Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

PT. ALN Harus Minta Tanggungjawab 4 Kades, Camat dan Kadishut Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
  • print Cetak

Terkait Dugaan Pemalsuan dan Rekayasa Penyerahan Lahan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika PT. Agro Lintas Nusantara (PT.ALN) merasa dirugikan secara materil maupun moril terkait penyerahan lahan oleh para kepala desa kepada perusahaan itu, sebaiknya PT. ALN meminta tanggujawab pihak-pihak tersebut.

Itu dikatakan Wakil Sekretaris LP4M, Abri Perwira, SH. MH dalam siaran pers-nya diterima Mandailing Online, Rabu (5/2/2014) terkait kuatnya dugaan pemalsuan dan rekayasa dasar penyerahan lahan ke PT. ALN.

Menurutnya, pihak-pihak yang harus bertanggungjawab adalah oknum kepala desa Tabuyung, Pj. kepala desa Suka Makmur, kepala desa Singkuang II dan kepala desa Manuncang serta camat Muara Batang Gadis dan Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal (Madina).

“Mustahil seorang camat ataupun kepala Dinas Kehutanan Perkebunan tidak mengetahui status lahan yang diserahkan kepada PT. ALN. Itu kan lahan negara harusnya camat maupun Kadishutbun Madina mencegah penyerahan itu karena dapat merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar” katanya.

Abri Perwira mengungkapkan, berdasar ekspos Komisaris Utama PT. ALN, Irjen Pol (Purn) Iskandar Hasan di Harian Waspada tanggal 04 Januari 2014 halaman B3 kolom 5 alinea ketiga mengatakan bahwa PT. ALN telah melakukan pembebasan lahan dengan masyarakat empat desa yakni Tabuyung, Suka Makmur, Singkuang II dan Manuncang Kecamatan Muara Batang Gadis seluas 5.000 hektar.

Pembebasan lahan itu dilakukan dengan cara: Pertama, memberikan pago-pago; kedua, masyarakat menyerahkan lahan; ketiga, penyerahan diketahui para kepala desa dan camat secara sah.

“Dari katerangan ini secara jelas terlihat pihak-pihak yang harusnya bertanggungjawab,” ujar Abri.

Berdasar investigasi LP4M, kebijakan dana pago-pago dari PT. ALN merupakan keputusan sepihak dari oknum para kepala desa dan jajarannya tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari masyarakat, dan sekarang para kepala desa kehilangan legitimasi dari masyarakatnya sendiri.

Penyerahan lahan dari masyarakat kuat dugaan rekayasa oknum kepala desa, karena surat pernyataan kepemilikan tanah dan SKT dari kepala desa sudah dibuat terlebih dahulu oleh oknum kepala desa kemudian melalui orang suruhannya disebar ke masyarakat untuk ditandatangani dengan iming-iming akan diberi kebun plasma.

“Masyarakat dalam hal ini tidak mengetahui dimana lahan yang ditandatangani itu dan berbatas dengan siapa. Lalu surat penyerahan ditandatangani oleh Kades dan Camat Muara Batang Gadis,” ungkap Abri.

“Sementara dalam izin lokasi PT. ALN yang pertama dan izin lokasi kedua diterangkan bahwa masyarakat telah menyerahkan lahan ke PT. ALN yakni, Desa Tabuyung seluas + 2.500 Ha, Suka Makmur seluas + 2.000 Ha, Manuncang seluas + 3.500 Ha, Singkuang II seluas + 2.000 Ha, hal ini sungguh sangat aneh bin ajaib karena masyarakat empat desa tersebut tidak mengetahui batas-batas maupun dimana keberadaan lahan yang mereka serahkan,” terang Abri.

Dikatakannya, kuat dugaan telah terjadi persekongkolan jahat dengan cara melawan hukum antara oknum Kadishutbun Madina dengan oknum kepala desa empat desa bersama camat Muara Batang Gadis terkait dugaan pemalsuan dan rekayasa penyerahan lahan ke PT. ALN itu dengan mengatasnamakan masyarakat, membuat surat yang isinya tidak semestinya.

Perbuatan tersebut jelas birindikasi KKN, karena oknum-oknum diatas patut diduga telah menyalahgunkan jabatannya dengan cara melawan hukum melakukan perbuatan yang menguntungkan pribadinya ataupun pihak lain atau korporasi dan dapat menimbulkan kerugian Negara.

Di sisi lain, dalam pembagian dana pago-pago PT. ALN tersebut kuat dugaan telah diselewengkan oleh 4 oknum kepala desa bersama oknum camat Muara Batang Gadis hingga ratusan juta rupiah.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Kinerja Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Dalam Setahun Terakhir

    Refleksi Kinerja Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Dalam Setahun Terakhir

    • calendar_month Senin, 7 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

            Oleh : Ketua KADIN Mandailing Natal Sobir Lubis, SH Gerakan Indonesia Hebat yang dikampanyekan pemerintahan Joko Widodo membutuhkan orang-orang kreatif, yang mampu melakukan terobosan-terobosan penting. Bahwa tanpa daya kreatifitas dan kemampuan melakukan terobosan-terobosan, maka Gerakan Indonesia Hebat akan sulit diwujudkan.Gerakan Indonesia Hebat ini tentunya bukan saja harus digerakkan pemerintah pusat. Gerakan […]

  • Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kadis Pendidikan Imron Lubis MM mengatakan, peran orangtua penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. “Sesuai data masih banyak orangtua memanfaatkan tenaga anaknya membantu mencari nafkah yang seharusnya mengecam pendidikan,” ujar Imron Lubis MM di ruang kerjanya kepada wartawan, Senin (2/5). “Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di […]

  • Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Akhirnya, 62 warga Desa Tolang Jae,Kecamatan Sayur Matinggi,Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ditahan polisi karena diduga membakar 10 rumah di Dusun Adian Goti, dibebaskan. Pembebasan mereka dilakukan setelah ribuan warga dari 3 desa yaitu Tolang Jae, Sipange Godang, dan Sipange Julu, memblokir jalan negara atau Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) antara Tapsel ke Kabupaten Mandailing (Madina) […]

  • DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengusut tuntas kasus penembakan warga oleh aparat kepolisian saat berunjukrasa mendesak penutupan perusahaan tambang PT Sorikmas Mining, Ahad (29/05/2011) kemarin. “Kita dari DPRD Madina meminta Kapolda Sumut mengusut tuntas aparat pelaku penembakan warga saat melakukan unjuk […]

  • KMM Rapat Gabungan Pertama Ditahun 2025

    KMM Rapat Gabungan Pertama Ditahun 2025

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Hari Sabtu lalu telah dilaksanakan rapat gabungan Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM). Rapat ini digelar secara rutin setiap bulan dengan online atau secara virtual. Rapat dihadiri Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus dan Pengelola/karyawan KMM di Kab Madina, Sumatera Utara. Rapat gabungan itu pertama kali digelar pada tahun 2025 ini. […]

  • Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan pelajar melakukan gerakan pengumpulan dana, Sabtu (26/10/2019) untuk korban banjir di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Penggalangan dilakukan di pusat kota Padangsidimpuan. Organisasi yang bergiat itu meliputi Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN); Serikat Mahasiswa Tapanuli Selatan (Serma Tapsel); Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Tapsel. Aksi penggalangan dana […]

expand_less