Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Goa Pastab Beraura Gaib

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
  • print Cetak

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak pesona wisata memukau. Banyak potensi-potensi wisata yang sebenarnya mempunyai nilai jual untuk dikembangkan. Mulai dari wisata bahari, pantai, pemandangan alam, tempat pemandian, wisata sejarah, hingga goa-goa unik dan bersejarah.

Goa Pastab merupakan salah satunya. Goa ini terletak di desa Pastab, Kecamatan Tambangan. Desa Pastab hanya berkisar 3 km dari jalan lintas Sumatera. Goa Pastab sendiri hanya berkisar 300 meter dari pemukiman warga, tepatnya di seberang sungai Aek Mais.

Penulis pun mencoba menjajaki goa Pastab. Perjalanan menuju Goa ini cukup mengesankan. Melewati titi gantung yang di bawahnya mengalir jenih sungai Aek Mais. Kemudian sawah-sawah bertingkat yang semakin menambah indah suasana. Sesaat kemudian, rombongan tiba di lokasi goa setelah melalui bukit kecil.

dinding goa pastap
Untuk bisa masuk ke dalam goa, pengunjung harus naik sekitar 1,5 meter menuju pintu masuk. Awalnya pintu masuk ini terlihat besar. Namun begitu ke dalam jalan menuju ruang utama goa semakin sempit. Tentunya pengunjung harus hati-hati.

Selang beberapa meter turun ke bawah, baru terlihat ruang utama goa ini. Luas ruang utama goa ini berkisar 5 x 6 meter dengan ketinggian sekitar 5 meter. Di dalam goa cukup terang karena cahaya matahari bisa masuk melalui celah celah dinding goa, sehingga tidak memerlukan penerangan khusus di dalam. Goa ini berdinding batu yang berbuntu-buntu seperti jeruk purut. Demikian juga lantainya terbuat dari batu.

Di dalam goa juga terdapat beberapa lobang yang mungkin sebagai pintu masuk menuju ke tempat atau ruangan lain. Setelah ditelusuri salah satu lobang ini ternyata menuju ke atas bukit, tempat goa ini berada.

Berada dipuncak bukit ini memberikan kesan yang luar biasa. Di depan terpampang pemandangan sawah yang indah mengarah ke desa Pastab. Antara desa dan sawah mengalir sungai Aek Mais dengan sebuah titi gantung di atasnya.

Sementara lobang yang satu lagi terlihat sangat sempit sehingga penulis mengurungkan niat untuk memasukinya, terlebih lagi saat itu penulis hanya membawa perlengkapan seadanya sehingga tidak memungkinkan untuk menelusurinya.

Menurut, Bahrum Lubis (50) salah seorang warga di sana, lobang tersebut tembus ke Gonting Landuk yang berada sekitar 6 km dari Pastab, tepatnya diperbatasan antara Desa Muara Mais Tambangan dengan Kecamatan Kotanopan.

pintu keluar goa
Menurutnya, dahulu ada warga desa yang masuk ke dalam goa ini. Namun ia tidak mengetahui jalan keluar. Orang ini kemudian mencoba masuk ke dalam lubang ini, untuk mencari jalan keluar. Alhasil ia berhasil keluar setelah berjalan menyusuri lobang hingga ke Gonting Landuk.

“Kejadian itu sudah lama sekali. Saat itu masih jamam Belanda. Tapi sekarang saya pikir lobang itu sudah tertutup batu-batu karena longsor atau gempa. Tapi entahlah, samapi sekarang belum ada yang berani masuk ke dalam” tuturnya. (solah/makmur/dimuat pertama kali di surat kabar TONDINTA)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

  • Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    Dana Pilkada Madina 37 vs 40,3

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dana Pilkada di Madina kali ini menjadi versus. Angka 37 milyar versus angka 40,3 milyar. Rasional vs regulatif. DPRD Madina ngotot di angka 37 milyar. KPU Madina ngotot di angka 40,3 milyar. Versus-versusan ini ronde kedua. Versus ronde pertama adalah antara KPU Madina versus Pemkab Madina. Antara angka 65 milyar yang diakukan KPU […]

  • MARJAGO TARUTUNG

    MARJAGO TARUTUNG

    • calendar_month Rabu, 31 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Trimanto B. Ngaderi*) Musim durian telah tiba. Sudah menjadi kebiasaan penduduk huta, mereka marjago tarutung, siang dan malam. Mereka berlindung dari hujan dan angin malam di sopo, dangau atau biasa disebut bandar. Sebuah balai-balai terbuat dari bambu yang dibelah dan kayu diletakkan di dangau itu. Mereka tidur atau duduk santai di atas balai […]

  • Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Merajelela! Semakin berani terang-terangan! Kalimat-kalimat tersebut tentu saja muncul dibenak umat ketika mengetahui pergerakan kaum Pelangi yang semakin tidak terkendali. Mereka bukan lagi sosok-sosok yang memiliki rasa malu karena kebodohan pilihannya, tetapi sebaliknya. Kebanggaan yang ditonjolkan karena merasa tidak bersalah sama sekali dari sudut pandang apapun. Keberanian kaum […]

  • Kasus Sibanggor, DPR Lebih Resfon Dibanding DPRD Madina

    Kasus Sibanggor, DPR Lebih Resfon Dibanding DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPR RI lebih resfon dibanding DPRD Mandailing Natal terkait kasus keracunan warga Sibanggor menewaskan 5 orang di lokasi PT SMGP. Buktinya, hingga kini pihak DPRD Mandailing Natal belum melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen PT SMGP. Sementara Komisi VII DPR RI hari ini, Rabu (3/2/2020) telah melakukan RDP dengan memanggil […]

  • RSU Panyabungan Kembali Disoroti

    RSU Panyabungan Kembali Disoroti

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tujuh Fraksi DPRD Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang RAPBD Madina Tahun Anggaran 2011 di Gedung DPRD Perkantoran Payaloting, Senin (20/12/2010). Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay. Pandangan Fraksi Perjuangan Reformasi yang dibacakan Binsar Nasution menyampaikan beberapa usulan pembangunan yang perlu perhatian Pemkab Madina antara […]

expand_less