Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Tiap malam geng motor harus diberantas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
  • print Cetak

MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta.

Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap malam aparat kepolisian melakukan operasi terhadap geng motor. Kita menginginkan kota ini aman dan kondusif,” kata Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang, tadi malam. Monang mengimbau sekolah dan guru harus aktif mengawasi siswanya. Termasuk juga orang tua di rumah. “Ke depan kami akan masuk ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan langkah-langkah solutif dan tindakan tegas guna mengatasi masalah geng kereta. “Sebagai langkah solutif, kita akan menilang sepeda motor yang tidak lengkap surat-suratnya. Sepeda motornya ditahan sampai bisa menunjukkan suratsurat. Di samping itu setiap malam akan menggelar operasi di seluruh jajaran polsek yang berada di wilayah hukum Polresta Medan,” katanya.

Sementara itu, psikolog ahli remaja di Sumatera Utara, Irna Minauli menjelaskan meski belum ada data yang pasti, namun keterlibatan remaja dalam berbagai kelompok terutama dalam aksi geng motor yang menjurus pada kenakalan tampaknya semakin meningkat. Kegiatan yang dilakukan sudah menyangkut kriminal dengan menjarah beberapa toko dan mengganggu warga.

Menurutnya, para remaja ini mungkin merasa tidak mendapat tempat dalam keluarga ataupun di lingkungan sekolahnya. “Mereka seperti membawa kebencian dalam diri mereka. Dengan sengaja mereka seolah mengolok-olok petugas kepolisian dan figur otoritas lain. Nasihat dan pendapat orang tua sepertinya sudah tidak mengena lagi,” ujar Irna.

Irma mengatakan, kekerasan yang melibatkan pelajar menunjukan masih lemahnya sistem pengawasan masyarakat termasuk orang tua serta. Selain itu, ia juga menilai ini akibat ketidakmampuan aparat kepolisan menangkap sinyal gangguan keamanan. “Jadi, dalam kasus pelajar yang masih berada pada usia belia sangat rentan dengan pengaruh budaya dari luar termasuk lingkungan. Siswa biasanya langsung mencontoh budaya kekerasan yang terjadi di lingkungan,” ujarnya
(dat03/waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dompak mangolu hayu ara nagodang pade nian ibaen parsilaungan dihatiha udan sanga hatiha las niari songon pandokon ni dongan-dongan saro tole, tai anggo madung abis ukur-ukur di ayu nagodangi, bulungnape madung rurus, punggur domai di ginjang, ulang nangkan namarsisandar di batang nagodangibe, sanga linyat itinggang punggur, mapor-por dei boto oli-olii. Pala adong dope nagiot markusandar […]

  • Bupati Rencanakan Puskesmas Buka Siang Malam

    Bupati Rencanakan Puskesmas Buka Siang Malam

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailng Natal (Madina) Hidayat Batubara mencetuskan kebijakan agar seluruh puskesmas di kabupaten ini buka siang malam atau 24 jam. Kebijakan bupati tesebut sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan kepada rakyat. Dan DPRD Madina diharapkan untuk mendukung dengan meloloskan anggaran bagi operasional puskesmas siang malam tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Madina, Tengku Amri […]

  • Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): kasus perkosaan yang dialami SN ( 20 ) warga desa pidoli lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih terus jadi tanda tanyak Pasalnya dari 4 orang yang terlibat dari  pengakuan korban. Baru 1 orang yang diamaankan kepolisian dari Polres Madina yakni inisial I bekerja sebagai tenaga […]

  • Pola tanam serentak perlu diperhatikan

    Pola tanam serentak perlu diperhatikan

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemkab Madina sudah sepantasnya melakukan terobosan baru dalam program pola tanam serentak di kalangan petani khususnya petani di kawasan Panyabungan, karena langkah ini salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman pangan di samping penggunaan benih unggul. Demikian Koordinator II Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Kabupaten Madina Dahlan Batubara, pagi ini. Menurutnya, […]

  • PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, menyebut Pemerintah super tega pada masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi. Pemerintah bukan mengatasi kelangkaan gas LPG bersubsidi itu malah meluncurkan produk LPG 3kg nonsubsidi bermerek Bright dengan harga yang lebih mahal. Kebijakan itu, kata Mulyanto, akan membuat pengadaan […]

  • Bencana Asap Riau, Mahasiswa Minta Tanggung Jawab SBY

    Bencana Asap Riau, Mahasiswa Minta Tanggung Jawab SBY

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Asap Riau (Gempar) menggelar aksi solidaritas di Bundaran HI Jakarta, Minggu (16/3). Aksi ini mereka lakukan atas keprihatinan terhadap kabut asap yang menyelimuti Riau sebulan terakhir. Dalam aksinya, mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Riau ini menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Kehutanan, Menteri […]

expand_less