Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Televisi Kita, Dirty Jokes dan Fenome Waria

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
  • print Cetak

Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh

TELEVISI merupakan media massa yang sampai saat ini dianggap paling memiliki pengaruh bagi audiennya. Kedahsyatan efek yang dihasilkan dari penggabungan antara elemen gambar (visual) dan suara (audio) membuat media ini menjadi sasaran utama para kapitalis untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya melalui iklan, para politisi untuk merebut pengaruh dukungan sebesar-besarnya, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan tertentu.

Saat ini hampir tidak ada satupun stasiun televisi yang tidak menayangkan acara komedi. Bahkan dari hasil survey 10 acara yang memiliki rating tertinggi dari berbagai stasiun televisi, “Opera Van Java” masuk dalam urutan kelima yang notabene juga salah satu program lawak.

Hal ini menandakan bahwa minat para pemirsa televisi terhadap hiburan yang berupa humor, lawak atau komedi masih tergolong tinggi dibandingkan dengan jenis-jenis program lainnya.

Besarnya minat pemirsa televisi terhadap tayangan komedi tidak muncul begitu saja akhir-akhir ini, namun hal itu terkait dengan pengalaman historis yang sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.

Kehadiran seni budaya lokal seperti wayang orang, ludruk atau ketoprak di masyarakat memicu kelahiran budaya humor di Indonesia yang kemudian berkembang hingga muncul kelompok-kelompok komedian seperti Srimulat dan Kwartet Jaya pada tahun 1960 hingga 1970-an.
Kemudian pada era selanjutnya tahun 1980-an muncul trio Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) dan grup lawak parodi Pancaran Sinar Petromak (PSP). Sedangkan di era tahun 90-an, seiring dengan masuknya televisi swasta di Indonesia, bermunculan lebih banyak lagi seperti Patrio (Akri, Parto, Eko), Bagito (Miing, Unang, Didin), Komeng, dan masih banyak lagi. Gaya lawakan yang mereka pakai umumnya berbeda-beda. Satu sama lain memiliki ciri khas sendiri-sendiri.

Salah satu gaya lawakan yang khas di Indonesia adalah dengan menampilkan sosok banci atau waria, yaitu pria berdandan dan berperilaku ala wanita.

Sosok waria atau banci dalam pentas lawakan negeri ini secara terang-terangan sebenarnya sudah dibawa sejak kemunculan budaya Ludruk dan Ketoprak pada puluhan tahun yang lalu.

Di komunitas Ludruk Surabaya misalnya, tidak akan menarik oleh para penggemarnya jika dalam pertunjukan-pertunjukan mereka sama sekali tidak ada peran wanita yang dimainkan oleh laki-laki. Bahkan tak jarang ditemui, para pemain Ludruk laki-laki yang telah puluhan memerankan perempuan akhirnya memiliki kebiasaan perilaku seperti banci.

Muatan unsur banci itu masih terbawa sampai hari ini dalam setiap acara komedi yang ditampilkan di Indonesia. Bahkan pelawak Bing Slamet saat meninggal dunia pada tahun 1974 pernah ditampilkan sebagai kover majalah Tempo dengan foto berdandan waria.

Tidak ketinggalan Dono yang paling sering muncul dengan berdandan ala waria dalam film-film Warkop DKI. Begitu juga Tessy (nama aslinya Kabul) yang citranya tidak pernah lepas dari dandanan waria dengan memakai wig dan cincin batu akik yang berderet di seluruh jari tangannya.

Dari situ, kemudian sosok waria menjadi ciri khas lawakan ala Indonesia hingga saat ini. Kini di Indonesia, tanpa harus bermodal materi verbal yang berkualitas sekalipun tidak jadi masalah. Cukup dengan menampilkan tokoh laki-laki yang berdandan waria saja sudah bisa dipastikan akan mengundang tawa penonton.

Meski saat ini mulai masuk budaya komedi show ala Barat seperti Stand Up Comedy, tetap saja model lawakan itu tidak dianggap sebagai ciri khas komedi asli Indonesia.

Lawakan Opera Van Java, tetap menjadi urutan pertama dalam rating acara komedi yang ditonton di televisi saat ini.

DIRTY JOKES
Disadari atau tidak, lawakan dengan menonjolkan figur waria sebenarnya memiliki muatan negatif yang tidak sedikit.

Pertama, dari sudut pandang syariat, jelas kita dilarang berdandan menyerupai lawan jenis dan berperilaku layaknya kaum Luth (homoseksual/gay/banci). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam pernah secara tegas melaknat banci dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas, dia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat al-mutarajjilat (wanita yang bicara dan tingkah-lakunya menyerupai lelaki) dari wanita, dan melaknat al-mukhannatsin (lelaki yang bicara dan tingkah-lakunya menyerupai perempuan) dari lelaki, dan dia berkata: “Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kamu sekalian”. Dia berkata, maka Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam telah mengeluarkan fulan, dan ‘Umar telah mengeluarkan/ mengusir fulan.” (HR Ahmad, sanadnya shahih menurut syarat Al-Bukhari, kata Syu’aib Al-Arna’uth).

Mohd Yusof Hussain, seorang peneliti bidang komunikasi asal Malaysia pernah membahas tentang jenis-jenis kemunkaran yang sering ditayangkan pada media televisi salah satunya adalah adegan gurauan yang mengarah pada hal-hal jorok/ kotor (dirty jokes).

Dia mengatakan dalam penelitiannya, bahwa hal tersebut masuk dalam kategori kemunkaran yang disinggung dalam al-Quran Surat Ali-Imran 104 dan 110 yang berarti perbuatan dan kebiasaan yang telah keluar dari batas-batas hukum moral Allah Subhanahu Wata’ala.

Kedua, pemunculan sosok banci/waria di tayangan komedi televisi secara berulang-ulang akan memberikan dampak pada peningkatan rasa percaya dirinya kaum banci/waria di masyarakat.

Masyarakat pun demikian, karena terbiasa ditayangkan di televisi, dan begitu digemari gurauannya, lama kelamaan sosok banci/waria bukan menjadi hal yang asing. Mereka tidak lagi minder menunjukkan dirinya di ranah publik. Karena mereka juga telah merasa mendapat porsi peran di media massa.

Masih ingat bagaimana fenomena The Virgins menjangkiti remaja-remaja perempuan jaman sekarang?

Sesekali-lah jalan-jalan di beberapa mall di Surabaya ketika malam minggu, anda akan melihat banyak pasangan sesama perempuan yang jalan berduaan sambil bergandengan tangan mesra.

Tipikal style-nya sama: yang satu berambut lurus panjang, sedangkan pasangannya berambut gaya polem emo-style. Keduanya persis seperti sosok duo The Virgins yang ketika itu sedang booming di Indonesia.

MENGAPA DAMPAK TERPAAN TAYANGAN TELEVISI DEMIKIAN BERPENGARUH?

Hal ini terjadi karena media massa memiliki power yang luar biasa dalam membentuk opini dan kepercayaan terhadap publik. Mungkin ini yang dimaksud oleh John Fiske dengan istilah, “persuasion in matters of opinion & belief.”

Ketiga, tayangan komedi dengan sosok banci bisa memicu kemunculan pelaku-pelaku banci yang baru di masyarakat.

Dalam satu kuliah Manajemen Media Massa di sebuah kampus ternama di Surabaya, salah satu owner stasiun televisi swasta paling bergengsi di Indonesia mengatakan bahwa media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.

Tidak sulit bagi kita membayangkan jika tayangan-tayangan humor dengan menonjolkan sosok banci itu ditayangkan di televisi kemudian di tonton oleh anak-anak kecil yang seharusnya diusia itu mereka harus tegas diberikan pengajaran tentang pembedaan jenis kelamin.

Disaat usia yang seharusnya dia tahu bahwa celana itu pakaian untuk jenis kelamin laki-laki saja, sedangkan rok itu pakaian untuk jenis kelamin perempuan saja, dan masing-masing tidak boleh saling bertukar pakaian untuk menegaskan identitas dirinya secara tegas, kemudian dia harus diterpa dengan representasi membingungkan para banci di televisi, jelas itu akan merusak pemahamannya.

Belum lagi, anak-anak itu akan lebih bingung melihat orang-orang dewasa disekitarnya justru menikmati lawakan yang dimainkan para banci itu di televisi.

SIKAP KITA
Hidup ditengah arus globalisasi komunikasi dan informasi seperti sekarang ini memang penuh dengan fitnah dan tantangan. Hampir mustahil kita bisa melepaskan diri sepenuhnya dari arus fitnah yang ada.

Media massa sudah bukan lagi agen yang bisa kita berikan kepercayaan penuh untuk mendidik dan memberikan informasi positif kepada kita.

Keharusan mereka untuk bertahan hidup di era persaingan ini membuat mereka buta dengan nilai-nilai positif yang seharusnya mereka bawa.

Mereka lebih tergiur dengan nilai keuntungan material yang bisa menyokong kelangsungan hidup perusahaan meskipun itu tidak mengandung manfaat apapun, atau bahkan justru berdampak negatif, daripada harus berjuang menyebar nilai-nilai positif dimasyarakat yang tidak mendatangkan keuntungan melimpah dari rating. Maka berinteraksi dengan media televisi yang menjadikan rating sebagai tujuan utamanya harus super hati-hati.

Menjadi pemirsa yang kritis dan selektif menjadi wajib demi memproteksi diri kita dan generasi penerus kita. Namun menjadi kritis dan selektif itu tidak mudah, ada modal berupa ilmu dan keistiqomahan yang harus kita miliki sebelumnya.

Sementara itu tugas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sesuai Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 Pasal 3 harusnya bertujuan memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nah, melihat kasus waria, apakah KPI sudah cukup mampu ‘membia watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa? Wallahua’lam. (Penulis adalah Pimred situs Undergroundtauhid.com)

Sumber : hidayatullal.com
Redaktur: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zulkifli Lubis tak punya gelar segambreng macam Ph.D., atau master dari kampus-kampus bergengsi. Kuliah di sebuah kampus saja tidak pernah. Pendidikan SMA-nya pun tak jelas, kerena Perang Pasifik telah menutup sekolah pemuda cerdas ini. Dia menghabiskan masa mudanya di zaman Jepang untuk belajar jadi intel militer dan tak melanjutkan SMA-nya. "Sejak awal 1943 ia juga […]

  • BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    BEROBAT GRATIS, HADIAH HUT MADINA UNTUK RAKYAT

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kepala Desa Jangan Malas Mendaftarkan Warga Miskin PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di sektor kesehatan, hadiah untuk rakyat pada HUT Mandailing Natal (Madina) ke-14 tahun ini, adalah gratis berobat di RSU untuk keluarga miskin. Kemudian juga ada santunan 1 juta rupiah kepada setiap keluarga yang meninggal dunia. Berobat di RSU secara gratis dituangkan dalam program […]

  • MK tolak gugatan Pilkada Padang Lawas

    MK tolak gugatan Pilkada Padang Lawas

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pemohon terhadap hasil pemilihan kepala daerah di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Rahmat Efendi Siregar yang dihubungi dari Medan, Rabu malam, mengatakan, penolakan itu ditetapkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Sidang tersebut dipimpin Wakil Ketua MK Hamdan […]

  • Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    Penuhi Janji, Bupati Bantu Pembangunan Masjid di Aek Galoga

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution serahkan bantuan pembangunan Masjid Al-Abshor di lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Selasa (5/7). Atas bantuan yang diserahkan Sukhairi, warga menyampaikan terima kasih. “Ini merupakan janji yang pernah Pak Sukhairi utarakan pada kami beberapa waktu yang lalu, untuk itu, saya beserta […]

  • Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Lahan persawahan di Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu dinyatakan akan gagal panen akibat terrendam banjir. Padahal padi-padi itu sudah diambang panen. Tanaman padi yang mayoritas telah menguning itu pun diprediksi akan gagal panen karena rendaman banjir sudah seminggu berlangsung yang menyebabkan bulir padi bakalan busuk. Sejauh ini belum ada data […]

  • Camat di Madina Terindikasi Arahkan Kepdes Loloskan Bimtek PKK

    Camat di Madina Terindikasi Arahkan Kepdes Loloskan Bimtek PKK

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Temuan LSM Tamperak mencuatkan indikasi peran para camat di Mandailing Natal (Madina) mengarahkan kepala desa meloloskan program Bimtek TP PKK Desa. Bimtek TP PKK Desa menjadi sorotan publik karena dilaksanakan sebelum masa pencairan Dana Desa. LSM Tamperak menemukan banyak kepala desa pontang panting mencari pinjaman kepada rentenir pembunga uang untuk pembiayaan […]

expand_less