Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
  • print Cetak

Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah.

Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 tahun. Saat itu ia memutuskan untuk meninggalkan agama Kristen yang ia anut dari kecil. Tujuannya meninggalkan gereja hanya satu, ia ingin bebas dari afiliasi agama apapun. Sejak itu, ia pun menjadi pemuda dengan pemikiran sangat bebas. Pedersen muda begitu liberal dan sekular.

Dengan kebebasan hidup yang ia klaim, Pedersen mencoba banyak hal. Ia kemudian menginginkan hidup penuh kasih dan damai. Ia pun mencoba menjadi vegetarian, namun gagal. Ia tak bisa berpuasa daging terus menerus.

Hingga usia 21 tahun, Pedersen hidup dibawah godaan kebebasan. Hingga suatu hari, ia meninggalkan Denmark bersama seorang teman karibnya. Kali ini ia ingin menerapkan Yin Yang dalam hidupnya. “Kami bepergian melalui Afrika, Asia dan Timur Tengah. Prinsip kami saat itu, perjalanan akan membimbing kami untuk hidup berdasar hukum alam Yin dan Yang,” ujarnya, tertawa mengenang masa lalu.

Selama perjalanan itu, Pedersen menemukan beragam budaya dan agama. Ia pun kemudian mulai tertarik hal tersebut. Pedersen bertanya pada diri sendiri, “Apa agamaku? Darimana aku berasal?” Namun ia tak mampu mendefinisikan kehidupannya. Ia pun kemudian belajar spiritual di Rajasthan, India. Tak lama, ia kemudian menjadi penganut Hindu.

Empat tahun ia memeluk agama Hindu. Selama itu, Pedersen justru tergugah mengenai konsep Tuhan. Saat tak lagi menjadi penganut Hindu, Pedersen masih digandrungi pertanyaan tentang Tuhan. “Itu membuka minatku pada Tuhan. Pencarian resmi akan Tuhan pun aku mulai,” tuturnya.

Ia pun mempelajari beragam agama. Ia mencari konsep Tuhan. Hasilnya, ia mendapati bahwa semua agama mengajarkan kebenaran. Namun Tuhan sesungguhnya hanyalah satu. Lalu dimana Tuhan itu.

Pedersen pun kembali ke Eropa. Ia menyendiri dan mencari eksistensi Tuhan. Dalam kesendirian dan kesunyian, ia berseru kepada Tuhan yang ia pun tak tahu ada dimana. “Jika Engkau memang ada, Engkau bisa mendengar saya. Jika Engkau memang ada, Engkau bisa melihat saya. Jika Engkau memang ada, Engkau tahu kebutuhan saya,” seru Pederson. Ia berharap Tuhan dapat membimbingnya.

Menemukan Islam
Saat pulang ke Denmark setelah perjalanan panjang, Pederson memilih pindah ke pedesaan dan merawat kebun. Disana ia mencoba menenagkan diri dalam pencarian Tuhan. Dalam beberapa waktu, iai seringkali duduk menyendiri di kamar, menyeru Tuhan. Ia berdoa agar Tuhan membimbingnya.

“Aku buta, tuli, bisu dan tak tahu apa yang baik untuk saya. Maka berilah saya jalan, bukakan pintu untuk saya, berilah saya bimbingan,” doa Pederson yang terus ia ulang setiap waktu.

Doanya terijabah. Suatu hari seorang teman lama mengunjunginya. Teman lamanya itu telah berislam. Ia mengajak Pederson untuk menjelajahi Gurun Sahara. “Dia merencanakan perjalanan ke gurun Sahara untuk belajar beberapa hal dari suku Tuareg . Dia memintaku untuk bergabung dengannya, karena ia tahu bahwa aku telah menyeberangi gurun Sahara sebelumnya. Aku langsung setuju untuk ikut. Gurun selalu membuatku tertarik. Sebelum berangkat, aku menegaskan bahwa aku tak tertarik untuk menjadi seorang Muslim. Aku tidak keberatan tinggal di antara muslim, tapi aku tidak akan masuk Islam,” ujar Pederson, mengenang.

Pederson pun melakukan perjalanan bersama muslimin. Banyak hal yang kemudian menjadi pengetahuan baru baginya. Bagaimana mereka shalat, berjamaah, berwudhu, berdoa. Ia juga kaget dengan adanya panggilan adzan.

“Melihat mereka aku merasa malu. Belum pernah aku merasa malu seperti itu. Aku malu karena tak rajin berdoa. Aku tak banyak meluangkan waktu untuk Tuhan. Waktu untuk Tuhan hanya di sisa waktuku saja. Ketika aku cenderung pada keinginan dan kebutuhan pribadi, orang-orang itu justru memberikan waktunya untuk Tuhan,” ujar Pederson.

Tak lama ia pun mulai mempelajari Islam. Ia mulai ikut serta dalam shalat mereka, berdoa bersama dan diskusi bersama. Saat itulah cahaya Allah memasuki hati Pederson. Ia merasakan kerinduan akan Tuhan yang teramat sangat. Ia jatuh hati pada Islam. Pederson kemudian memeluk agama Islam.

“Setalah masuk Islam, aku menyadari bahwa ini bukan hanya tentang apa yang aku cari selama ini. Karena kenyataannya, aku selalu menjadi muslim di hatiku. Aku sangat bersyukur menempuh jalan ini dan mendapat kebaikan Allah yang terus mengalir di hidupku,” ujar Pederson terharu.

Menjadi Cendekiawan Muslim
Pederson resmi menjadi muslim di tahun 1982. Sejak itu ia menghabiskan hidupnya untuk mempelajari Islam dan melakukan kegiatan keislaman. Pada tahun 1997, Pederson diangkat menjadi imam pertama di Denmark. Ia menerjemahkan banyak buku Islam ke dalam bahasa Denmark. Pedersen juga merupakan Wakil Presiden Muslims in Dialogue, sebuah organisasi multi-etnis Muslim Denmark yang mempromosikan Islam kepada masyarakat umum Denmark.

Ia juga merupakan pendiri dan kepala sekolah dari tiga sekolah swasta untuk anak-anak muslim Denmark. Ia juga pendiri Islamic Christian Study Center di Kopenhagen. Di luar Denmark, Pederson juga banyak menggalakan proyek bantuan ke berbagai negara.

Salah satu contohnya yakni pendirian sekolah di Kunar Afghanistan pra rezim Taliban. Ia juga pendiri Danish Muslim Aid yang membantu banyak muslimin di belahan dunia. Salah satu proyek DM-Aid yakni pembangunan 500 rumah untuk korban gempa di Kashmir Pakistan.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    6 Calon Bupati Palas Terima Nomor Urut

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, – KPUD Kabupaten Palas resmi menetapkan nomor urut dari 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati Palas peserta Pemilukada Palas periode 2013-2018 pada rapat pleno terbuka di Mess Sibuhuan, Kamis (18/7). Penetapan tersebut dituangkan dalam surat keputusan nomor urut calon yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Palas tahun 2013 […]

  • Harga Ikan Asin Naik

    Harga Ikan Asin Naik

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga ikan nasin naik di pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Hasanah (40) pedagang ikan asin di pasar baru Panyabungan menjawab wartawan, Rabu (10/7/2013), harga ikan asin naik hingga mencapai 50 persen. Pelonjakan harga ini diakuinya berdampak terhadap tingkat penjualan, yakni jumlah penjualan mengalami penurunan mencapai 30 persen. […]

  • Pondok Santri  di Mustofawiyah Purba Baru Terbakar

    Pondok Santri di Mustofawiyah Purba Baru Terbakar

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Diperkirakan sebanyak 6 pondok santri di kawasan komplek pesantren Musthofawiyah, Purba Baru, Mandailing Natal (Madina) terbakar, Rabu, (1/7). Kebakaran berada di banjar Assuja. Pondok-pondok itu umumnya berbahan kayu dan bambu. Sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun korba luka. “Hanya pondok santri saja yang terbakar. Kebetulan santri sedang libur […]

  • Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    Jalan Berlubang Ancam Nyawa Pengguna Jalan

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Kerusakan Jalan Lintas Gunung Tua-Binanga Km 2  Desa Sababangunan, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) semakin hari semakin membesar. Jalan berlubang yang sebulan lalu masih berdiameter sepuluh sentimeter itu kini telah semakin membesar bahkan sudah berukuran lebih dari satu meter dengan kedalaman hampir mencapai dua meter. Kerusakan tersebut membuat lalu lintas […]

  • HISTORISME MANDAILING

    HISTORISME MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Pengantar Nama Mandailing acapkali diletakkan pada kerangka historis yang tidak sesuai. Peletakan itu tentu karena tidak pernah melalui kajian sejarah dan arkeologi yang relevan. Hal itu yang menyebabkan distorsi sosial dalam berbagai kebutuhan. Historime Mandailing Tentu tidak mudah untuk menentukan kapan manusia dan kebudayaan Mandailing muncul pertama kali di […]

  • Berkah Cinta: Model Lingerie Putuskan Berjilbab Dan Masuk Islam Setelah Menemukan Jodohnya

    Berkah Cinta: Model Lingerie Putuskan Berjilbab Dan Masuk Islam Setelah Menemukan Jodohnya

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Satu pertemuan dengan seseorang biasanya bisa menjadi warna tersendiri bagi kita. Apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang sangat berarti dalam hidup. Pasangan kita misalnya, bisa menjadi inspirasi untuk memahami apa kebahagiaan sesungguhnya. Carley Watts adalah model cantik dan seksi dengan rambut blonde. Selama ini ia berprofesi sebagai seorang model untuk brand pakaian dalam. Otomatis […]

expand_less