Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

83 Persen Pendidikan Honorer K2 di Bawah SMA

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
  • print Cetak

JAKARTA – Pemerintah Daerah diwajibkan meningkatkan kompetensi Honorer Kategori Dua (K2). Pasalnya, Honorer K2 saat ini didominasi lulusan di bawah SMA.

“Data yang kami punya, 83 persen honorer K2 berpendidikan di bawah SMA. Ini sangat memprihatinkan karena seorang guru harus meningkatkan kompetensinya agar kualitas pendidikan siswa juga meningkat,” kata Asdep Koordinasi Kebijakan Penyusunan Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Sumarsono, Sabtu (14/2).

Selain pendidikan rendah, honorer K2 juga banyak yangn mengisi formasi teknis administrasi. Sekitar 62,4 persen atau 274.487 honorer K2 menduduki jabatan teknis administrasi. Sisanya mengisi jabatan tenaga pendidik dan perawat.

“Ini harus menjadi perhatian kepala daerah. Honorer K2 yang sudah lulus harus diberikan tambahan pendidikan dan pelatihan agar kompetensinya juga meningkat. Pemda jangan hanya berpikir, tugasnya tuntas setelah honorernya diangkat CPNS,” tegas Bambang.

Diarahkan ke PPPK
Pemerintah sedang mencari cara untuk membiayai gaji serta pensiun 650 ribu honorer K2. Jika semuanya diangkat CPNS, anggaran negara akan tersedot ribuan triliun.

“Dengan sangat menyesal kami sampaikan tidak bisa mengabulkan harapan seluruh honorer K2. Kalau harus mengangkat semua, itu berarti separuh anggaran negara tersedot untuk itu,” kata Asdep Koordinasi Kebijakan Penyusunan Evaluasi Program dan Pembinaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Sumarsono, Sabtu (14/2).

Bambang menambahkan, pemerintah akan mengarahkan honorer K2 yang berusia di atas 35 tahun menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Itupun harus melalui tes dan sesuai formasi yang ada. Bagi honorer K2 yang berusia di bawah 35 tahun, akan diikutkan tes CPNS. Jika gagal, akan ikut tes lagi sampai lulus.

“Kalau banyak yang protes katanya sudah pernah tes, ya memang harus tes lagi. Sesuai amanat UU ASN, untuk menjadi CPNS maupun PPPK harus lewat tes,” tambah Bambang. PPPK, lanjut Bambang, merupakan alternatif pemerintah agar tidak membebani negara dalam membiayai pensiun. Untuk tes CPNS akan dilakukan terus hingga lulus. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Hunjuk Atika Bertarung di Pilkada Madina 2024

    Golkar Hunjuk Atika Bertarung di Pilkada Madina 2024

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution memperoleh surat perintah dari DPP Partai Golkar untuk bakal calon kepala daerah (Bacakada) di Pilkada Madina 2024. Atika saat ini menjabat Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina). Didampingi pengurus Golkar Madina, Atika secara resmi menerima surat perintah itu yang diserahkan melalui DPD Golkar Sumatera Utara, Rabu (13/12/2023). Surat […]

  • Ini Perolehan Suara di Kampung Mertua Edi Rahmayadi

    Ini Perolehan Suara di Kampung Mertua Edi Rahmayadi

    • calendar_month Jumat, 29 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Perolehan pasangan Edi Rahmayadi-Musa Rajekshah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal sekitar 96,59 persen. Panyabungan Timur termasuk basis penting bagi pasangan Eramas, sebab, mertua Edi Rahmayadi berasal dari Desa Pagur, salah satu desa di Kecamatan Panyabungan Timur. Berdasar data yang dirangkum Mandailing Online dari pihak penyelenggara Pilgubsu maupun infopemilu.kpu.go.id, Jum’at […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Peliput : Holik Nasution Editor : Dahlan Batubara

  • Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    Mencuri Kayu, Pemkab Takut Kepada PT. MMM

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Maraknya pencurian kayu di Madina yang sudah berjalan bertahun tahun membuktikan kinerja aparat Dinas Kehutanan Madina dan Kepolisian Madina seakan tidak bernyali bila berhadapan dengan pengusaha. “Seperti illegal loging yang terjadi di hutan Kelurahan Tapus, Kecamatan Linggabayu dimana pelakunya diduga kuat adalah PT. Madinah Mas Mining (PT.MMM) bekerja sama dengan masyarakat […]

  • Rahudman Ragukan Survei Perawan

    Rahudman Ragukan Survei Perawan

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan. “Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11). Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut […]

  • Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Boby Nasution, mengungjungi Kampoeng Kaos Madina  di Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (15/12/2017). Kunjungan menantu Presiden Jokowi  ke Kampoeng Kaos ini merupakan salah satu titik lawatan selama berada di Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan mengagumi Kampoeng Kaos Madina sebagai satu industri kreatif yang berbasis budaya Mandailing. Di Kampoeng Koas dia didampingi bupati […]

expand_less