Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Jalur Medan-Berastagi Kembali Normal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
  • print Cetak

Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta

Pemilik Bus Rugi Puluhan Juta

BERASTAGI, (MO)-
Jalan Negara jalur Medan-Tanahkaro-Kutacane yang sempat mengalami lumpuh total Jumat ( 15/2), berangsur normal pada Sabtu (16/2). Kerja keras petugas menggunakan alat berat sejak Jumat malam, berhasil membuka jalur utama yang menghubungkan 2 propinsi dan 12 kabupaten ini.

Setelah berfungsi normal sekira pukul 16.00 WIB, lalulintas kembali dapat dilalui walaupun masih pada kondisi padat merayap. Sistem buka tutup di areal utama tebing longsor sejak Sabtu pagi, tetap diberlakukan. Laju kenderaan terpaksa perlahan, karena di sana-sini tumpukan tanah belum terbuang semuanya ke dalam jurang. Situasi padat merayap tetap terlihat hingga tikungan Amoy, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sinolangit Deli Serdang, sementara yang mengarah ke Berastagi sudah lengang ketika langkah menjejak di depan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Tongkoh, Dolat Rakyat.

“Di tengah cuaca yang sesekali hujan, seluruh kekuatan dikerahkan guna mengatasi akibat longsoran jalan ini, kini kita fokus terlebih dahulu pada tindakan pengamanan jalur lalu lintas,” ujar Pitoyo, Kapos Lantas Doulu Berastagi.

Sedangkan tiga kenderaan roda empat yang satu diantaranya masuk ke jurang sedalam 100 meter, belum dilakukan langkah lebih maju.

Menurut Pitoyo, pihaknya baru mengevakuasi sepeda motor yang juga tersapu tanah. Mobil yang menjadi korban baru akan dievakuasi dan diamankan dalam waktu dekat. “Prioritas tetap harus kita utamakan di sini. Usai memastikan jalanan bisa dilalui, baru nantinya mobil yang terseret dan kini masih berada di TKP, kita evakuasi dengan bantuan truk derek,” sambung Pitoyo.

Padatnya arus jalan diakibatkan enggannya pemilik kenderaan melintasi jalur alternatif yang menghubungkan Doulu ke Berastagi. Jalur itu melalui jalan tembus Sibayak II yang terdapat di antara dua Desa, Semangat Gunung dan Jaranguda Kecamatan Merdeka. Dari pantauan, jalur itu hanya dimanfaatkan pemilik kenderaan asal Berastagi sekitarnya.
Pengusaha Tranportasi Rugi Puluhan Juta

BERASTAGI- Musibah longsor yang terjadi di jalan lintas sumatera (Jalinsum) Medan-Berastagi di Km 59, Sabtu (16/2) mengakibatkan puluhan transportasi umum Medan-Kabanjahe dan arah sebaliknya berhenti beroperasi. Sejumlah bus dari arah Kabanjahe yang belum sempat terjebak memilih jalan alternatif dari Siantar menuju Medan. Alhasil para pengusaha transportasi mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Petugas loket di PO Borneo, Logos Sinuraya, mengatakan, longsor yang terjadi di Jalinsum Medan-Berastagi mengakibatkan sejumlah bus mereka tidak dioperasikan. Selain ratusan calon penumpang telantar, kerugian yang dialami perusahaan mencapai jutaan rupiah.

“Setiap hari ada empat trip bus dari Medan menuju Kabanjahe. Banyak calon penumpang yang terpaksa pulang karena bus tak diberangkatkan. Kami bilang ditunda samapi besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Kerugian lain adalah para supir bus yang belum sempat terjebak memutar bus dari jalur alternatif Siantar menuju Medan. Akibatnya jarak tempuh Kabanjahe ke Medan yang cuma butuh waktu perjalanan dua jam membengkak menjadi delapan jam.

“Ada beberapa bus yang memutar dari Siantar lewat Seribudolok,” katanya. Dai mengakui supir meminta pengertian penumpang untuk menambah ongkos, namun itu dilakukan dengan negosiasi. ‘’Tak bisa menutup kerugian yang lain, itu sekadar membayar biaya tambahan bahan bakar,” katanya.
Hal senada dikeluhkan manajemen Sumatera Transport (Sutra). Menurut Popy, salah seorang staf, meskipun longsor bus Sutra tetap beroperasi. “Kami tetap jalan tapi jam keberangkatan ditunda. Kepada calon penumpang yang telanjur beli tiket kami informasikan jalur Medan-Berastagi macet parah,” ujarnya.

Popy mengaku tak ada kenaikan tarif. Ongkos dari Medan dengan tujuan Kabanjahe tetap dipatok Rp13 ribu, Berastagi Rp10 ribu, dan Sibolangit Rp8 ribu per orang. “Meskipun tadi malam macet, ongkos masih normal,” katanya.

Dia tak menyangkal pihaknya mengalami kerugian akibat banyaknya penumpang yang menunda keberangkatan karena tak mau terjebak macet. “Sepi penumpang karena banyak yang batal berangkat. Padahal kalau Jumat dan Sabtu, penumpang bus selalu penuh. Tadi malam sepi sekali,” katanya.
Seorang penumpang bermarga Silalahi yang ditanyai Sumut Pos di halte keberangkatan, Sabtu (17/2) malam, terpaksa batal mengunjungi kerabatnya di Berastagi. “Sebetulnya akan berangkat malam ini, tapi ada kabar longsor ya ditunda dululah. Kalau besok sudah bisa dilewati ya, berangkat besok saja,” katanya. (sp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan Bisa Jatuh di Tengah Jalan

    Dahlan Hasan Bisa Jatuh di Tengah Jalan

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melihat Dahlan Nasution, yang pada Kamis, 30 Juni 2016, dilantik menjadi Bupati Mandailing Natal hingga Tahun 2021 mendatang, bisa “jatuh di tengah jalan”. Suasana politik di Madina tidak kondusif dan bisa menjadi bom setiap saat untuk menggulingkan Kepala Daerah terpilih, kata Kholik Lubis, menyimpulkan hasil diskusi pengurus […]

  • Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut yang telah diajukan sebelumnya yaitu Syafaruddin, Aspan Batubara, dan Syaiful Safri terpaksa tertunda karena tidak bisa diterima sepenuhnya oleh Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. Bahkan,sudah masuk usulan tiga nama baru calon Sekda Sumut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),masing-masing Kepala Inspektorat Sumut Nurdin Lubis, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Mangasing […]

  • Petani Saba Palas di Panyabungan Jae ngeluh, 2 tahun Tak Nyawah

    Petani Saba Palas di Panyabungan Jae ngeluh, 2 tahun Tak Nyawah

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : bukan karena kemarau, Petani di Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) mengeluh karena dua tahun terakhir, lahan persawahan mereka tak lagi bisa di garap akibat ketiadaan air. Sedikitnya ada 60 hektar lahan persawahan di saba palas itu mengalami kekeringan lantaran irigasi batang gadis yang menyuplai […]

  • Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah lama harga karet alam membuat petani kalang kabut, kini harga terlihat bergerak naik. Pantauan wartawan di Kecamatan Kotanopan, Panyabungan dan Kecamatan Panyabungan Timur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) penjualan getah karet di tingkat petani naik antara 800 hingga 1.000 rupiah per kilo gram. “Kita menjual karet hari ini […]

  • Intelijen harus kupas konflik Aceh

    Intelijen harus kupas konflik Aceh

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tjahjo Kumolo pertanyakan apakah hanya masalah kriminal atau ada ekses-ekses terkait, seperti ekses internasional, pilkada, atau masalah yang belum diselesaikan dengan baik. Menurut dia, pemerintah jangan cepat memberikan pernyataan bahwa peristiwa penembakan itu merupakan kriminal murni, namun perlu dicari latar belakang di balik peristiwa ini. Berdasarkan hasil pencermatannya, konflik di Aceh ini terjadi karena ada […]

  • Ziarah ke Makam Syekh H. Bahauddin Hasibuan

    Ziarah ke Makam Syekh H. Bahauddin Hasibuan

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Isamuddin Mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas Berziarah ke kubur bagi masyarakat muslim Indonesia merupakan hal yang lumrah, bahkan menjadi tradisi. Ziarah tidak hanya dilakukan laki-laki, perempuan pun ikut meramaikan kuburan. Tawaran pahala yang besar sebesar dua qiradh dan keinginan untuk mendo’akan kerabat yang telah meninggal menjadi alasan untuk menuju […]

expand_less