Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • print Cetak

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis
(Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia)

Bila dan siapa sebenarnya yang membuka Kuala Lumpur masih menjadi soalan yang terbuka.

Pada mulanya dikatakan Yap Ah Loy yang telah mengasaskan Kuala Lumpur. Yang pasti bukan Yap Ah Loy yang membuka Kuala Lumpur kerana dia adalah Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga. Kalau ada orang Cina yang layak dipanggil pengasas Kuala Lumpur tentulah dianya Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama.

Dalam pusingan kedua, Raja ‘Abdu’llah diiktiraf secara rasmi sebagai ‘pengasas sebenar’ Kuala Lumpur. Raja ‘Abdu’llah yang dikatakan raja Melayu itu sebenarnya adalah raja Bugis dari Riau.

Sebelum Raja ‘Abdu’llah dan Raja Juma’at membuka kelian bijih timah di Ampang pada 1857 dengan pertolongan kuli-kuli Cina upahan mereka, Sutan Puasa sudahpun tinggal dekat dengan Ampang.

Malah menurut Raja Yacob yang bermarga Nasution, pengarang Tarikh Raja Asal dan keluarganya, orang-orang Mandailinglah yang membuka Ampang diketuakan pada awalnya oleh Raja Bernang dan akhirnya Raja Banding.Ini masuk akal kerana pada ketika itu, penduduk yang tinggal di pendalaman negeri Selangor adalah orang-orang dari Sumatra.

Orang-orang Mandailing dan Batu Bara meneroka kawasan pendalaman Hulu Kelang kerana orang-orang Bugis dan Melayu sudah menetap di pesisiran pantai sebelum kurun ke-19 lagi.

Semasa kawasan pelombongan dibuka di sekitar Ampang dan Kuala Lumpur, orang-orang Mandailinglah yang berkelian bijih timah di situ, di samping membuat relau, membeli timah dan berniaga. Raja-raja Bugis memungut cukai dari orang-orang Mandailing di pengkalan-pengkalan sungai.

Malah nama “Ampang” itu sendiri mungkin diambil sempena ampangan yang dibina oleh orang Mandailing dalam kerja-kerja berkelian timah. Air dipakai untuk mengeluarkan bijih dari karang.

Ketika Sutan Puasa di Ampang, anak raja Mandailing itu berurusan dengan pedagang Tionghua Hiu Siew dan rakannya Ah Sze Keledek dari Lukut. Kedua-dua pedagang Tionghua suku Haka itu kemudian pindah ke Ampang setelah diberitahu oleh Sutan Puasa bahawa mereka boleh cepat mengaut untung di Ampang.

Setibanya di Ampang, mereka memilih tempat sebatu jauhnya dari pertemuan Sungai Gombak dan Sungai Kelang sebagai tapak kedai mereka. Ini berlaku kira-kira pada 1859. Muara kedua-dua sungai itulah kemudiannya dipanggil Kuala Lumpur – berlumpur barangkali kerana kerja-kerja berkelian bijih timah di ulu sungai-sungai tersebut.

Jelaslah bahawa Sutan Puasa, Hiu Siew dan Ah Sze Keledek memainkan peranan dalam pembukaan Kuala Lumpur. Hiu Siew kemudiannya menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang pertama dengan sokongan Sutan Puasa.

Sebagai “the leading Sumatran trader of Kuala Lumpur” (pedagang utama anak-anak Sumatra di Kuala Lumpur Sutan Puasalah yang memperkenalkan Hiu Siew dan Ah Sze Keledek kepada pengusaha-pengusaha timah Sumatra di Kuala Lumpur.(bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    KUA Panyabungan Timur Bagikan Zakat Bazda Kepada Mustahiq

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Kantor Urusan Agama Kecamatan Panyabungan Timur membagikan zakat  yang bersumber dari  Bazda Kabupaten Mandailing Natal kepada 85 orang mustahiq. Demikian dikatakan Kepala Kua Kecamatan Panyabungan Timur, H.Naziruddin.Lc menjawab Mandailing Online di kantornya, Rabu,((29/6). Dikatakan Nazir, untuk tahun 2016 penerima Bazda Kabupaten Mandailing Natal di Kecamatan Panyabungan Timur diterima oleh 85 orang […]

  • Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua Minggu berada di dalam pedalaman Hutan Bukit Duabelas, Jambi membuat Prisia Nasution memetik banyak pelajaran dari penghuni Hutan tersebut. Dirinya menilai terjadi ironi kehidupan di kota besar yang sangat klise. Menurut Phia, begitu ia disapa, Orang Rimba selalu menjalani hidup dengan bahagia meski dalam kondisi yang kurang memadai. Sedangkan di kota, orang-orang masih saja […]

  • Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    Jangan Jual Sawah dan Kerbau untuk Jadi CPNS

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Masih banyaknya warga peminat kursi CPNS yang termakan rayuan calo, membuat gemas Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Badan Kepegawaian Negara (BKN)  Aris Widiyanto. Dia mengingatkan, sistem rekrutmen CPNS saat ini sudah tidak bisa ditembus aksi suap menyuap yang melibatkan percaloan. “Dalam hal ini tidak mungkin ada calo atau penipu. Sehingga masyarakat di […]

  • Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    Rp.448.034.000 Anggaran Baju Dinas Untuk Anggota DPRD Madina Terpilih

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Sekretariat DPRD Madina mengajukan anggaran baju dinas Rp.448.034.000 bagi 40 anggota DPRD Madina terpilih periode 2024 – 2029. Hal itu dibenarkan Sekretaris DPRD Madina Afrizal Nasution pada Mandailing Online Rabu 18/7. “Ya benar anggaran baju dinas 40 anggota DPRD Madina terpilih sudah disediakan, namun belum terealisasi, ” Kata Rizal. Sejauh ini jelasnya, usulan […]

  • Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/7) siang. Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution ,SP Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dan Ust Raja Ritonga, Lc., MA Pemerhati Sosial […]

  • Mahasiswa Malikulssaleh Kelompok 187 Sosialisasi Prokes di TK

    Mahasiswa Malikulssaleh Kelompok 187 Sosialisasi Prokes di TK

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH TAMIANG (Mandailing Online) – Mahasiswa memiliki peran dalam memberhasilkan kampanye pencegahan sebaran virus corona. Hal ini yang melandasi para mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Kelompok 187 mensosialisasikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, pekan ini. Sosialisasi dilakukan kepada murid TK AMALIA di Dusun Bukit Suling, Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang,  […]

expand_less