Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Wacana RS Abdul Haris Nasution Di Kotanopan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
  • print Cetak

Pasar-Kotanopan 171112KOTANOPAN (Mandailing Online) – Wacana pendirian sebuah rumah sakit di Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) mulai bergulir.

Wacana ini awalnya diskusi-diskusi kecil antara tokoh masyarakat, pemuda dan unsur lainnya, kemudiaan muncul kepermukaan. Saat ini berbagai elemen masyarakat mengharapkan ini jangan hanya sekedar wacana, tapi perlu wujud nyata

“Untuk meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, sudah selayaknya di Kecamatan Kotanopan didirikan satu rumah sakit. Untuk mengenang pahlawan yang berasal dari Kotanopan, sangat pas nantinya kalau rumah sakit tersebut nanti diberikan nama “Abdul Haris Nasution,” kata Camat Kotanopan, Ikbal Arifin, SH, kemarin.

Camat didampingi anggota DPRD Madina, Rahmad Rizky Daulay, Wakil Ketua KNPI Madina Lokot Husda Lubis, S. Ag, Ketua Forum Jurnalistik Mandailing Julu (FJ. Maju) Munir Lubis, Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing(HIPMA), M. Suhairy Lubis, S. Fil, Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gemrak) Madina, Syahril Nasution.

Dikatakan, gagasan pendirian rumah sakit ini dilakukan mengingat sampai saat ini belum adanya rumah sakit di daerah Mandailing Julu.

Padahal kebutuhan rumah sakit di daerah ini sudah sangat urgen. Selama ini warga Kotanopan dan sekitarnya terpaksa berobat ke RSU Panyabungan yang jaraknya sekitar 40 km.

Secara geografis, kondisi ini di anggap terlalu jauh, apalagi kalau ada pasien yang kritis. Tidak tertutup kemungkinan mereka meninggal di tengah jalan disebabkan jauhnya jarak tempuh.

Secara geografis, posisi Kotanopan sangat pas di tengah, jadi bagi kecamatan yang ada di sekitarnya, yaitu Kecamatan Muara Sipongi, Pakantan, Ulu Pungkut, Tambangan, Lembah Sorik Merapi dan Puncak Sorik Merapi akan berobat kemari.

“Terkait pemberian nama, kita sengaja mengusulkan nama pahlawan nasional dari daerah ini, yaitu Abdul Haris Nasution. Hal ini untuk mengenang jasa-jasa beliau dan juga menandakan beliau berasal dari Mandailing Julu, yaitu Hutapungkut Kotanopan,” kata Munir Lubis.

Untuk tercapainya keinginan ini, tentunya butuh proses panjang, sebab terkait dengan pendanaan. Namun, jika semua tokoh-tokoh Mandailing Julu, khususnya tokoh-tokoh Mandailing Natal mau bersatu, ada keyakinan cepat terealisasi.

“Untuk itu, kita berharap kepada semua saudara-saudara kita, baik yang ada di perantauan maupun di Madina, begitu juga yang duduk di lembaga Eksekuitif, Legislatif dan Yudikatif, baik di tingkat pusat dan daerah agar segera mendukung ini,” harap Syahril Nasution.

“Kepada Pemkab Madina juga kita berharap agar mendukung wacana ini, apalagi kita ketahui visi misi Bupati Madina, Hidayat Batubara salah satunya meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat Mandailing Natal,” ujar Rahmad Rizky. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sukhairi Pimpin Upacara Peringatan HUTRI di Madina

    Bupati Sukhairi Pimpin Upacara Peringatan HUTRI di Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjadi inspektur upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/8). Sukhairi mengenakan seragam PDH warna putih naik ke podium upacara. Tak lama kemudian komamdan upacara melaporkan bahwa upacara pengibara […]

  • Petugas Kebersihan Pasar Masih Kurang

    Petugas Kebersihan Pasar Masih Kurang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini jumlah petugas kebersihan pasar di Madina masih 25 orang. Itu sudah termasuk tenaga supir, pengumpul dan pengangkut sampah. Jumlah ini masih kurang. Sejatinya ada penambahan sebanyak sekitar 33 petugas agar seluruh pasar kelas III di (Mandailing Natal) yang berjumlah 33 pasar dapat terkaper. Dari 25 petugas itu, 8 […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 16)

    MARSIDAO-DAO (episode 16)

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I kotu Isya, i ginjang sajadah tarlolot Si Siti marsujud kamindil. Dung salose sumbayang, lao ia tu dapur na giot pature mangan ni alai sabagas. Si Poso dohot Si Pikeok tonga mangapil parsiajaran i pantar tonga. Ngada sajia onok muli amang ni alai tingon musojid. Isangkotkonsa kupiana i labang […]

  • Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pakaian adat Mandailing turut tampil dalam memeriahkan Colorful Medan Carnaval (CMC). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan hari jadi ke-432 kota Medan. Carnaval budaya yang turut diikuti oleh pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara ini dimulai dari Jl. Ahmada Yani sampai ke Balai Kota Medan. Acara yang memperagakan pakaian adat, alat […]

  • Kelola Inalum, Sumut butuh pihak swasta

    Kelola Inalum, Sumut butuh pihak swasta

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandsailing Online)– Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berserta 10 kabupaten/kota yagn berada di sekitar kawasan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah mendapat jatah 30 persen terhadap pengelolaan PT Inalum dari Pemerintah Pusat. Namun nilai ini belum fix, karena belum ada keputusan dari Menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait hal itu. Bahkan Dahlan mengatakan, pembagian […]

  • Para Pencipta Lagu Mandailing Tidak Lagi Setia kepada Bahasa Mandailing

    Para Pencipta Lagu Mandailing Tidak Lagi Setia kepada Bahasa Mandailing

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para pencipta lagu Mandailing saat ini tak lagi mengindahkan bahasa Mandailing asli, sehingga lagu-lagu Mandailing sudah jauh dari esensi kebudayaan Mandailing. Mayoritas album lagu Mandailing atau album Tapsel-Madina sudah bercampur dengan bahasa Indonesia, baik dari sisi kata maupun dari sisi kalimat. Kondisi itu telah menyebabkan nyanyian Mandailing yang diciptakan para pencipta […]

expand_less