Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya

Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati.

“Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang pendeta ternama di negara Afrika Barat tersebut.

Charity memeluk Islam pada saat Nigeria dirundung isu mualaf dan terorisme. Isu tersebut mengabarkan, banyak wanita Nigeria yang diculik dan dipaksa memeluk Islam oleh sebuah kelompok yang dinyatakan AS sebagai kelompok teroris, Boko Haram.

Isu itu pun melanda Charity. Ia dituduh diculik dan dipaksa kelompok tersebut untuk memeluk Islam. Namun, Charity membantahnya. Ia menegaskan, keislamannya bukanlah karena terpaksa, apalagi karena diculik.

Kabarnya memeluk Islam hanya kebetulan bersamaan dengan isu tersebut. Beberapa waktu terakhir, jumlah mualaf Nigeria memang meningkat pesat. Isu terorisme tersebut baru mencuat setelah banyaknya warga Nigeria yang memilih Islam.

Charity pun mengisahkan perjalanannya menuju hidayah, sebuah perjalanan singkat, namun menakjubkan. Ia ingin menegaskan sekaligus berbagi kisah yang mengubah hidupnya. Bermula dari teman-temannyalah, gadis berusia 25 tahun tersebut mengenal Islam.

Charity mengenal banyak Muslim ketika kuliah di politeknik negeri di Kota Bida. Kota tersebut memang menjadi tempat nyaman bagi Muslimin Nigeria. “Aku memiliki beberapa teman Muslim dan aku selalu melihat apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ketika mengenal kawan beragama Islam, Charity awalnya hanya berteman biasa. Namun, semakin banyak interaksi dan berkomunikasi, putri Pastor Raymond Uzoechina tersebut merasa nyaman dan dekat dengan mereka.

Ia pun kemudian melihat aktivitas Muslimin yang tak biasa. Melihat segala kehidupan Muslimin yang berbeda. Dan, satu hal yang membuat ia terpesona, akhlak teman-teman Muslimnya yang begitu baik.

“Aku suka karakter mereka. Aku sering berinteraksi dengan mereka dan aku sangat suka dengan cara mereka berperilaku,” ujarnya.

Dari Muslimin berakhlak karimah tersebutlah, Charity mengenal Islam. Bertahap, ia mengenal Islam lebih dekat.

Kemudian, ia menyadari para Muslimin juga meyakini Tuhan yang sama dengan yang ia yakini. Hanya, Islam meyakini satu Tuhan. “Kau tahu, Muslim percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Semakin lama, Charity makin terpesona dengan Muslimin dan apa yang mereka anut. Ia pun jatuh hati pada Islam. “Aku menyukai perilaku Muslimin,” ungkapnya polos.

”Selama saya mengenal mereka, perilaku mereka sangat baik. Dari situlah aku menjadi tertarik untuk memeluk Islam,” kata gadis yang tumbuh besar dekat dengan gereja tersebut.

Charity tahu betul kabar keislamannya akan mengguncang keluarganya. Ia pun kemudian pergi menjauhkan diri dari rumah. Ia mengungsi dari keluarganya dan tinggal bersama komunitas Muslim di Kota Bida, Nigeria Utara.

Charity takut, saat keislamannya diketahui pihak keluarga, ia tak bisa lagi mempertahankan hidayahnya. Mengingat keluarga besarnya, Uzoechinas, merupakan warga Nigeria Tenggara yang sangat minim mengenal Islam. Bagi mereka, Muslimin dianggap tidak wajar atau abnormal.

Apa yang dikhawatirkan Charity pun menjadi nyata. Pihak keluarga mengetahui keislamannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat menentang keras.

Ia bahkan dituduh memeluk Islam secara terpaksa. Mereka menolak keislaman Charity dan menuding Muslimin telah menculik dan memaksa Charity untuk memeluk Islam. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” jelas Charity kepada keluarganya.

Namun, tak membuahkan hasil. Keluarganya justru mengurus permasalahan tersebut ke pengadilan. Mereka ingin anaknya kembali.

Pihak keluarga justru kemudian mengancam Charity. Namun, di hadapan majelis hakim, jawaban Charity tentu saja tetap sama, ia memeluk Islam dari hati, bukan karena paksaan. “Aku memeluk Islam murni dari hati,” ujar Charity berulang-ulang, sedih.

Untuk melindungi Charity dari ancaman keluarganya, pengadilan memindahkan perkaranya kepada Etsu Nupe yang memimpin komunitas Muslim Nigeria.

Namun, ayah Charity dibantu Christian Association of Nigeria (CAN) menuduh Etsu Nupe dan tokoh Islam Alhaji Yahya Abu Bakar merupakan dalang yang memaksa Charity memeluk Islam.

Etsu Nupe dibantu Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs (NSCIA) pun kemudian menyatakan Charity memeluk Islam karena panggilan hati, bukan paksaan.

Ia bukan diculik, melainkan menuju wilayah Etsu Nupe di Kota Bida, Nigeria Utara, atas kehendaknya sendiri. Pelarian Charity itu pun bermaksud mencari perlindungan dari penolakan keluarga atas keislamannya.

Terlepas dari ujiannya setelah berislam, Charity bahagia dapat menemukan hidayah. Ia pun mempelajari Islam dengan semangat.

Ia mengaku sangat mengidolakan sosok salah seorang istri Rasulullah, Aisyah. Ia bahkan bermimpi menjadi wanita saleh layaknya ummul mukminin tersebut.

Karena terpesona dengan Aisyah, Charity pun kemudian mengganti namanya menjadi Aisyah. Teman-temannya pun mendukung Charity dan memberikan pendapat bahwa nama Aisyah sangat cocok untuknya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Mengaku Tak Pernah Keluarkan Izin Lokasi PT ALN

    Bupati Madina Mengaku Tak Pernah Keluarkan Izin Lokasi PT ALN

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara secara blak-blakan mengaku tidak pernah mengeluarkan izin lokasi untuk PT Agro Lintas Nusantara (ALN) di lahan Koperasi Pengembangan (KP) USU yang saat ini tengah menjadi polemik. “Saya tidak pernah mengeluarkan izin lokasi untuk PT ALN, kalau tidak percaya kita lihat saja nanti,” kata Hidayat kepada […]

  • RUU HKPD Jembatan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik

    RUU HKPD Jembatan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Baik

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Rancangan Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (RUU HKPD) diharapkan bisa menjadi jembatan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution di sela-sela kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ke Sumatera Utara di Medan, Senin (15/11). “RUU ini kita […]

  • Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    Anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu Protes Dukungan Untuk Dahlan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sejumlah angota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu memprotes keras pimpinan lembaga itu karena telah mengarahkan lembaga untuk mendukung calon bupati Dahlan Hasan Nasution di Pilkada Madina. “Ini lembaga bukan bisa dibawa-bawa dukung mendukung calon, sebab ini lembaga adat bukan lembaga politik,” kata seorang anggota Badan Pemangku Adat Mandailing Julu bermarga […]

  • Pasca Melibas Pasaman Barat 1-0, Madina Jaya  Pertangguh Tim

    Pasca Melibas Pasaman Barat 1-0, Madina Jaya Pertangguh Tim

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesebelasan Madina Jaya FC dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tengah bersiap menghadapi laga tanggal 15 Mei mendatang di kompetisi Porsis Cup ke-9. Tim Madina ini akan menghadapi pemenang dari laga antara PS Pessel (Pesisir Selatan) vs Diklat Sumbar. Sebelumnya, Madina Jaya FC berhasil mengalahkan Muara Kiawai FC Simpang Ampat, Kabupaten […]

  • Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah. Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar. Peristiwa Anatra meneyeruduk […]

  • Wabup Madina Jenguk 3 Korban Penembakan

    Wabup Madina Jenguk 3 Korban Penembakan

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Konflik Antarwarga Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengimbau masyarakat Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur agar tidak larut dalam suasana insiden penikaman dan penembakan terhadap 3 orang warganya yang diduga dilakukan sejumlah warga Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, 8 September 2011. Ia juga menegaskan bahwa peristiwa itu bukanlah konflik warga antardesa, namun […]

expand_less