Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya

Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati.

“Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang pendeta ternama di negara Afrika Barat tersebut.

Charity memeluk Islam pada saat Nigeria dirundung isu mualaf dan terorisme. Isu tersebut mengabarkan, banyak wanita Nigeria yang diculik dan dipaksa memeluk Islam oleh sebuah kelompok yang dinyatakan AS sebagai kelompok teroris, Boko Haram.

Isu itu pun melanda Charity. Ia dituduh diculik dan dipaksa kelompok tersebut untuk memeluk Islam. Namun, Charity membantahnya. Ia menegaskan, keislamannya bukanlah karena terpaksa, apalagi karena diculik.

Kabarnya memeluk Islam hanya kebetulan bersamaan dengan isu tersebut. Beberapa waktu terakhir, jumlah mualaf Nigeria memang meningkat pesat. Isu terorisme tersebut baru mencuat setelah banyaknya warga Nigeria yang memilih Islam.

Charity pun mengisahkan perjalanannya menuju hidayah, sebuah perjalanan singkat, namun menakjubkan. Ia ingin menegaskan sekaligus berbagi kisah yang mengubah hidupnya. Bermula dari teman-temannyalah, gadis berusia 25 tahun tersebut mengenal Islam.

Charity mengenal banyak Muslim ketika kuliah di politeknik negeri di Kota Bida. Kota tersebut memang menjadi tempat nyaman bagi Muslimin Nigeria. “Aku memiliki beberapa teman Muslim dan aku selalu melihat apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ketika mengenal kawan beragama Islam, Charity awalnya hanya berteman biasa. Namun, semakin banyak interaksi dan berkomunikasi, putri Pastor Raymond Uzoechina tersebut merasa nyaman dan dekat dengan mereka.

Ia pun kemudian melihat aktivitas Muslimin yang tak biasa. Melihat segala kehidupan Muslimin yang berbeda. Dan, satu hal yang membuat ia terpesona, akhlak teman-teman Muslimnya yang begitu baik.

“Aku suka karakter mereka. Aku sering berinteraksi dengan mereka dan aku sangat suka dengan cara mereka berperilaku,” ujarnya.

Dari Muslimin berakhlak karimah tersebutlah, Charity mengenal Islam. Bertahap, ia mengenal Islam lebih dekat.

Kemudian, ia menyadari para Muslimin juga meyakini Tuhan yang sama dengan yang ia yakini. Hanya, Islam meyakini satu Tuhan. “Kau tahu, Muslim percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Semakin lama, Charity makin terpesona dengan Muslimin dan apa yang mereka anut. Ia pun jatuh hati pada Islam. “Aku menyukai perilaku Muslimin,” ungkapnya polos.

”Selama saya mengenal mereka, perilaku mereka sangat baik. Dari situlah aku menjadi tertarik untuk memeluk Islam,” kata gadis yang tumbuh besar dekat dengan gereja tersebut.

Charity tahu betul kabar keislamannya akan mengguncang keluarganya. Ia pun kemudian pergi menjauhkan diri dari rumah. Ia mengungsi dari keluarganya dan tinggal bersama komunitas Muslim di Kota Bida, Nigeria Utara.

Charity takut, saat keislamannya diketahui pihak keluarga, ia tak bisa lagi mempertahankan hidayahnya. Mengingat keluarga besarnya, Uzoechinas, merupakan warga Nigeria Tenggara yang sangat minim mengenal Islam. Bagi mereka, Muslimin dianggap tidak wajar atau abnormal.

Apa yang dikhawatirkan Charity pun menjadi nyata. Pihak keluarga mengetahui keislamannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat menentang keras.

Ia bahkan dituduh memeluk Islam secara terpaksa. Mereka menolak keislaman Charity dan menuding Muslimin telah menculik dan memaksa Charity untuk memeluk Islam. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” jelas Charity kepada keluarganya.

Namun, tak membuahkan hasil. Keluarganya justru mengurus permasalahan tersebut ke pengadilan. Mereka ingin anaknya kembali.

Pihak keluarga justru kemudian mengancam Charity. Namun, di hadapan majelis hakim, jawaban Charity tentu saja tetap sama, ia memeluk Islam dari hati, bukan karena paksaan. “Aku memeluk Islam murni dari hati,” ujar Charity berulang-ulang, sedih.

Untuk melindungi Charity dari ancaman keluarganya, pengadilan memindahkan perkaranya kepada Etsu Nupe yang memimpin komunitas Muslim Nigeria.

Namun, ayah Charity dibantu Christian Association of Nigeria (CAN) menuduh Etsu Nupe dan tokoh Islam Alhaji Yahya Abu Bakar merupakan dalang yang memaksa Charity memeluk Islam.

Etsu Nupe dibantu Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs (NSCIA) pun kemudian menyatakan Charity memeluk Islam karena panggilan hati, bukan paksaan.

Ia bukan diculik, melainkan menuju wilayah Etsu Nupe di Kota Bida, Nigeria Utara, atas kehendaknya sendiri. Pelarian Charity itu pun bermaksud mencari perlindungan dari penolakan keluarga atas keislamannya.

Terlepas dari ujiannya setelah berislam, Charity bahagia dapat menemukan hidayah. Ia pun mempelajari Islam dengan semangat.

Ia mengaku sangat mengidolakan sosok salah seorang istri Rasulullah, Aisyah. Ia bahkan bermimpi menjadi wanita saleh layaknya ummul mukminin tersebut.

Karena terpesona dengan Aisyah, Charity pun kemudian mengganti namanya menjadi Aisyah. Teman-temannya pun mendukung Charity dan memberikan pendapat bahwa nama Aisyah sangat cocok untuknya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal menggelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor. Pembukaan dilakukan hari ini, Rabu (27/9/2017) di Taman Raja Batu, Panyabungan oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhair Nasution. Festival ini diikuti oleh utusan-utusan kecamatan dari wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu. Total peserta sebanyak 10 grup gordang dan 10 grup […]

  • KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    KNPI Madina Sepakat izin PT SMGP Dicabut

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mandailing Natal satu sikap dengan Komisi VII DPR RI mengenai kasus geothermal yang dikelola PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut. Wakil Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Fahmi Hendrawan Nainggolan S.Sos dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Rabu (3/2/2021) menyatakan bahwa pihaknya menolak perusahaan […]

  • Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – Dua keluarga korban akan menuntut pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam pengeboran panas bumi Desa Sibanggor Jae. Usai masa berkabung, pihak keluarga bersama masyarakat Sibanggor Jae akan bermusyawarah menetapkan sikap. Kedua keluarga itu adalah keluarga almarhum Irsanul Mahya (15) dan almarhum Muhammad Musawi (15) yang tewas tengggelam di kolam […]

  • Direksi Telkomsel Segera Diganti

    Direksi Telkomsel Segera Diganti

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Sebanyak lima nama bersaing menduduki jabatan Direktur Utama PT Telkomsel pada perombakan susunan direksi perusahaan yang akan diumumkan pekan ini. “Ke-lima kandidat berasal dari internal Telkomsel maupun dari TelkomGrup,” kata seorang sumber di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 20 September 2011. Perombakan susunan direksi Telkomsel bagian dari reorganisasi perusahaan yang memutuskan penambahan jumlah direksi dari […]

  • Ganja Dibeli Rp. 600.000/Kg, Akan Dijual ke Labuhan Batu

    Ganja Dibeli Rp. 600.000/Kg, Akan Dijual ke Labuhan Batu

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan 3 warga Kabupaten Labuhan Batu yang ditangkap Resnarkoba Polres Madina, Rabu (3/6) di desa  Salambue, Panyabungan, ganja yang mereka bawa rencananya akan dipasarkan di Negeri Lama, Kabupaten Labuhan Batu. Berita sebelumnya silahkan baca di http://www.mandailingonline.com/3-orang-bawa-ganja-42-kg-dari-panyabungan-timur-ditangkap-di-salambue/ Ganja kering tersebut dibeli ketiga tersangka di Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal […]

  • TAHUN INI NAIK DITENGAH KETERBATASAN APBD

    TAHUN INI NAIK DITENGAH KETERBATASAN APBD

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terkait  Program Pendidikan Gratis PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan di APBD Mandailing Natal tahun 2013 terhadap pembiayaan program pendidikan gratis masih pada program beasiswa, BOS Daerah, pakaian seragam SMA,SMK dan tunjangan tambahan bagi guru, sejauh ini masih tergantung kemampuan anggaran daerah. Untuk menjangkau semua pembiayaan pendidikan yang ditanggung para orang tua murid, belum sepenuhnya terwujud […]

expand_less