Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi. Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” ucap WS, cewek 17 tahun yang dijual seharga Rp2 juta.

Pengakuan ini disampaikan WS dengan linangan air mata, kepada wartawan Jumat (18/10). WS mengaku mau melakukan hal tersebut disebabkan masalah ekonomi.Dan, selama hampir dua tahun ini, WS bekerja sebagai wanita panggilan.

WS, wanita berparas cantik dan berkulit putih yang belum genap berumur 18 tahun itu, menceritakan awal kejadian yang mengakibatkan ia dan SH (27), pria kemayu (banci) sampai ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp, pada Kamis (17/10) sekitar pukul 00.45 WIB di Hotel Istana I, Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Psp.

Menurut WS, sebelum kejadian atau sekitar pukul 00.00 WIB, ia dihubungi SH. Dalam percakapan itu, SH menyebutkan ada tamu yang hendak membokingnya dengan bayaran yang cukup menggiurkan.

“Waktu itu aku lagi di D’Zone. Ada tamuku di sana yang minta ditemani karaoke. Sebelumnya aku ada dihubungi dia. Katanya ada tamu dan bayarannya cucok (bahasa banci artinya mantap),” ujar WS. Sekitar pukul 00.30 atau usai menemani tamunya berkaraoke, SH datang menjemput WS di Jalan SM Raja Kota Psp. Dari situ, mereka langsung bergerak ke Hotel Istana I di Jalan KH Ahmad Dahlan atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Tonga.

“Habis dari D’zone dibawanya aku ke Hotel Istana I di kamar 207. Di sana, aku dijumpakan dengan seorang laki-laki. Dan, bayarannya aku terima sebesar Rp1,1 juta,” terang WS sambil menangis. Masih kata WS, perjanjian awalnya memang sebesar Rp2 juta. Namun, ia hanya menerima sebesar Rp1,1 juta dengan alasan dipotong SH yang sudah memberikannya tamu.

“Aku enggak tahu berapa pembayaran sebenarnya. Memang dibilangnya ada yang mau bayar Rp2 juta untuk sekali short time, tapi pas pembayaran, aku hanya diberi Rp1,1 juta. Tapi, biasanya itu Bang, memang setiap kali aku diberinya tamu, selalu ada komisi buatnya,” tuturnya lagi.

Usai uang diberikan oleh tamu (petugas yang menyamar,red), kemudian SH pun meninggalkan WS di dalam kamar bersama tamunya tersebut. Selang beberapa menit, SH yang baru akan menghidupkan sepeda motornya, langsung ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp dengan tuduhan perdagangan anak di bawah umur, begitu juga dengan WS yang berada di dalam kamar juga turut diamankan.

“Memang belum ada ngapa-ngapain kami. Baru terima uang, tiba-tiba saja datang polisi bersama SH, kemudian kami dibawa ke Polres Psp,” ucap WS sambil berusaha untuk menghindari jepretan kamera. Selanjutnya, WS mengaku dalam satu malam bisa berpenghasilan paling sedikit sekitar Rp1 juta. Itu pun masih penghasilan dari menemani tamu untuk berkaraoke saja, belum lagi jika WS mendapat job untuk menemani tamu tidur.

“Biasanya, paling sedikit satu malamnya dari pukul 8 malam sampai pukul 5 pagi, bisa berpenghasilan Rp1 juta. Itu hanya sebatas menemani tamu berkaraoke. Tapi, kalau ada yang meminta untuk ditemani tidur, bisa lebih dari itu,” kata WS sambil menyebutkan satu kali short time dibayar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

Menurut WS, itu semua dilakukan karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi. Sebab, ibunya hanya seorang penjahit biasa dengan tiga anak. WS paling besar, dan dua adiknya yang masih sekolah. “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi.

Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” sebut WS. Ketika ditanya, apakah keluarganya tahu tentang pekerjaannya tersebut, ia mengaku, ibunya hanya tahu kalau ia bekerja di tempat karaoke. “Ibu tahunya aku ini kerja di tempat karaoke. Kalau untuk yang lain, dia enggak tahu sama sekali,” tutup WS. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    DPRD Sumut Desak PTPN 4 dan Bank Mandiri Transparan di Batahan, Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota Komisi B DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH meminta PTPN 4 menyerahkan hak rakyat Batahan, Mandailing Natal. Politisi asal Madina ini juga mendesak Bank Mandiri membuka data pencairan uang senilai Rp. 84 M yang dipakai untuk pembiayaan operasional kebun KUD Pasar Baru Batahan seluas 1.700 – 1.726 Ha. Apalagi semenjak dini, KUD Pasar […]

  • Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Dua minggu pasca berhentinya operasi Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, tercatat jumlah karyawan yang dirumahkan semakin banyak. Saat ini, jumlahnya mencapai 1.200 orang atau bertambah sekitar 300 orang dari sepekan sebelumnya. “Tadi saya cek, jumlahnya malah bertambah,” kata Communication Manager PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Batangtoru, Katarina […]

  • Makam Leluhur Marga Rangkuti Tang Terabaikan

    Makam Leluhur Marga Rangkuti Tang Terabaikan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Situs sejarah Makam leluhur Marga Rangkuti di desa Aek Marian Kabupaten Mandailing yang terabaikan oleh oleh masyarakat dan pemerintah daerah, padahal, sitis-situs sejarah ini bila dikembangkan sebagai objek wisata akan meningkatkan PAD Kabupaten Mandailing Natal. (MOL/Holik)

  • Rahudman Ragukan Survei Perawan

    Rahudman Ragukan Survei Perawan

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meragukan validitas hasil survei BKKBN yang menunjukkan 52 persen remaja wanita Medan tidak perawan. “Waduh, lihat-lihat dulu survei-nya, valid tidak datanya. Jangan sembarangan ungkapkan hasil seperti itu,” katanya seusai rapat pembahasan RAPBD 2011, di DPRD Medan, Senin (29/11). Senada Kabag Humas Pemko Medan, Hanas Hasibuan, mengatakan hasil survei tersebut […]

  • Luas Perkebunan Terbakar di Madina Mencapi 935 Ha

    Luas Perkebunan Terbakar di Madina Mencapi 935 Ha

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran areal perkebunan di Mandailing Natal (Madina) cukup luas penyebab langit Madina dilanda asap. Berdasar data dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, areal perkebunan yang terbakar meliputi areal PT. DIS dengan luas kebakaran 15 hektar. PT. MAL dengan luas kebakaran 800 hektar. PT. Rendi dengan luas kebakaran 20 hektar. […]

  • MoU Pembangunan Bandara Malintang Diteken

    MoU Pembangunan Bandara Malintang Diteken

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Perhubungan dan Pemkab Mandailing Natal menandatangani MoU pembangunan bandara Bukit Malintang, hari ini di Jakarta. Penandatanganan Memorandum of Understanding itu berlangsug di kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (15/1/2020) oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Polana Banguningsih Pramesti dengan Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution. Sejauh ini belum diketahui […]

expand_less