama dua tahun terahkir. Sementara harga jual gabah/beras stagnan, bahkan mengalami penurunan.

“Tak banyak yang menyadari, sejak April 2020 sampai sekarang, harga GKP di level petani dan GKG di penggilingan yang jatuh di bawah HPP berlangsung terus menerus. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah perberasan,” kata Khudori dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (7/7/2022).

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, terkait Peraturan Menteri ATR/BPN No. 1/2021 tentang Sertifikat Elektronik.

Sebab, melalui sertifikasi elektronik akan memudahkan intergasi data, verifikasi lahan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dan dapat mengendalikan konversi lahan non-sawah.

“Kita butuh kejelasan lokasi dan lahan untuk dikonsepsikan, nggak bisa biarkan begitu saja atau respons sesaat,” kata Syahrul saat rapat kerja pemerintah dengan BAKN DPR bersama Menteri ATR/BPN dan Menteri LHK, Senin (4/7/2022).

Syahrul mengatakan, perlu adanya instrumen hukum yang mengatur pemerintah kabupaten/kota untuk mengintegrasikan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dalam peraturan daeah (Perda) yang mengatur tentang rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi.

Sebelumnya, pada 2019, Kementerian ATR/BPN menetapkan luas lahan baku sawah nasional 2019 berdasarkan Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 686/SK-PG.03.03/XII/2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019 sebesar 7.463.948 ha.

Padahal, dalam catatan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dikutip dari BPS tahun 2013 menunjukkan, luas lahan baku nasional tercatat mencapai 7,75 juta ha.

Sumber : Media Tani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: Relasi Penting Untuk Berkembang

    Atika: Relasi Penting Untuk Berkembang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DELI SERDANG (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan pentingnya menjaga relasi karena seringkali jalan rezeki datang dari jejaring yang terbentuk. Itu disampaikan Atika saat menghadiri wisuda magister, sarjana, dan sarjana terapan mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada di auditorium kampus tersebut, Jl. Besar No 77 Deli Tua, Kabupaten […]

  • Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing Natal (Madina) masih banyak perkebunan yang diduga dengan sengaja melalaikan tanggungjawab membangun plasma untuk masyarakat sekitar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Itu diungkapkan Ali Mutiara Rangkuty, tokoh masyarakat Pantai Barat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina kepada wartawan,Rabu (22/10/2014) di Panyabungan. “Terdapat beberapa agenda yang masih jalan ditempat […]

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Hama Tikus Hantui Petani

    Hama Tikus Hantui Petani

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis. “Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan […]

  • Ungkap Kasus Smart Village. Arief Sarankan Kajari Madina Panggil Kades Secara Acak

    Ungkap Kasus Smart Village. Arief Sarankan Kajari Madina Panggil Kades Secara Acak

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online )- Kasus dugaan korupsi desa digital Smart Village 2023 yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) tampaknya masih jalan ditempat. Demikian ditegaskan Aktivis Anti Korupsi Sumatera Utara (Sumut), Arief Tampubolon yang selama ini terus menyoroti kasus dugaan korupsi bersumber dari Dana Desa 2023 di kabupaten Madina ini, […]

  • MUI Madina Himbau Solat Gerhana, Besok

    MUI Madina Himbau Solat Gerhana, Besok

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandailing Natal (Madina) mengimbau umat Islam untuk melakukan solat sunat gerhana matahari (kusyuf asy syams), besok. Himbauan itu diumumkan MUI Madina dalam surat himbauan Nomor A.007/DP-KII/07/SR/III/2016 tanggal 4 Maret 2016 ditandatangani Ketua MUI Madina, Drs. H.Syamsir dan Sekretaris Ahmad Asrin,S.Ag.MA terkait akan terjadinya gerhana matahari total di […]

expand_less