Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

141 Nyawa Melayang di Jalan Raya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
  • print Cetak

SIDIMPUAN- Sebanyak 141 nyawa melayang di jalan raya. Dan, sedikitnya 59 korban mengalami luka berat dan 99 luka ringan serta kerugian materi mencapai Rp481.500.000. Jumlah ini tercatat dari 121 kasus kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Tapsel sejak Januari hingga Desember 2011.
Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Lantas AKP SL Widodo, kepada METRO, Selasa (3/1), mengatakan, jumlah laka lantas tahun ini mengalami penurunan sekira 10 persen bila dibanding dari tahun lalu. Namun, angka kematian naik 15 persen.
Dirincikan Kasat, pada tahun 2010 lalu, jumlah laka lantas mencapai 133 kasus, sedangkan tahun 2011 sebanyak 121 kasus. Korban yang meninggal dunia akibat laka lantas tahun 2010 mencapai 123 jiwa, sedangkan tahun 2011 sebanyak 141 jiwa. Luka berat (LB) tahun 2010 mencapai 67 orang, tahun 2011 sebanyak 59 orang. Luka ringan (LR) tahun 2010 sebanyak 62 orang, tahun 2011 sebanyak 99 orang.
Menurut Kasat, menurunnya angka laka lantas disebabkan kesadaran masyarakat mulai meningkat. Sekaligus didukung gencarnya sosialisasi mengenai tertib berkendaraan. “Kami sering sosialisasi, baik dengan cara turun ke jalan langsung, razia, bagi-bagi pamflet, brosur dan lainnya,” ujarnya.
“Kami tetap berupaya meminimalisir terjadinya lantas dengan melakukan upaya pencegahan berupa imbauan laka di sejumlah titik, seperti Kecamatan Barumun 14 titik, Padang Bolak 40 titik dan Batang Angkola 10 titik,” terangnya.
Disinggung tentang penyebab laka lantas, Kasat mengatakan, mayoritas laka lantas diakibatkan kelalaian pengendara sepedamotor, faktor jalan yang kurang bagus, rambu lalulintas dan sebab lainnya.
“Sat Lantas sudah memasang imbauan agar pengendara tetap mematuhi peraturan lalu-lintas dan memakai helm serta menghidupkan lampu di siang hari agar pengendara yang ada di depannya bisa lebih waspada karena melihat cahaya lampu,” tuturnya.
Terkait masalah tilang yang dikeluarkan Sat Lantas Polres Tapsel selama tahun 2011, Kasat menyebutkan, dari target 5.174 surat tilang, sedikitnya tercatat petugas mengeluarkan 6.696 surat tilang.
“Pelanggaran yang paling banyak yakni pengendara sepedamotor tidak menyalakan lampu utama pada siang hari mencapai, tidak memakai helm, melanggar marka dan kelengkapan surat-surat,” kata Kasat.
Agar warga masyarakat di wilayah hukum Polres Tapsel terutama pengendara sepedamotor dan pengemudi mobil tertib lalu lintas, Sat Lantas Polres Tapsel tetap melakukan razia penindakan.
“Sat Lantas juga tetap akan melakukan penertiban terhadap pengendara sepedamotor dan mobil. Sebab, hasil evaluasi kegiatan razia kemarin, para pengendara bisa tertib kalau ada petugas Sat Lantas,,” tegasnya. (phn.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Minta KPU Madina Verifikasi Ulang Berkas Harun Musthafa

    Bawaslu Minta KPU Madina Verifikasi Ulang Berkas Harun Musthafa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menduga KPU Madina melanggar administrasi pemilihan dengan tidak melakukan verifikasi dokumen calon bupati nomor urut 1, Harun Musthafa Nasution. Untuk itu, Bawaslu merekomendasikan KPU kembali melakukan verifikasi ulang atas dokumen Harun Musthafa. Hal tersebut sesuai dengan Surat Bawaslu Nomor 081/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 yang ditujukan kepada […]

  • Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (MO) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gunakan militer hadapi rakryat. Hal itu dikatakan Tantowi Yahya, anggota komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan militer. Dia menilai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Nasional sudah cukup baik. Namun persoalannya, Inpres itu dapat disalahgunakan para kepala daerah dalam mempertahankan posisi […]

  • Jaringan Advokasi Tambang Akan Didirikan

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) berencana membuka perwakilan di Mandailing Natal. Aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan di Madina, Parwis Nasution kepada wartawan, kemarin menyatakan Jatam diharapkan mampu bersinergis dalam peran advokasi maupun pencerahan tentang tambang kepada rakyat. Dikatakan, saat ini Parwis mengaku sudah membangun komunikasi dengan pengurus Jatam di Jakarta dan sudah […]

  • Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    Senjata di Aceh bekas konflik dulu

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Markas Besar TNI menyatakan serangkaian tindak kekerasan bersenjata api di Provinsi Aceh tidak menggunakan senjata selundupan dari luar Aceh. Jurubicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul di Jakarta, Senin mengatakan senjata-senjata yang marak di Aceh, merupakan sisa konflik di wilayah tersebut beberapa tahun silam. Meski begitu, Iskandar mengatakan tidak menutup kemungkinan ada pula […]

  • Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya pencurian kayu di Madina yang sudah berjalan bertahun tahun membuktikan kinerja aparat Dinas Kehutanan Madina dan Kepolisian Madina seakan tidak bernyali bila berhadapan dengan pengusaha. “Seperti illegal loging yang terjadi di hutan Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu dimana pelakunya diduga kuat adalah PT. Madinah Mas Mining (PT.MMM) bekerja sama dengan masyarakat […]

  • SBY belum terbitkan Keppres kasus penculikan

    SBY belum terbitkan Keppres kasus penculikan

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wakil Ketua bidang Internal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Yosep Adi Prasetyo mengatakan, penyelesaian kasus penculikan atau penghilangan paksa para aktivis pada 1998 tinggal menunggu Keputusan Presiden tentang pembentukan Pengadilan HAM Ad Hoc. “Presiden belum mengeluarkan Keppres,” katanya, hari ini. Namun, dia menyatakan, presiden tidak membahas secara khusus tentang penuntasan kasus […]

expand_less