Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
  • print Cetak



Panyabungan, (MO) –
Masyarakat Gunungtua Raya yang terdiri dari Desa Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae, Gunungtua Julu, Gunungtua Iparbondar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperbaiki tanggul Bondar Balian yang rusak. “Rusaknya tanggul Bondar Balian pada sungai (Aek) Rantopuran setelah diterjang banjir pada 26 Pebruari 2012 lalu. Sehingga membuat Bondar Balian tidak dapat lagi mengalirkan air sebagaimana mestinya untuk keperluaran warga seperti selama ini,” kata warga, Edi Saputra Nasution kepada wartawan beberapa waktu lalu di gunungtua Tonga.

Aliran dari sungai Bondar Balian melewati Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae dan Gunungtua Iparbondar. Keberadan bondar balian yang melewati pada lorong-lorong di Gunungtua Raya sangat urgen keberadaannya, selain untuk keperluan sehari-hari, pertanian juga berfungsi sebagai persiapan dini apabila terjadi kebakaran.

Aliran dari sungai Bondar Balian melewati Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae dan Gunungtua Iparbondar. Keberadan bondar balian yang melewati pada lorong-lorong di Gunungtua Raya sangat urgen keberadaannya, selain untuk keperluan sehari-hari, pertanian juga berfungsi sebagai persiapan dini apabila terjadi kebakaran.

Hal senada juga disampikan warga lain, Ismail Nasution. Mereka bersama warga sudah sering melakukan perbaikan secara swakelola dan bergotong royong, namun hasilnya tidak maksimal.

”Kita sudah sering memperbaiki tanggul tersebut namun tidak berhasil. Oleh karena itu kita sangat berharap adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki tanggul tersebut, karena bondar balian ini sangat urgen keberadaannya untuk masyarakat,” katanya.

Begitu juga dengan Amidah seorang ibu rumah tangga, mengtatakan dengan terganggunya aliran sungai bondar balian sangat menyusahkan mereka. Karena keberadaan bondar balian bagi mereka sangatlah penting sebagia tempat untuk mandi mencuci dan keperluan sehari-hari lainya.
”Keberadaan bondar balian selama ini sangat penting bagi kita didalam menunjang pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Dengan kondisi yang sekarang ini membuat kita sangat terganggu karena kita mesti mengambil keperluan air tidak seperti biasanya dan lebih jauh sehingga merepotkan kita dalam beraktivitas,” sebut Amidah.

Secara terpisah Kepala Desa Gunungtua Tonga ,Fahruddin Batubara mengatakan bahwa permohonan perbaikan tanggul tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah. “Kita berharap agar anggaranya ditampung pada tahun ini sehingga tanggul tersebut dapat diperbaiki. Memang keberadaan bondar balian sangat penting bagi Masyarakat Gunungtua Raya,” jelas Fahruddin. (mb)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah petani timun di Kelurahan Siabu Kecamatan Siabu Mandailing Natal memasuki masa panen. Sementara itu, harga di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 2.000 per kilo gram. Meski tergolong kurang menggembirakan, besaran Rp 2.000 itu sudah disyukuri petani, karena musim panen sebelumnya harga berada di kisaran Rp 1.500 bahkan pernah jatuh ke […]

  • Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siulangaling ( Mandailing Online ):  Aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Rantopanjang, Lubuk Kapundung dan Hutaimbaru terus meraja lela. Tak ada penghentian aktifitas dari aparat penegak hukum. Padahal aktifitas tambang emas ilegal ini sudah berjalan satu tahunan. Kondisi ini pun membuat warga semakin resah. Mereka takut akan peristiwa banjir […]

  • BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis (almarhum) Bahasa Daun-daunan Di samping kelima macam ragam bahasa yang telah dikemukakan di atas, pada masa lalu masyarakat Mandailing juga memiliki satu ragam bahasa yang lain yang dinamakan hata bulung-bullung (ertinya daun-daunan). Ch. A. van Ophuysen menamakannya bladerentaal. Berbeda dari bahasa yang biasa, yang digunakan sebagai kata-kata dalam hata bulung-bulung […]

  • Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) menyosialisasikan moderasi sejak dini di madrasah, Kota Balikpapan, Rabu (11/9/2024). Dalam kegiatan sosialisasi ini, Iriana didampingi Wury Ma’ruf Amin dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Sosialisasi tentang moderasi sejak dini di madrasah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak-anak. Program […]

  • Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Tim Operasi Pekat Polsek Tanjung Morawa menggerebek lapak judi dadu di Komplek Kantor Direksi PTPN II, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, persis di areal parkir samping Kantin Gedung Puri Lapangan Golf, Kamis (12/05/2011) pukul 17.00 WIB. Dari lokasi itu, petugas hanya mengamankan seorang bandar sekaligus pengoncang dadu, Azhar (51) […]

  • 14 Kabupaten/Kota di Sumut Terancam Tunda Pilkada di 2015

    14 Kabupaten/Kota di Sumut Terancam Tunda Pilkada di 2015

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 14 kepada daerah di kabupaten/kota di Sumatera Utara, akan berakhir jabatannya di tahun 2015. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dengan berakhirnya masa jabatan, maka KPUD perlu segera melaksanakan pemilihan kepala daerah, agar tidak terjadi kekosongan pemimpin di daerah. Ke-14 daerah tersebut menurut Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, […]

expand_less