Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

Banyak Soal Menjebak, Honorer Diminta tak Remehkan Tes CPNS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian tulis atau tes kompetensi dasar (TKD) rekrutmen CPNS baru semakin dekat.

Jadwal resmi yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyebutkan TKD dilaksanakan pada 3 November mendatang.

Menteri PAN-RB Azwar Abubakar menuturkan, seluruh peserta ujian CPNS tidak boleh meremehkan soal yang akan diujikan. “Khusus bagi pelamar kelompok tenaga honorer kategori II juga diminta tidak meremehkan,” katanya.

Azwar menuturkan, scoring atau penilaian hasil ujian pelamar honorer itu tetap dari soal ujian yang dikerjakan. Bukan dari lama mereka mengabdi sebagai tenaga honorer.

“Kami berupaya benar-benar menyaring tenaga honorer kategori II berdasarkan kualitas kompetensinya,” ujar Azwar.

Saat ini Kemen PAN-RB memperkirakan jumlah tenaga honorer kategori II di seluruh instansi mencapai 500 ribu orang lebih. Tetapi untuk tahun ini, kuota pengangkatannya hanya sekitar sepertiganya atau 150 ribu formasi.

Azwar berharap tenaga honorer harus mempersiapkan diri menghadapi ujian sejak dini. Dia mengatakan pengalaman tahun lalu banyak sekali soal-soal ujian yang mengecoh peserta ujian.

Sehingga para peserta ujian TKD mendapatkan nilai di bawah ambang batas atau passing grade kelulusan. Materi ujian tulis TKD yang akan diujikan terdiri dari wawasan kebangsaan, intelegensia umum, dan karakteristik pribadi. “Semua kategori soal ujian itu harus dipelajari,” katanya.

Saat ini muncul tudingan bahwa pemerintah sengaja mempersulit pengangkatan tenaga honorer kategori II. Pengangkatan ini berbeda jauh dengan tenaga honorer kategori I yang diangkat langsung menjadi CPNS tanpa tes. Tetapi Azwar menampiknya. Dia menyebut skema pengangkatan honorer kategori II dengan ujian tulis ini sudah seadil-adilnya.

“Siapa yang berhak ya diangkat menjadi CPNS. Tetapi yang tidak, ya tidak diangkat,” katanya. Keputusan pengangkatan melalui ujian tulis itu diambil karena jumlah tenaga honorer kategori II sangat banyak.

Kondisi itu terjadi karena instansi selama ini seenaknya merekrut pegawai tanpa melalui prosedur rekrutmen CPNS resmi. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemukulan wartawan sangat memalukan

    Pemukulan wartawan sangat memalukan

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Berbagai organisasi jurnalistik mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum perwira TNI AU pada saat sejumlah wartawan di lokasi jatuhnya Hawk 200 di Pasir Putih, Pandau, Pekanbaru, Riau, hari ini. Berbagai lembaga kewartawanan di tanah air pun turut angkat bicara mengecam tindakan memalukan yang dilakukan oknum anggota TNI angkatan udara tersebut. “Ini merupakan […]

  • DCS Dapil 2 PPP Madina

    DCS Dapil 2 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PPP Madina

  • Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Licin dan Berlumpur Jalinsum Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan menebar ancaman bagi pengguna jalan atau pemudik. Lima hari menjelang Lebaran, Kamis (25/8), kondisi jalan tersebut licin dan berlumpur akibat turunnya hujan sejak sepekan terakhir. {msimage}Pantauan METRO, Kamis (25/8) pagi hingga sore, beberapa kendaraan bermotor seperti mobil atau bus berjalan satu persatu dan lambat karena […]

  • Plt Bupati Perlu Konsentrasi Pada 5 Fokus

    Plt Bupati Perlu Konsentrasi Pada 5 Fokus

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di momen HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-15 ini, Plt Bupati Madina diminta memfokuskan arah kebijakan pada lima hal. Yakni menguatkan aplikasi pendidikan gratis, kesehatan gratis dan perluasan lapangan kerja baru. Kemudian membenahi tata kelola pemerintahan serta pemberantasan korupsi di tubuh birokrasi. Itu dikatakan tokoh masyarakat Madina, Abdul Muis Pulungan kepada […]

  • Suami Yang Tak Dirindukan

    Suami Yang Tak Dirindukan

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dayanur Ibu rumah tangga, tinggal di Natal Suami merupakan kepala rumah tangga yang memiliki hak dan tanggung jawab besar terhadap istri dan anak-anaknya. Selain itu suami juga pemimpin (qowwam) terhadap istrinya. Suami memiliki kewajiban terhadap keluarganya dalam memberikan nafkah lahir batin. Namun, sayang seribu sayang banyak para suami hari ini melupakan tanggung jawabnya. Bahkan tidak […]

  • Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    Madina Zona Merah, Tak Bermasker Push Up 10 Kali

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut ditetapkan zona merah Covid-19. Pemda Madina pun menerbitkan regulasi pencegahan dan penanggulangan sebaran virus corona, termasuk sanksi bagi warga yang tak bermasker di tempat umum. Salah satu sanksi yang diterapkan adalah hukuman push up 10 kali. Aturan itu ditegaskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun […]

expand_less