Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Sara Bokker, Mantan Model Yang Memeluk Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
  • print Cetak

Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.
Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi “tawanan” penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.

Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi “Perang Salib” yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.

“Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia,” kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Menemukan Al-Quran

Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kitab suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. “Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor,” sambung Bokker.

Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahdat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.

“Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang ‘elegan’,” tutur Bokker.

“Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas,” Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.

Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.

Mengenakan Niqab

Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. “Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja,” kata Bokker.

Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai “pertanda keterbelakangan.”

“Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para ‘pejuang kebebasan’ itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar,” kritik Bokker.

“Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.”

“Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya,” papar Bokker.

Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. “Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri,” tukas Bokker.(eramuslim/ah)

***Sara Bokker adalah mantan artis/model/instruktur fitness dan aktivis feminis yang telah masuk Islam. Saat ini, Sara adalah direktur Komunikasi pada “The March For Justice”, assisten pendiri “The Global Sisters Network” dan produser terkenal “The Global Sisters Network”.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seekor Lumba-lumba mati terdampar di Pantai Barat Tapsel

    Seekor Lumba-lumba mati terdampar di Pantai Barat Tapsel

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG TORU (Mandailing Online) – Seekor ikan lumba-lumba atau Dolphin ditemukan mati terdampar di Pantai Barat Sumatera tepatnya di Sitolu-tolu, Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.  Lumba-lumba mati itu berukuran lebih satu meter dengan berat lebih 30 kg. Kulitnya sudah mulai tampak mengelupas.  Dolphin ini diperkirakan terpisah dari ribuan lumba-lumba yang […]

  • BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Penipuan transfer rekening melalui pesan singkat (Short Messages Service/SMS) semakin marak. Selama 2011, Bank Indonesia (BI) menerima 1.084 laporan penipuan transfer rekening via SMS, dimana sebanyak 1.075 rekening yang terbukti milik penipu akhirnya dibekukan. Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir mengemukakan di Jakarta, Jumat (6/1). “Sebagai bentuk tindak lanjut atas makin […]

  • Pantastis, Anggaran Pengadaan Bibit Buah Dari Dana Desa Capai 50 juta/ Desa

    Pantastis, Anggaran Pengadaan Bibit Buah Dari Dana Desa Capai 50 juta/ Desa

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-Sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dikabarkan menolak pengadaan bibit bersumber dari Dana Desa tahun 2023. Bibit itu dinilai terlalu mahal. Dari keterangan sejumlah Kepala Desa, setiap bibit dihargai Rp.115.000. Ada 4 jenis bibit yang di adakan oleh vendor yakni bibit mangga, durian, rambutan, dan alpukat. Belum diketahui pasti […]

  • Jelang Mudik Lebaran, Polres Madina Dirikan 3 Posko

    Jelang Mudik Lebaran, Polres Madina Dirikan 3 Posko

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk memperlancar dan kenyamanan arus mudik lebaran, Polres Mandailing Natal (Madina) telah mendirikan tiga posko penanganan lalu lintas. Posko utama di Kecamatan Panyabungan, posko kedua di Kecamatan Siabu dan posko ketiga di Kecamatan Kotanopan. Ketiga posko tersebut berada di jalan Lintas Sumatera. Pendirian posko ini merupakan rangkaian program Operasi Ketupat […]

  • C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Di TPS 1 Desa Sihepeng Satu,Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ada catatan kejadian khusus dan atau keberatan saksi rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024. Catata khusus itu adanya terdapat C-hasil tidak tersegel di TPS 001 desa sihepeng […]

  • Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    Dua Terpidana Bali Nine Bakal Didor, Ibu Menteri Surat-suratan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah Australia protes terhadap rencana eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba kelompok Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun sibuk berkomunikasi dengan pemerintah asal dua terpidana itu untuk memberikan penjelasan. Retno mengatakan, pemerintah konsisten untuk berkomunikasi dengan pemerintah Australia. Misalnya, dirinya yang menjalin kontak dengan Menteri […]

expand_less