Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya

Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati.

“Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang pendeta ternama di negara Afrika Barat tersebut.

Charity memeluk Islam pada saat Nigeria dirundung isu mualaf dan terorisme. Isu tersebut mengabarkan, banyak wanita Nigeria yang diculik dan dipaksa memeluk Islam oleh sebuah kelompok yang dinyatakan AS sebagai kelompok teroris, Boko Haram.

Isu itu pun melanda Charity. Ia dituduh diculik dan dipaksa kelompok tersebut untuk memeluk Islam. Namun, Charity membantahnya. Ia menegaskan, keislamannya bukanlah karena terpaksa, apalagi karena diculik.

Kabarnya memeluk Islam hanya kebetulan bersamaan dengan isu tersebut. Beberapa waktu terakhir, jumlah mualaf Nigeria memang meningkat pesat. Isu terorisme tersebut baru mencuat setelah banyaknya warga Nigeria yang memilih Islam.

Charity pun mengisahkan perjalanannya menuju hidayah, sebuah perjalanan singkat, namun menakjubkan. Ia ingin menegaskan sekaligus berbagi kisah yang mengubah hidupnya. Bermula dari teman-temannyalah, gadis berusia 25 tahun tersebut mengenal Islam.

Charity mengenal banyak Muslim ketika kuliah di politeknik negeri di Kota Bida. Kota tersebut memang menjadi tempat nyaman bagi Muslimin Nigeria. “Aku memiliki beberapa teman Muslim dan aku selalu melihat apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ketika mengenal kawan beragama Islam, Charity awalnya hanya berteman biasa. Namun, semakin banyak interaksi dan berkomunikasi, putri Pastor Raymond Uzoechina tersebut merasa nyaman dan dekat dengan mereka.

Ia pun kemudian melihat aktivitas Muslimin yang tak biasa. Melihat segala kehidupan Muslimin yang berbeda. Dan, satu hal yang membuat ia terpesona, akhlak teman-teman Muslimnya yang begitu baik.

“Aku suka karakter mereka. Aku sering berinteraksi dengan mereka dan aku sangat suka dengan cara mereka berperilaku,” ujarnya.

Dari Muslimin berakhlak karimah tersebutlah, Charity mengenal Islam. Bertahap, ia mengenal Islam lebih dekat.

Kemudian, ia menyadari para Muslimin juga meyakini Tuhan yang sama dengan yang ia yakini. Hanya, Islam meyakini satu Tuhan. “Kau tahu, Muslim percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Semakin lama, Charity makin terpesona dengan Muslimin dan apa yang mereka anut. Ia pun jatuh hati pada Islam. “Aku menyukai perilaku Muslimin,” ungkapnya polos.

”Selama saya mengenal mereka, perilaku mereka sangat baik. Dari situlah aku menjadi tertarik untuk memeluk Islam,” kata gadis yang tumbuh besar dekat dengan gereja tersebut.

Charity tahu betul kabar keislamannya akan mengguncang keluarganya. Ia pun kemudian pergi menjauhkan diri dari rumah. Ia mengungsi dari keluarganya dan tinggal bersama komunitas Muslim di Kota Bida, Nigeria Utara.

Charity takut, saat keislamannya diketahui pihak keluarga, ia tak bisa lagi mempertahankan hidayahnya. Mengingat keluarga besarnya, Uzoechinas, merupakan warga Nigeria Tenggara yang sangat minim mengenal Islam. Bagi mereka, Muslimin dianggap tidak wajar atau abnormal.

Apa yang dikhawatirkan Charity pun menjadi nyata. Pihak keluarga mengetahui keislamannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat menentang keras.

Ia bahkan dituduh memeluk Islam secara terpaksa. Mereka menolak keislaman Charity dan menuding Muslimin telah menculik dan memaksa Charity untuk memeluk Islam. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” jelas Charity kepada keluarganya.

Namun, tak membuahkan hasil. Keluarganya justru mengurus permasalahan tersebut ke pengadilan. Mereka ingin anaknya kembali.

Pihak keluarga justru kemudian mengancam Charity. Namun, di hadapan majelis hakim, jawaban Charity tentu saja tetap sama, ia memeluk Islam dari hati, bukan karena paksaan. “Aku memeluk Islam murni dari hati,” ujar Charity berulang-ulang, sedih.

Untuk melindungi Charity dari ancaman keluarganya, pengadilan memindahkan perkaranya kepada Etsu Nupe yang memimpin komunitas Muslim Nigeria.

Namun, ayah Charity dibantu Christian Association of Nigeria (CAN) menuduh Etsu Nupe dan tokoh Islam Alhaji Yahya Abu Bakar merupakan dalang yang memaksa Charity memeluk Islam.

Etsu Nupe dibantu Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs (NSCIA) pun kemudian menyatakan Charity memeluk Islam karena panggilan hati, bukan paksaan.

Ia bukan diculik, melainkan menuju wilayah Etsu Nupe di Kota Bida, Nigeria Utara, atas kehendaknya sendiri. Pelarian Charity itu pun bermaksud mencari perlindungan dari penolakan keluarga atas keislamannya.

Terlepas dari ujiannya setelah berislam, Charity bahagia dapat menemukan hidayah. Ia pun mempelajari Islam dengan semangat.

Ia mengaku sangat mengidolakan sosok salah seorang istri Rasulullah, Aisyah. Ia bahkan bermimpi menjadi wanita saleh layaknya ummul mukminin tersebut.

Karena terpesona dengan Aisyah, Charity pun kemudian mengganti namanya menjadi Aisyah. Teman-temannya pun mendukung Charity dan memberikan pendapat bahwa nama Aisyah sangat cocok untuknya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    Kembangkan Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan – Pemkab Madina Teken Kerjasama

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Politeknik Pariwisata Medan dan Pemkab Madina menandatangani nota kesepahaman kerjasama meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ruang lingkup kerjasama tertuang dalam empat poin, yakni pengembangan SDM di bidang kepariwisataan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan maupun teknologi tepat guna yang berkaitan dengan kepariwisataan, penguatan manajemen pemerintahan di bidang kepariwisataan, dan […]

  • Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    Madina Masuk Lima Besar se-Sumut Penerima Dana Desa 2017

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Dana Desa untuk Kabupaten Mandailing Natal tahun 2017 bertotal Rp 284.048.518.000. Total itu berdasar akumulasi dari jumlah Alokasi Dasar dikali jumlah desa ditambah Alokasi Formula. Demikian data yang diperoleh Mandailing Online dari www.djpk.depkeu.go.id situs Departemen Keuangan RI. Angka itu memposisikan Mandailing Natal nomor urut ke 5 menerima penerima pagu Dana […]

  • Indonesia-Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan

    Indonesia-Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perth, Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan pendidikan kedua negara yang selama ini telah berjalan baik. “Pendidikan memainkan peranan penting bagi hubungan kedua negara dalam upaya membangun hubungan masyarakat dengan masyarakat serta mengembangkan saling pengertian lebih besar antara dua negara,” kata Menteri Pendidikan Australia Senator Chris Evans, di Perth, Australia, Kamis [10/03]. Hal […]

  • Demo, Mahasiswa Minta Walikota Copot Kadis PU

    Demo, Mahasiswa Minta Walikota Copot Kadis PU

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Revolusioner (Gemar) Bersatu Kota Padangsidimpuan (Psp) menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Sekretariat Daerah Pemko, Selasa (24/2). Dalam aksinya, mereka meminta Walikota Psp Andar Amin Harahap agar mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dari jabatannya atas banyaknya dugaan korupsi di intansinya. Ketua Umum Gemar Bersatu Kota Psp dalam […]

  • Penerima Raskin Di Madina Berkurang

    Penerima Raskin Di Madina Berkurang

    • calendar_month Selasa, 24 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Jumlah rumah tangga sasaran beras miskin berkurang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Perubahannya dari total 35.548 Rumah Tangga Sasaran (RTS) menjadi 31.710 RTS. “Ini hasil pendataan BPS (Badan Pusat Statistik) dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan,” ungkap Kasubbag Produksi Pertanian Bagian Perekonomian Pemkab Madina, M.Z.Lubis kepada Mandailing Online, Senin (23/7). Penyaluran beras […]

  • Komunitas Bismillah Minta Pemda dan Polisi Brantas Narkoba dan Tempat Maksiat

    Komunitas Bismillah Minta Pemda dan Polisi Brantas Narkoba dan Tempat Maksiat

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Komunitas Bismillah, kata Abdul Aziz, telah mengusulkan kepada Bupati Mandailing Natal ( Madina ) H Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution agar pawai obor seperti penyambutan malam tahun baru islam semalam diadakan setiap tahun bahkan lebih meriah dibanding tahun baru Masehi Rabu 19/7/2023. Abdul Aziz yang juga sebagai Panitia pawai obor perayaan […]

expand_less