Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

9 Rumah Terbakar di Kotasiantar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
  • print Cetak

 

Kobaran api yang membakar rumah penduduk di Kotasiantar, Panyabungan

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya 9 rumah hangus dalam musibah kebakaran hebat di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Selasa (12/11).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Saat warga masih tidur.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Namun hampir semua barang-barang milik para korban nyaris tak bisa diselamatkan akibat api begitu cepat menjalar.

Pemukiman yang padat dannkondisi rumah sangat sederhana menyebabkan jalaran api sulit dikendalikan penduduk.

Sejauh yang diketahui, nama-nama pemilik rumah yang terbakar, Darwinsyah (34),  Umak Kokom (55), Kurnia (37), Tomas (32), Zahro umak Torkis (60), Umak Dana (36), Amiruddin/Jakulaut (40), Almarhum H. Muhammad Idir, dan Asaat Amiruddin Hasibuan (59).

Para korban saat ini terpaksa sementara mengungsi di rumah-rumah penduduk atau kerabat masing-masing.

Nasib pilu dialami Heni (36). Rumah serta semua isi tokonya hangus “dimakan” kobaran api.

Janda peninggalan Muhammad Idir ini memiliki empat anak. Anak sulung sedang kuliah, lalu adiknya nomor dua  sekolah pesantren, dan dua lagi masih duduk di SD (sekolah dasar) masing-masing kelas empat dan kelas satu.

Belum terpastikan asal muasal api.

Namun  menurut sejumlah warga, api mulai tampak dari rumah bagian belakang dari jalan raya Kotasiantar-Pagaran.

Lokasi kebakaran persisnya berada di sebelah kanan tikungan Kotasiantar menuju Pagaran. Tepatnya, tak jauh dari pasar jonjong Kotasiantar yang berada di seberang bagas godang.

Sejumlah warga mengaku menyesalkan lambatnya mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi kejadian.

“Damkar milik pemkab baru tiba ke sini  setelah lebih satu jam api berkobar,” ujar Takah, warga Banjarpagur, Kotasiantar, Panyabungan.

Ia menyesalkan pihak pemkab tidak pernah menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menginginkan di sekitar pusat kota Panyabungan setidaknya ada satu unit damkar yang stand-by agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang.

Pausir mengatakan kobaran api agar sulit dipadamkan karena secara kebetulan semua aliran air (siring dan sungai) sedang kering karena “tanggul” pembagi air yang berada di hulu sedang rusak akibat luapan sungai aekmata sehari sebelumnya.

Sumber : Beritahuta.com
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    Manduda Bulung Gadung di Kerangai, Malaysia

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah kaum ibu manduda bulung gadung (menumbuk pucuk daun ubi) di Kampung Kerangai, Jelebu, Negeri Sembilan, Malaysia, Sabtu (4/11/2017). Gulai bulung gadung naiduda (pucuk daun ubi tumbuk) merupakan masakan khas etnis Mandailing di Sumatera Utara. Gulai tradisi ini masih tetap lestari di kalangan kaum Mandailing di Malaysia sejak bermigrasi ke Tanah Semenanjung pada tahun 1800-an. […]

  • Defisit APBD Madina Masih Gelap, DPRD Jangan Cuma Gonggong

    Defisit APBD Madina Masih Gelap, DPRD Jangan Cuma Gonggong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Kasus defisit APBD Kabupaten Mandailing Natal belum tentu ujung pangkalnya. Janji DPRD Madina untuk membentuk tim investigasi hanya gong-gongan semata. Nyatanya, sampai detik ini belum ada tindakan apapun terkait penelusuran kasus defisit anggaran ini. Pengurus Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, Iswadi Batubara kepada Berita Rabu (8/12) kemarin mengatakan kekecewaannya terhadap kinerja […]

  • Lahan PTPN IV Masih Rancu

    Lahan PTPN IV Masih Rancu

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kabupaten Mandailing Natal menyatakan bahwa lahan-lahan yang dikuasai PTPN IV di Kecamatan Batahan masih banyak yang rancu. Kerancuan itu menyebabkan perpanjangan izin lokasi PTPN IV belum diterbitkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) setelah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2010 lalu. Itu diungkap Kepala Seksi Hak Tanah […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • GANJA MEMBAHAYAKAN, OBAT TERLARANG

    GANJA MEMBAHAYAKAN, OBAT TERLARANG

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Indah Mustika Tanjung, S.Kom   Kementerian Pertanian (Kementan) mencabut sementara Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 104/2020. Ada kontroversi dalam beleid tersebut yaitu masuknya ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu komoditas binaan pertanian. Sebenarnya ini bukan hal yang baru, karena ganja sudah ada dalam daftar binaan seperti tertuang dalam Kepmentan No 51/2006. Pengaturan ganja […]

  • SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    SKB 3 Menteri Digugat, Seharusnya Diapresiasi dan Didukung?

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sebanyak 300 pengacara disiapkan untuk menggugat Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang seragam sekolah yang terbit setelah kasus jilbab nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat. Mantan wali kota Padang Fauzi Bahar, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), tokoh adat, tokoh agama dan organisasi […]

expand_less