Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

5 anggota Polri di KPK dipecat?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Mabes Polri menginstruksikan anggotanya yang masih berada di KPK untuk melapor ke Mabes Polri dalam waktu 30 hari. Saat ini masih ada lima anggota Polri yang masih menjadi penyidik di KPK.

Jika tak ada kabar selama 30 hari, terhitung dari turunnya surat perintah Kapolri maka diberhentikan secara tidak hormat. Sebab, mereka secara resmi sudah ditarik oleh Polri.
“Jika lebih dari 30 hari maka bisa dijadikan dasar pemeriksaan diduga melanggar disiplin Polri atau diajukan sidang etik Polri untuk diberhentikan dengan tidak hormat,” kata Karo Penmas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli, Jakarta, hari ini.

Menurutnya, hal tersebut secara konkret merujuk pada Peraturan Pemerintah No 1 tahun 2003 atau Perkap No 14 tentang kode etik profesi Polri. Jika penyidik Polri tetap tak melapor mereka melanggar kode etik profesi dan disiplin Polri. “Itu Berpotensi melakukan pelanggaran kode etik profesi yang diatur dalam Perkap Polri No 14 tahun 11 tentang etika polisi,” tegas Boy.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas di gedung KPK Jakarta mengatakan, sejumlah 28 penyidik dari Polri yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperoleh surat keputusan untuk tetap bertugas di lembaga tersebut.

“28 penyidik itu sudah diberi surat keputusan (SK) oleh pimpinan KPK dan sudah disampaikan ke Mabes Polri kemarin siang,” katanya.

Sebelumnya, pada September 2012 terdapat 20 orang penyidik Polri yang tidak diperpanjang penugasannya oleh Polri di KPK. Sebanyak 15 dari 20 penyidik itu sudah menyatakan kembali dan melaksanakan tugas dan membuat pernyataan diberi kesempatan memilih dimana akan ditempatkan.

Sedangkan lima orang yang belum melapor ke Mabes tampak lebih memilih untuk tetap bekerja di KPK. “Yang lima itu kalau melihat sikapnya sudah cenderung untuk permanen di sini,” ungkap Busyro.

KPK juga sedang mengupayakan alih status pegawai yang dipekerjakan di KPK berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 pasal 7. “UU KPK juga menyatakan boleh mengangkat penyidik sendiri, sehingga penegak hukum juga pasti mengakui legalitas,” katanya.

Polri juga telah mengirimkan 20 nama calon pengganti penyidik di KPK yang merupakan hasil dari seleksi internal pada Rabu (3/10). “Itu artinya dari Kapolri positif, masih ada komitmen untuk mendukung, kami sendiri juga mengapresiasi, terima kasih,” ungkap Busyro.

Pasal 7 ayat 1 PP No 63 tahun 2005 tentang Manajemen SDM KPK menyatakan bahwa pegawai negeri yang dipekerjakan KPK dapat beralih status kepegawaiannya menjadi pegawai tetap sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan KPK, sedangkan pada ayat 2 disebutkan pegawai negeri yang telah diangkat menjadi pegawai tetap pada KPK diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri. (inilah,antara,was)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kaget terkait informasi yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika provinsi itu termasuk kantong jaringan terorisme. “Saya kaget dengan statemen itu,” katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu, 30 Juli 2011. Menurut Gatot, berdasarkan pemantauan dan penilaian selama ini, pihaknya tidak melihat indikasi adanya […]

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • 2 Tahunan LP Pensiunan Polri Jalan Ditempat, Khalid Hasibuan Kecewa ke Polres Madina

    2 Tahunan LP Pensiunan Polri Jalan Ditempat, Khalid Hasibuan Kecewa ke Polres Madina

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Seorang pensiunan Polri, Khalid Hasibuan (62) warga Desa Sigalapang Julu Kecamatan Panyambungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku kecewa sebab laporan polisi ( LP ) oleh dirinya terkait  kehilangan sepeda motor seolah tak berjalan meski pelaku berkeliaran di kota panyabungan. Kronologis kejadian itu kata Khalid,  pada tanggal 2 Oktober 2023 silam, […]

  • Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan penutupan perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana dimuat beberapa media menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Muhammad Irwansyah Lubis hanya sebatas lip service. “Kita tidak pernah mendengar usulan itu diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat […]

  • Tim Pemenangan Harun- Ichwan Dicurhati Warga Terkait Minimnya Perhatian Pemkab Madina

    Tim Pemenangan Harun- Ichwan Dicurhati Warga Terkait Minimnya Perhatian Pemkab Madina

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online) : Bertandang ke dusun air putih di desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina dicurhati warga desa. Mereka mengaku merasa terasing di Kabupaten Madina karena minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten. ” Kami di dusun air putih Desa Hadangkahan ini merasa […]

  • TANAH PENGABDIANKU

    TANAH PENGABDIANKU

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karya : Annisah Pelajar MAN Simpanggambir Dikala pagi buta mengawali hari / dengan malu fajar menyingsing di ufuk mentari / terdengar suara hiruk pikuk yang menjadi saksi akan perjuangan anak bangsa yang mengabdi / tanda terimaksih atas perjuangan yang telah dilalui Di sepanjang jalan terlihat anak bangsa / dengan seragam sekolah yang mendarah di […]

expand_less