Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
  • print Cetak

TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang.

Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Lintas Kabupaten Awaluddin Pulungan, Minggu (22/9).

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembicaraan dan bisnis maching di kantor konsulat Jepang di Medan pada pertengahan Mei 2013, disaksikan oleh Konsul Jepang Mr Yuji HAMADA,” kata Awal.

Disebutkan, untuk memancing minat investor kopi luwak agar lebih giat dan gemar berinvestasi di daerah ini, Forum Pengelolaan DAS bersama Lembaga Sipirok Lestari telah melaksanakan inisiasi “Luwak Coffee Morning” bersama beberapa pelaku usaha pengelola coffee shop yang khusus diundang dari Jepang untuk melihat langsung proses pembuatan kopi luwak di Workshop Kopi Luwak milik Lembaga Sipirok Lestari di Medan.

“Kemudian dilanjutkan berkunjung ke lokasi-lokasi kebun kopi organik masyarakat binaan Forum Pengelolaan DAS yang lokasinya di daerah kawasan Desa Sialaman, Sipirok, Tapsel, dan Desa Pakantan, Mandailing Natal, bersama Mr Atsuhiro Tsunoda, Tour Leader Kopi Luwak dari Tokyo,” ujarnya. Dijelaskannya, akhir tahun 2013 ini, mereka akan mempromosikan potensi sumber daya alam kopi luwak Sipirok dan Pakantan ini ke Prefectur (provinsi) Obihiro di Hokkaido.

Direktur Lembaga Sipirok Lestari Irsan Simanjuntrak SP, melalui Divisi Pemasaran Luar Negeri Drs Tono Sareng juga menjelaskan, potensi sumber daya alam kopi luwak yang akan dipromosikan ke Prefecture Obihiro, Hokkaido tersebut yaitu kopi luwak premium.

“Selama ini, dalam menarik investor asing, hanya dilakukan melalui pertemuan para pengusaha nasional dan asing di Jakarta dan daerah lain. Sehingga hasilnya terkesan lamban dan kurang optimal,” ujarnya.

Yang terpenting menurut Tono, dengan upaya pertemuan bisnis langsung dari setiap stakeholder, akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan petani kopi organik dan perkembanganbiakan luwak (musang) dengan komitmen kemitraan yang kuat dengan Forum Pengeloaan DAS Lintas Kabupaten, selaku penyuluh konservasi dan lingkungan di tingkat grass root pada petani kopi organik Sialaman dan Pakantan.

“Mempromosikan potensi daerah ini penting, karena akan meningkatkan nilai tambah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani kopi. Bisa dibayangkan, jika kami mampu menarik investor untuk berinvestasi di Sipirok dan Pakantan, dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya masyarakat akan mengalami peningkatan,” terangnya.

Dikatakan, mereka akan gabung dengan Paket Minat Wisata Alam Kopi Luwak Tour, dimana setiap kunjungan wisatawan Jepang akan menikmati kopi luwak di lading-ladang kopi masyarakat yang alami. Jika beruntung, wisatawan dapat langsung melihat luwak di alam liar kebun kopi, sehingga dapat memberi dampak ekonomi yang jamak.

Tono menambahkan, untuk saat ini permintaan kopi luwak sangat tinggi dan belum terpenuhi. Itu diakibatkan keterbatasan areal kebun kopi alami yang organik dan ramah lingkungan.

“Dimana pihak buyer atau peminat kita dari Jepang menginginkan dari kebun kopi yang alami dan tidak dari lahan bekas tebangan kawasan hutan. Ini sangat menggembirakan buat kami yang perduli dengan konservasi hutan dan Pengeloaan DAS terpadu. Dengan permintaan 20 Kg kopi luwak per bulan, merupakan bonus dari alam buat petani kita di kawasan ini,” terangnya.

Sehingga pihaknya berharap, dengan adanya memorandum dengan beberapa buyer Jepang, target 500 Kg kopi luwak per tahun dapat terpenuhi. Tentunya dengan semangat kesadaraan lingkungan dan eksistensi harmonisasi alam dengan luwak (musang) dapat terjaga dengan kepedulian semua stakeholder yang ada.

“Mudah-mudahan usaha kerjasama ini berkelanjutan untuk mempromosikan potensi daerah kopi luwak premium dan wisata alam luwak tour Silaman dan Pakantan, dimana orang lain akan mengetahui potensi SDA Kopi Luwak ini jika tidak ada promosi partisipatif ke negara lain,” pungkasnya mengkairi. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nurdin Lubis Resmi Jadi Sekda Provsu

    Nurdin Lubis Resmi Jadi Sekda Provsu

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho melantik Nurdin Lubis menjadi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut di aula Martabe Pemprov Sumut di Medan. Pelantikan dihadiri unsur muspida dan seluruh pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Sumut, dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI nomor 145/N tahun 2011 tanggal 21 September 2011. […]

  • Madina Hasilkan 72 Ton Sampah, Bupati: Harus Dikelola Secara Profesional

    Madina Hasilkan 72 Ton Sampah, Bupati: Harus Dikelola Secara Profesional

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya 72 ton sampah dihasilkan tiap hari di berbagai kawasan di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan, jumlah tersebut cukup banyak, dan tidak sebanding dengan armada yang dimiliki Pemkab Madina untuk mengangkut sampah. “Pemkab Madina hanya memiliki 13 truk pengangkut sampah, dikalikan dua kali angkut dalan sehari […]

  • Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum UMTS Padang Sidempuan.   Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda. Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya. […]

  • Tanpa Demo Bakar Ban, May Day di Madina Potong Tumpeng Bareng Polisi

    Tanpa Demo Bakar Ban, May Day di Madina Potong Tumpeng Bareng Polisi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan||Mandailing Online – Tanpa orasi dan bakar ban, Hari Buruh 2026 di Mandailing Natal justru diwarnai tasyakuran. Ratusan buruh F.SPTI-K.SPSI memilih rayakan May Day di Kelurahan Pidoli, Kamis (1/5/2026). Acara dibuka simbolis. Wakapolres Madina Kompol Aris menyerahkan tumpeng ke Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Samsuddin SH. Jajaran pejabat Polres Madina turut hadir. Berbeda dari kota besar, buruh […]

  • JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    JK: Film Anti-Islam, Umat Muslim Jangan Anarkis

    • calendar_month Senin, 17 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JK menilai, perbuatan sang sutradara sudah melanggar hukum. Makasar, (MO) – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengecam beredarnya dan dibuatnya film “Innocence of Muslim” yang dinilai menistakan agama Islam. Menurut Jusuf Kalla, meski marak protes, umat Islam seluruh dunia diimbau tidak bersikap anarki. “Semoga reaksi itu tidak dilakukan dengan anarki,” kata Jusuf Kalla usai meresmikan […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai. Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan. Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa […]

expand_less